Minggu, 30 Mei 2010

Melongok Aktivitas Ramadhan di Mesjid Penyengat

Abdul Karim mempersiapkan minuman buka puasa
Siang itu Jumat,28 Agustus 2009 adalah Jumat pertama di bulan puasa. Tras mencoba melongok aktivitas Ramadhan di Pulau Penyengat, tepatnya di Mesjid Sultan Riau. Siang itu usai kaum pria melaksanakan ibadah sholat Jumat, Tras bertemu dengan salah seorang pengurus mesjid, Abdurrahman.

Pria berusia 60 tahun itu baru saja hendak keluar dari mesjid.Namun, ketua 2 mesjid itu bersedia diajak berbincang-bincang seputar aktifitas Ramadhan di mesjid tersebut.

Ia mengatakan, seperti mesjid-mesjid lainnya di Tanjungpinang, awal puasa mesjid tersebut selalu penuh dengan umat yang beribadah sholat tarawih. Mesjid yang berkapasitas 300 orang itu,r amai sejak berbuka hingga tarawih bahkan tadarusan.

Surat Tatik untuk Almarhum Suami

Suryatati A.Manan dengan sejumlah pendukung acara peluncuran bukunya

Suryatati A Manan melimpahkan kerinduannya pada alm suami tercinta melalui sebuah buku kumpulan puisi berjudul "Surat untuk Suami".Tidak hanya kerinduan pada sang suami,tapi juga untuk kedua orang tuanya yang juga sudah meninggal dunia.Selain itu buku setebal 76 halaman itu juga berisikan perasaan-perasannya kepada orang-orang yang disayanginya,seperti anak,cucu,kakak dan sahabat.

Magnet Kursi PNS Antara Pengabdian dan Jaminan Hidup

Menjadi pegawai negeri sipil (PNS),sejak beberapa tahun terakhir menjadi impian dan harapan bagi para pencari kerja,bahkan bagi mereka yang sudah bekerja dan atau masih menuntut ilmu.Jumlah gaji PNS yang naik setiap tahun sejak beberapa tahun terakhir, serta berbagai tunjangan yang mereka terima,seakan menjadi magnet untuk mereka berlomba-lomba guna meraih sebuah kursi di instansi dan kantor pemerintahan.(insert: Standar Gaji PNS)

Minggu, 21 Februari 2010

Bofet Pak Haji Eksis dengan Nasi Goreng yang Melegenda



Bagi warga Tanjungpinang yang hobi berwisata kuliner, salah satu tempat makan favorit adalah Bofet Pak Haji.Bofet makan yang menyediakan aneka makanan tersebut sudah dikenal luas dengan nasi gorengnya yang punya rasa khas nan kaya rempah.Tak heran jika tempat makan tersebut selalu ramai dikunjungi pembeli,khususnya pelanggan setia.

Ummi Laundry


Sukses Berawal dari Mesin Cuci Pinjaman

Membuka usaha tidak harus selalu dimulai dengan kelengkapan berbagai pendukung apalagi modal uang.Yang penting adalah niat dan keseriusan untuk memulai usaha tersebut.Karena ketika kemauan itu sudah ada ,jalan untuk melanjutkan niat itu selalu akan terbuka.Setidaknya filosofi itulah yang dijalankan dan dibuktikan oleh Raja Hanafi,pemilik usaha Ummi Laundry.

Epok-epok Bang Khalish



Selama ini penganan epok-epok identik dengan makanan kampung.Sebuah penganan yang biasa dibuat kaum ibu sebagai makanan kecil dalam keluarga,acara arisan atau di jual di kedai-kedai penitipan kue.Rasa kue yang berbahan dasar tepung ini biasanya tergantung pada isinya yang umumnya rasa keledek dan abon ikan manis atau pedas.

Minggu, 06 September 2009

Said Hamzah Pribadi Low Profile yang Mencatat Sejarah


Penasaran lebih dekat dengan sosok Said Hamzah yang di dalam buku Tanjungpinang Kota Bestari,terbitan Pemko Administratif Tanjungpinang tahun 1997 disebutkan sebagai anggota Panitia 17,yang berperan dalam pembubaran Dewan Riau pada tahun 1950,Tras mencoba kembali menyambangi kediamannya,esok hari,Kamis (20/8).

Aswandi Syahri Sejarahwan Penyelamat Arsip dan Photo Lama


Bermula dari pendidikannya di perguruan tinggi pada Fakultas Sastra jurusan sejarah, Aswandi Syahri mulai menekuni penelitian dan penyelamatan benda-benda sejarah,khususnya dalam bentuk tulisan/naskah dan photo.Saat ini di rumahnya tersimpan ratusan koleksi naskah lama yang punya sejarah penting bagi perjalanan awal mula Tanjungpinang, selain beberapa diantaranya dipajang di Museum Sultan Badrul Alamsyah Tanjungpinang.

