Minggu, 06 September 2009
Said Hamzah Pribadi Low Profile yang Mencatat Sejarah
Penasaran lebih dekat dengan sosok Said Hamzah yang di dalam buku Tanjungpinang Kota Bestari,terbitan Pemko Administratif Tanjungpinang tahun 1997 disebutkan sebagai anggota Panitia 17,yang berperan dalam pembubaran Dewan Riau pada tahun 1950,Tras mencoba kembali menyambangi kediamannya,esok hari,Kamis (20/8).
Aswandi Syahri Sejarahwan Penyelamat Arsip dan Photo Lama
Bermula dari pendidikannya di perguruan tinggi pada Fakultas Sastra jurusan sejarah, Aswandi Syahri mulai menekuni penelitian dan penyelamatan benda-benda sejarah,khususnya dalam bentuk tulisan/naskah dan photo.Saat ini di rumahnya tersimpan ratusan koleksi naskah lama yang punya sejarah penting bagi perjalanan awal mula Tanjungpinang, selain beberapa diantaranya dipajang di Museum Sultan Badrul Alamsyah Tanjungpinang.
Bernostalgia di Museum Sultan Badrul Alamsyah
Kota Tanjungpinang sebagai salah satu kota tua di Kepri tentu punya banyak kenangan akan sebuah perjalanan sejarah di masa lalu.Berbagai kenangan itu bisa berbentuk benda, seperti peralatan makan, perhiasan,alat penangkap ikan,alat perang,hiasan rumah, perlengkapan pengantin serta foto-foto pada masa lalu.Kini semua kenangan itu bisa dikenang kembali oleh mereka yang pernah melalui suatu masa atau mereka yang belum pernah, di Museum Sultan Badrul Alamsyah.
Minggu, 21 Juni 2009
Membangkit Bakat Terpendam Wanita Gali Potensi Lewat Puisi
Semula Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB (BP2KB) KotaTanjungpinang hanya berniat mengadakan Lomba Menulis dan Membaca Puisi bagi kaum wanita, dalam rangka peringatan Hari Kartini 2008.Memang tujuan pelaksanaan lomba yang ditaja 15-16 Mei 2009 itu, selain untuk memberikan kesempatan wanita dalam berkreatifitas juga untuk menggali potensi wanita dalam berpuisi.
Rabu, 18 Maret 2009
Ketika Sang Suami Melayani Istri
Selama ini mungkin identik istilah kalau istri adalah pelayan suami dari dapur,sumur dan kasur.Sebuah istilah yang sangat tidak lagi cocok dengan kondisi zaman sekarang, meski tetap sang suami adalah pemimpin keluarga.Tapi bukan berarti seorang pemimpin tidak bisa juga turut melayani ?!Pemimpin yang merasa harus menjadi orang yang selalu dihormati, selalu dilayani dan tidak peduli dengan orang yang telah melayani,mungkinkah itu seorang pemimpin sejati ?
Senin, 16 Maret 2009
"Harga" Sebuah Kursi Legislatif
Ibarat sebuah pesta besar, Pemilu Legislatif 2009 telah dan akan terus menghabiskan dana yang sangat banyak hingga masa pencontrengan 9 April mendatang.Baik dari anggaran yang dikeluarkan pemerintah untuk keperluan operasional Pemilu melalui Komisi Pemilihan Umum (KPU) pusat dan daerah, hingga dana yang dikeluarkan oleh partai peserta pemilu dan caleg sendiri.Sebagai gambaran KPUD Tanjungpinang saja mengajukan anggaran kepada pemerintah daerah kurang lebih Rp 3 M. Jumlah yang sepadan guna suksesnya pemilihan wakil rakyat yang nantinya menjadi sinergi pemerintah dalam membangun daerah.
Endri Sanopaka.SSos,Calon DPD RI
Optimis Raih Kursi Diantara Terbatas Dana

Jika para caleg DPRD dan DPR RI bisa dapat dana kampanye dari bantuan partai,dana pribadi dan sumbangan pihak lain yang sah, namun para caleg DPD RI hanya punya sumber dana dari pribadi dan sumbangan pihak lain yang sah.Kondisi memang cukup berat dalam upaya meraih suara empat besar guna supaya melenggang ke Senayan.
Salah satu calon DPD RI asal Kepri,Endri Sanopaka S.Sos yang berebut suara dengan 27 orang calon DPD lainnya, mengaku membiayai seluruh pencalonannya dengan dana pribadi serta didukung oleh keluarga. Artinya dosen muda yang mengajar Ilmu Adm Publik Fisip Umrah ini tidak menerima sumbangan dari pihak lain.

Jika para caleg DPRD dan DPR RI bisa dapat dana kampanye dari bantuan partai,dana pribadi dan sumbangan pihak lain yang sah, namun para caleg DPD RI hanya punya sumber dana dari pribadi dan sumbangan pihak lain yang sah.Kondisi memang cukup berat dalam upaya meraih suara empat besar guna supaya melenggang ke Senayan.
Salah satu calon DPD RI asal Kepri,Endri Sanopaka S.Sos yang berebut suara dengan 27 orang calon DPD lainnya, mengaku membiayai seluruh pencalonannya dengan dana pribadi serta didukung oleh keluarga. Artinya dosen muda yang mengajar Ilmu Adm Publik Fisip Umrah ini tidak menerima sumbangan dari pihak lain.
Langganan:
Postingan (Atom)
Sang Kuli Tinta


