<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5475425510382588459</id><updated>2011-07-07T17:04:51.629-07:00</updated><category term='laput'/><category term='umum'/><category term='ekbis'/><category term='profil'/><category term='buku'/><category term='Usaha'/><category term='PUAN'/><category term='Politik'/><category term='Opini'/><category term='Pemko'/><category term='Pemprov'/><category term='Eksbis'/><title type='text'>BERITANYA INA</title><subtitle type='html'>DARI KATA MENJADI KALIMAT AKHIRNYA BERBENTUK SEBUAH BERITA</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://berita-ina.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Ruziana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/S0ChSVj2nZI/AAAAAAAAAaQ/o-CYmETepwE/S220/Snapshot_20091228_3.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>42</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5475425510382588459.post-3916954849372887042</id><published>2010-05-30T10:46:00.000-07:00</published><updated>2010-05-30T10:53:28.331-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='profil'/><title type='text'>Melongok Aktivitas Ramadhan di Mesjid Penyengat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/TAKlGX7CgbI/AAAAAAAAAcY/L91iWq0xHw8/s1600/IMG00075.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/TAKlGX7CgbI/AAAAAAAAAcY/L91iWq0xHw8/s320/IMG00075.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5477121625755386290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Siang itu Jumat,28 Agustus 2009 adalah Jumat pertama di bulan puasa.Tras mencoba melongok aktivitas Ramadhan di Pulau Penyengat,tepatnya di Mesjid Sultan Riau.Siang itu usai kaum pria melaksanakan ibadah sholat Jumat,Tras bertemu dengan salah seorang pengurus mesjid,Abdurrahman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria berusia 60 tahun itu baru saja hendak keluar dari mesjid.Namun,ketua 2 mesjid itu bersedia diajak berbincang-bincang seputar aktifitas Ramadhan di mesjid tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan,seperti mesjid-mesjid lainnya di Tanjungpinang,awal puasa mesjid tersebut selalu penuh dengan umat yang beribadah sholat tarawih.Mesjid yang berkapasitas 300 orang itu,ramai sejak berbuka hingga tarawih bahkan tadarusan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Ya,awal-awal puasa memang ramai.Tapi,seperti di mesjid-mesjid lainnya pertengahan ramadhan hingga akhir,ya mulai sepi," tuturnya getir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan untuk aktifitas sholat jumat,Ketua RT 001 RW 04 Kelurahan Penyengat ini mengaku tetap ramai.Bahkan jemaah sholat hingga pelataran yang memang dicadangkan jika jemaah melimpah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tras mencoba melongok sebentar ke dalam mesjid.Hanya ada beberapa orang jemaah perempuan yang hendak sholat zuhur dan anak-anak yang juga hendak sholat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdurrahman mengaku jika siang hari,mesjid itu hanya menjadi tempat sholat dan itikaf sejumlah orang.Tak ada kegiatan khusus yang diadakan untuk terus meramaikan mesjid tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun,yang uniknya mesjid tersebut menyediakan makanan berbuka bagi pengunjung dan jemaah yang hendak beribadah malam hari di mesjid itu.Makanan dan minuman dibiayai oleh kas mesjid,yang mana perhari dibutuhkan dana sebesar Rp 400 ribu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita menyediakan 200 keping kue,makanan seperti bubur dan minuman seperti teh dan kopi susu," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kue dan makanan itu diurus oleh masing-masing RT yang ditunjuk.Sedangkan minuman dibuat oleh pengurus mesjid.Besarnya dana yang dibutuhkan untuk pengadaan makanan dan minuman tersebut,berasal dari sumbangan donatur dan dermawan,dari dalam maupun luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Alhamdulillah,selalu ada yang menyumbang dalam jumlah besar.Sehingga bisa digunakan untuk menyiapkan makanan dan minuman berbuka puasa di mesjid ini," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ramadhan ini,Mesjid Sultan Riau Penyengat sedikit berbenah dengan membangun kamar kecil dan tempat berwuduk baru.Hal ini mengingat tempat berwudhu bagi pria dan wanita yang lama sudah tidak