Bernostalgia di Museum Sultan Badrul Alamsyah


Kota Tanjungpinang sebagai salah satu kota tua di Kepri tentu punya banyak kenangan akan sebuah perjalanan sejarah di masa lalu.Berbagai kenangan itu bisa berbentuk benda, seperti peralatan makan, perhiasan,alat penangkap ikan,alat perang,hiasan rumah, perlengkapan pengantin serta foto-foto pada masa lalu.Kini semua kenangan itu bisa dikenang kembali oleh mereka yang pernah melalui suatu masa atau mereka yang belum pernah, di Museum Sultan Badrul Alamsyah.

Minggu, 21 Juni 2009

Membangkit Bakat Terpendam Wanita Gali Potensi Lewat Puisi



Semula Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB (BP2KB) KotaTanjungpinang hanya berniat mengadakan Lomba Menulis dan Membaca Puisi bagi kaum wanita, dalam rangka peringatan Hari Kartini 2008.Memang tujuan pelaksanaan lomba yang ditaja 15-16 Mei 2009 itu, selain untuk memberikan kesempatan wanita dalam berkreatifitas juga untuk menggali potensi wanita dalam berpuisi.

Rabu, 18 Maret 2009

Ketika Sang Suami Melayani Istri

Selama ini mungkin identik istilah kalau istri adalah pelayan suami dari dapur,sumur dan kasur.Sebuah istilah yang sangat tidak lagi cocok dengan kondisi zaman sekarang, meski tetap sang suami adalah pemimpin keluarga.Tapi bukan berarti seorang pemimpin tidak bisa juga turut melayani ?!Pemimpin yang merasa harus menjadi orang yang selalu dihormati, selalu dilayani dan tidak peduli dengan orang yang telah melayani,mungkinkah itu seorang pemimpin sejati ?

Senin, 16 Maret 2009

"Harga" Sebuah Kursi Legislatif


Ibarat sebuah pesta besar, Pemilu Legislatif 2009 telah dan akan terus menghabiskan dana yang sangat banyak hingga masa pencontrengan 9 April mendatang.Baik dari anggaran yang dikeluarkan pemerintah untuk keperluan operasional Pemilu melalui Komisi Pemilihan Umum (KPU) pusat dan daerah, hingga dana yang dikeluarkan oleh partai peserta pemilu dan caleg sendiri.Sebagai gambaran KPUD Tanjungpinang saja mengajukan anggaran kepada pemerintah daerah kurang lebih Rp 3 M. Jumlah yang sepadan guna suksesnya pemilihan wakil rakyat yang nantinya menjadi sinergi pemerintah dalam membangun daerah.

Endri Sanopaka.SSos,Calon DPD RI

Optimis Raih Kursi Diantara Terbatas Dana

Jika para caleg DPRD dan DPR RI bisa dapat dana kampanye dari bantuan partai,dana pribadi dan sumbangan pihak lain yang sah, namun para caleg DPD RI hanya punya sumber dana dari pribadi dan sumbangan pihak lain yang sah.Kondisi memang cukup berat dalam upaya meraih suara empat besar guna supaya melenggang ke Senayan.

Salah satu calon DPD RI asal Kepri,Endri Sanopaka S.Sos yang berebut suara dengan 27 orang calon DPD lainnya, mengaku membiayai seluruh pencalonannya dengan dana pribadi serta didukung oleh keluarga. Artinya dosen muda yang mengajar Ilmu Adm Publik Fisip Umrah ini tidak menerima sumbangan dari pihak lain.

Usaha Printing Diserbu Caleg


Salah satu sosialisasi nama dan nomor urut caleg yang efektif adalah melalui atribut, seperti spanduk, baliho dan poster.Tak mengherankan jika usaha pembuatan atribut itu laris manis diserbu para caleg dan parpol.Seperti usaha printing digital ekspres Mandiri Reklame di Tanjungunggat yang kebanjiran order sejak April 2008 lalu hingga sekarang.Dari biaya pembuatan atribut ini saja sudah bisa dilihat besarnya dana yang harus dikeluarkan setiap caleg.