layak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjawab jumlah kunjungan jemaah ke mesjid itu selama bulan puasa dan hari-hari biasa.Abdurrahman mengaku kurang tahu."Kalau sabtu dan minggu biasanya ramai.Tapi jumlah pastinya saya tidak tahu," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdul Karim Ingin Sampai Hayat di Mesjid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara sejumlah nama pengurus Mesjid Sultan Riau Penyengat,ada nama Abdul Karim.Pria yang masih tampak sehat di usia 79 tahun itu bisa dikatakan adalah bagian umum di mesjid tersebut.Selain bertugas sebagai petugas kebersihan,ia juga merangkap sebagai bilal,wakil imam dan tukang pukul beduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus di bulan puasa ini,pria bertubuh kecil itu yang menyiapkan minuman teh dan kopi susu hangat untuk jemaah yang hendak berbuka dan beribadah di mesjid itu.Siang itu,ia tampak sedang sibuk di sebuah bangunan kecil yang terletak di bagian depan samping kiri mesjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata sejak pukul 2 siang,ia sudah menyiapkan satu ketel teh susu dan satu ketel kopi susu hangat.Untuk masing-masing minuman tersebut dibutuhkan 3 kaleng susu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uniknya,agar minuman itu tetap hangat hingga waktu berbuka,pensiunan dinas pendidikan itu membungkusnya dengan kain berlapis-lapis."Ini lebih bagus daripada menggunakan termos,yang hanya tahan sebentar panasnya," jelas pria ramah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria yang sudah ditinggal meninggal istrinya tersebut mengaku sudah biasa mengurus mesjid tersebut sejak remaja.Bahkan,ia nyaris tiap hari tidur di mesjid itu.Waktu itu di tahun 50 an,mesjid penyengat masih sepi atau belum dikunjungi oleh wisatawan.Bahkan mesjid itu terkesan terabaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Waktu itu kami bersama-sama kawan-kawan yang suka tidur dan mengurus mesjid ini," kenangnya.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/TAKlp5LQSDI/AAAAAAAAAcg/NiXruOcxM2U/s1600/IMG00080.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/TAKlp5LQSDI/AAAAAAAAAcg/NiXruOcxM2U/s320/IMG00080.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5477122235977189426" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ketika ia mendapatkan pekerjaan di dinas pendidikan,bapak dua anak ini tetap rajin ke mesjid itu.Namun,ia tidak fokus mengurusnya.Barulah sejak 6 tahun terakhir ia benar-benar kosentrasi mengurus mesjid tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Namanya sejak kecil kita sudah akrab dengan mesjid ini,jadi panggilan hati tidak bisa ditolak.Jadi saya kembali mengurusi mesjid ini hingga akhir hayat nanti," tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mendapatkan tugas tiap dua hari sekali bergantian dengan rekannya.Jika tidak sedang bertugas mengurus mesjid ia kembali ke rumahnya yang masih dekat mesjid.Atau ia pergi menjenguk anak cucunya di Batam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pokoknya saya merasa senang mengurus dan tinggal di mesjid ini.Malah anak-anak saya melarangpun saya tidak mau," alasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan uang pensiun sebesar Rp 1,1 juta bisa dikatakan melebihi honornya sebagai pengurus mesjid.Namun,ia mengaku tidak melihat imbalan,karena semua ia lakukan dengan niat tulus mengurus rumah Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditanya dukanya,ia mengaku tidak ada.Sedangkan sukanya ia mengaku setiap hari selalu suka dan senang."Saya mendapatkan banyak kenalan dan teman.Itu adalah hal yang membahagiakan," cetusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalaupun ada dukanya paling jika ada pengunjung yang masuk mesjid,terus berfoto-foto tanpa izin.Padahal sudah ada larangan dan seolah-olah mereka tidak peduli dengan kita sebagai pengurus.Itu saja," imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keikhlasan dan hati yang sudah tertambat di mesjid itulah,yang membuat Abdul Karim masih segar di usia yang seharusnya membuat tubuhnya ringkih."Ikhlas,tertawa dan tidak banyak pikiran itu saja kuncinya," jawabnya tentng rahasia panjang umur dan sehat.