Hj Lisnawati,Pemilik Toko Sintia Busana

Terjun ke Bisnis Karena Orang Tua Tunggal

Menjadi seorang wanita yang terjun ke dunia usaha dan bisnis, tidak pernah dibayangkan sebelumnya oleh Hj Lisnawati.Meskipun berasal dari Sumatera Barat yang biasanya dikenal punya jiwa dagang, tapi ia malah mengaku tidak pernah bercita-cita menjadi pedagang.Namun, kondisi menjadi terbalik ketika ia harus memutuskan menjadi orang tua tunggal bagi empat orang anaknya.Dunia yang jauh dari pikirannya malah menjadi tumpuan hidupnya, demi menghidupi kekuarga dan mengantarkan anak-anaknya meraih sarjana.Hasilnya dua orang anaknya sudah sarjana, satu orang sedang menyusun skripsi di Universitas Trisakti dan yang bungsu masih sekolah.

Hj Syahniar Usman,Anggota DPRD Kepri

Disiplin, Seimbang Karir dan Keluarga

Meskipun saat ini ia tinggal berdua dengan suami Ir.H Usman Draman, tapi bukan berarti Hj Syahniar Usman lebih mementingkan karirnya sebagai seorang politisi dan anggota DPRD Kepri.Kepentingan keluarga seperti mengurus rumah tangga,suami serta berkomunikasi dengan anak dan cucu tetap ia prioritaskan.

Wanita kelahiran Pulau Penyengat 3 Februari 1949 ini, punya kunci dalam keberhasilannya menyeimbangkan karir dan keluarga, yakni disiplin.Dididik oleh kedua orang tua yang punya dasar disiplin tinggi, mau tak mau sejak kecil ibu tiga orang anak ini sudah terbiasa dengan sikap positif itu.

Ayo Raih Kembali Adipura


Tahun 2008 lalu bisa dikatakan meninggalkan pengalaman buruk bagi Kota Tanjungpinang, karena kota ini tidak meraih Adipura.Padahal penghargaan dalam bidang kebersihan dan kehijauan kota itu selalu diperoleh sejak tahun 2004.Bahkan kota ini terkesan mengalami kemunduran dibandingkan dengan Kota Batam yang semula mendapat predikat kota terkotor pada tahun 2007, bisa membuktikan meraih Adipura tahun 2008.

Minggu, 22 Februari 2009

Ratna Sari Dewi :Perempuan yang Memahami Perempuan


Ibu adalah jantung keluarga. Ia mempunyai banyak peran dalam sebuah bahtera rumah tangga. Ibu tentu memang bukan kepala keluarga, tetapi kondisi keluarga tergantung kondisi ibu. Tapi, bagaimana seorang ibu yang berperan ganda? Sebagai ibu sekaligus kepala sebuah keluarga?
Pahlawan. Barangkali gelar inilah yang pantas disandang Ratna Sari Dewi. Minimal dalam kesehariannya sebagai ibu rumah tangga dan sebagai perempuan yang aktif di berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan di Kota Tanjungpinang.

Sapuan, Waria Keibuan, Ibu Sejati Bagi Anak

Sapuan,waria yang punya dua anak asuh

Dimana saja nyaris waria selalu diabaikan, tidak dianggap di lingkungan tempat tinggal bahkan keluarga serta sulit untuk bersosialisasi di luar lingkungan mereka.Tapi, lain halnya dengan Sapuan, seorang waria di Tanjungpinang yang ternyata mempunyai nasib lebih baik dari teman-temannya sesama waria.

Sapuan, waria kelahiran Sedanau 40 tahun silam ini bisa dikatakan waria yang beruntung.Ia bisa hidup normal dan diterima di tengah keluarga, lingkungan tempat tinggal dan masyarakat. Bahkan ia bisa berbahagia dan mengabdikan hidupnya demi kebahagiaan dua orang anak angkatnya.

Buka Mata dan Hati untuk Gender Ketiga

Istilah waria, wadam, banci atau bencong sudah lama diketahui masyarakat, namun saat ini ada istilah lain yang mulai terdengar yakni gender ketiga. Seperti diketahui istilah gender selama ini hanya diperuntukan bagi persamaan kedudukan antara pria dan wanita, sehingga karena ada jenis manusia yang mempunyai pribadi unik, waria mulai disebut-sebut sebagai gender ketiga.

Namun,upaya mencari persamaan hak sebagai genderketiga khususnya status sosial dalam kehidupan masyarakat, belum sepenuhnya mereka dapatkan.Bahkan selama ini mereka menjadi kelompok minoritas yang terpinggirkan, dipandang sebelah mata bahkan juga sering dihina.

TULISAN DALAM BLOG INI ADALAH BERITA MENTAH HASIL LIPUTAN SAYA

Sang Kuli Tinta

Sang Kuli Tinta