**INA&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5475425510382588459-3916954849372887042?l=berita-ina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berita-ina.blogspot.com/feeds/3916954849372887042/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2010/05/melongok-aktivitas-ramadhan-di-mesjid.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/3916954849372887042'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/3916954849372887042'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2010/05/melongok-aktivitas-ramadhan-di-mesjid.html' title='Melongok Aktivitas Ramadhan di Mesjid Penyengat'/><author><name>Ruziana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/S0ChSVj2nZI/AAAAAAAAAaQ/o-CYmETepwE/S220/Snapshot_20091228_3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/TAKlGX7CgbI/AAAAAAAAAcY/L91iWq0xHw8/s72-c/IMG00075.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5475425510382588459.post-4784069848061396488</id><published>2010-05-30T10:40:00.000-07:00</published><updated>2010-05-30T10:46:11.347-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='buku'/><title type='text'>Surat Tatik untuk Almarhum Suami</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/TAKjoEBXbaI/AAAAAAAAAcQ/ehcO64NUUvw/s1600/bareng2.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 236px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/TAKjoEBXbaI/AAAAAAAAAcQ/ehcO64NUUvw/s320/bareng2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5477120005505510818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Surat Tatik untuk Almarhum Suami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suryatati A Manan melimpahkan kerinduannya pada alm suami tercinta melalui sebuah buku kumpulan puisi berjudul "Surat untuk Suami".Tidak hanya kerinduan pada sang suami,tapi juga untuk kedua orang tuanya yang juga sudah meninggal dunia.Selain itu buku setebal 76 halaman itu juga berisikan perasaan-perasannya kepada orang-orang yang disayanginya,seperti anak,cucu,kakak dan sahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul buku Surat untuk Suami dari buku ketiganya itu diambil dari judul puisi yang sama.Dalam puisi ke 130 tersebut Tatik panggilan akrabnya dengan jelas menyatakan perasaan terdalamnya pada almarhum suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan lugas dan jelas,ia menyampaikan jika ia rindu untuk mengadu tentang berbagai hal sejak ditinggal pergi oleh sang suami.Bagaimana ia merindukan saat bersama sang suami dalam senang dan duka.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Seperti yang tergambar dalam bait puisi :&lt;br /&gt;Berbagai peristiwa pahit setelah kita berjauhan&lt;br /&gt;Membuat aku semakin tua dan larat&lt;br /&gt;Menghadapi sendiri&lt;br /&gt;Dikala aku tertawa gembira&lt;br /&gt;Membuat aku semakin kuat ingat padamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya itu,Tatik juga menyampaikan bagaimana ia menyatakan kesetiaanya pada almarhum sang suami,dan belum berniat untuk mencari pengganti.Seperti dalam bait puisi :&lt;br /&gt;Tapi,engkau tak usah ragu&lt;br /&gt;Sampai hari ini Aku belum berniat untuk mencari pengganti&lt;br /&gt;Kata-katamu masih terngiang sampak sekarang&lt;br /&gt;"Kalau aku mati,aku tak rela awak tu kawin lagi"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;32 judul puisi dalam buku tersebut juga dilengkapi dengan foto-foto pendukung.Uniknya,foto-foto pendukung setiap puisi tersebut juga dilengkapi foto kenangannya bersama sang suami dan keluarganya.Bahkan,pembaca bisa tahu lebih jauh tentang keluarganya dan masa kecil hingga remaja serta menikah dari galeri foto yang ada dalam buku tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca isi buku yang diterbitkan oleh Yayasan Panggung Melayu itu,membuat pembaca akan ikut larut dengan perasaan Suryatati.Hal ini bisa terjadi untuk semua puisi,seperti puisi "Detik-detik terakhir,Do'a seorang ibu,Emak,Idul Fitri 2007,Kakakku,Kasih,Rindu Emak,Bapakku dan masih yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara tidak langsung buku tersebut bagaikan sebuah autobiografi Tatik,namun ditulis dalam bentuk puisi.Pembaca akan ikut hanyut bahkan bisa meneteskan air mata,ketika membaca kalimat demi kalimat ungkapan hatinya yang paling dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mualaikum ww. Trims atas apresiasinya untuk buku puisi surat untuk suami. Buku itu memang punya kenangan khusus buat saye .Begitu buku itu selesai dicetak saye betul-betul merasa lega, karena ini merupakan kenangan yang tak terlupakan dalam perjalanan hidup.Sekaligus berbagi rasa dengan kaum ibu atau perempuan atau isteri atau anak bagaimana rasanya kalau orang-orang yang kita sayang pergi disaat kita belum dapat membalas kasih sayangnya dengang maksimal. Trims sekali lagi atas dukungannya na," begitu komentar Suryatati kepada Ruziana dari Tras melalui pesan pribadi di Facebook.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pengantar buku tersebut,Tatik mengatakan jika bukunya yang diterbitkan Maret 2009 itu,bisa dikatakan adalah puisi keluarga.Karena sebahagian besar isinya mengungkapkan sejumlah perasaan kepada :&lt;br /&gt;1.Perasaan terdalam seorang perempuan (istri) setelah ditinggal pergi untuk selama-lamanya oleh sang suami,yang selama ini dalam susah dan senang&lt;br /&gt;2.Menggambarkan rasa empati seorang ibu,terhadap situasi dan kondisi yang dialami anak-anaknya.&lt;br /&gt;3.menceritakan kenangan seorang anak terhadap kedua orang tua,yang sangat disayanginya dan menyayanginya.&lt;br /&gt;4.Mengingatkan seorang adik kepada kakak semata wayangnya,yang sangat sederhana cara hidupnya dan tak banyak krenah.&lt;br /&gt;5.Melukiskan juga rasa senang dan sedih dari dua orang cucu,ketika salah satunya mendapat sepeda baru***INA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5475425510382588459-4784069848061396488?l=berita-ina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berita-ina.blogspot.com/feeds/4784069848061396488/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2010/05/surat-tatik-untuk-almarhum-suami.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/4784069848061396488'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/4784069848061396488'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2010/05/surat-tatik-untuk-almarhum-suami.html' title='Surat Tatik untuk Almarhum Suami'/><author><name>Ruziana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/S0ChSVj2nZI/AAAAAAAAAaQ/o-CYmETepwE/S220/Snapshot_20091228_3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/TAKjoEBXbaI/AAAAAAAAAcQ/ehcO64NUUvw/s72-c/bareng2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5475425510382588459.post-8550398510474386595</id><published>2010-05-30T10:33:00.000-07:00</published><updated>2010-05-30T10:36:52.191-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='laput'/><title type='text'>Magnet Kursi PNS Antara Pengabdian dan Jaminan Hidup</title><content type='html'>Menjadi pegawai negeri sipil (PNS),sejak beberapa tahun terakhir menjadi impian dan harapan bagi para pencari kerja,bahkan bagi mereka yang sudah bekerja dan atau masih menuntut ilmu.Jumlah gaji PNS yang naik setiap tahun sejak beberapa tahun terakhir, serta berbagai tunjangan yang mereka terima,seakan menjadi magnet untuk mereka berlomba-lomba guna meraih sebuah kursi di instansi dan kantor pemerintahan.(insert: Standar Gaji PNS)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak heran,jika setiap ada informasi penerimaan CPNS baik untuk formasi daerah maupun pusat,ribuan pencari kerja antusias untuk mengikutinya.Bahkan ada yang rela mencari formasi PNS keluar daerah asal bahkan daerah pemekaran baru,supaya peluang kelulusan lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya itu,mereka yang semula sudah punya pekerjaan tetap pun,juga antusias ikut tes CPNS.Berbagai alasan mereka,seperti mendapatkan jaminan hari tua,kerja yang santai,gengsi keluarga dan lainnya.(Baca insert : Mengapa Memilih  PNS?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya itu,bahkan ada yang rela merogoh kocek demi mendapatkan sebuah kursi PNS.Ada yang "berhasil" mendapatkannya kursi itu,tapi ada yang harus rela kehilangan uang puluhan juta rupiah, karena tertipu oleh oknum-oknum yang memanfaatkan ambisi besar mereka untuk bisa menjadi aparatur pemerintah. (baca insert : Tertipu calo PNS)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan ada yang mencari jalur lain untuk bisa dapat status sebagai PNS,yakni melalui jalur tenaga hononer.Meski sejak tahun 2007 adalah batas waktu pendataan tenaga honorer yang bisa menjadi PNS tanpa melalui tes,tapi ternyata masih ada juga yang hingga saat ini mencoba jalur itu.Berharap ada kebijakan lagi oleh pemerintah,sehingga status hononer mereka dengan mudah menjadi PNS.(Baca insert : Berharap Dari Status Hononer)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;Tahun 2009 ini,pemerintah kembali membuka formasi CPNS,baik untuk pusat maupun daerah.Tak terkecuali di Kepri yang mempunyai enam kabupaten dan kota. Pembukaan CPNS yang diikuti oleh ribuan pencari kerja maupun yang sudah bekerja. Bahkan pada 12 Desember 2009 ini sudah diumumkan mereka yang lulus tes tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang lulus tentu berbagai wujud syukur diucapkan,tapi bagi mereka yang tidak lulus,selain keikhlasan ternyata ada berbagai prasangka yang ditujukan kepada pemerintah daerah,khususnya pejabat terkait.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya sebanyak 616 pelamar CPNS di lingkungan Pemko Tanjungpinang telah mengikuti tes tertulis pada 25 November lalu.Lokasi tes tertulis diadakan di di beberapa sekolah seperti, di SMK 1, SMK 2, SMA 2 dan SMP 4 Tanjungpinang.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang diungkapkan oleh Kepala BKD Kota Tanjungpinang, Suyatno, jumlah keseluruhan pelamar yang menyampaikan berkas lamarannya berjumlah 2.309 orang. Dari seleksi administratif, ternyata yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti ujian tertulis hanya sebanyak 1.533 orang pelamar. Dari 1.533 pelamar tersebut, hanya 616 orang yang mendaftar ulang dan 915 pelamar tidak mendaftar ulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Formasi CPNS yang dibutuhkan oleh Pemko Tanjungpinang sendiri berjumlah 166 orang.Sebelumnya ditargetkan 340 formasi, ditambah 78 honorer database. Namun karena terjadi penurunan dana alokasi umum,jumlah formasi itu harus dikurangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan untuk Kabupaten Bintan,seperti yang katakan Sekretaris BKD Bintan, Riono,yang mengikuti ujian CPNS hanya hanya 2.352 peserta dari 2.669 yang melakukan pendaftaran. Sementara 317 lainnya tak hadir,” kata Sekretaris BKD Bintan, Riono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuota formasi CPNS yang dibutuhkan oleh Pemkab Bintan pada tahun 2009 ini berjumlah 396 orang. Terdiri dari tenaga guru sebanyak 193 orang , tenaga kesehatan 84 orang , dan tenaga teknis 118 orang.Pelaksanaan ujian tertulis CPNS Bintan dilaksanakan di empat tempat, diantaranya SMKN 3 Tanjungpinang, SMAN 1, dan gedung PSMTI Tanjungpinang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara untuk Kota Batam,total peserta tes tertulis berdasarkan yang lulus tes administrasi berjumlah 6.300 orang.Terdiri dari formasi teknis 3.327 orang,formasi guru 1.843 orang dan formasi untuk kesehatan 1.097 orang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk Kabupaten Lingga,peserta ujian tertulis CPNS diikuti oleh 1.319.Sebelumnya &lt;br /&gt;yang lulus administrasi berjumlah 1.514 orang dan yang tak mendaftar ulang 195 orang. Sedangkan formasi CPNS yang dibutuhkan untuk 2009 sendiri berjumlah 513 formasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lokasi pelaksanaan ujian di Lingga, diadakan di SMA Negeri 1 Lingga, SMP Negeri 1 Lingga, SD Negeri 01 Lingga, SDN 11 Lingga, SDN 12 Lingga dan SDN 16 Lingga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan untuk Provinsi Kepri sendiri,ujian tes tertulis diikuti oleh 3.112 peserta. Sebelumnya jumlah pelamar yang mendaftar ulang berjumlah 3.730.Namun pada hari H ada 618 orang yang tidak hadir.Sedangkan formasi yang dibutuhkan oleh Provinsi Kepri sendiri untuk tahun 2009 berjumlah 421 formasi.**INA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insert&lt;br /&gt;Mengapa Memilih PNS ?&lt;br /&gt;Setiap orang yang mencoba peruntungan menjadi PNS,mempunyai alasan berbeda-beda.Berikut diantaranya alasan sejumlah dari mereka yang berkeinginan menjadi aparatur pemerintah tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reza Fahlevi&lt;br /&gt;Karyawan swasta yang berprofesi sebagai wartawan salah satu media di Kota Batam, mengaku ikut dalam tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lingkungan Pemko Tanjungpinang yang berlangsung bulan November 2009. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tamatan tekniksipil salah satu universitas di Medan  beralasan ikut tes CPNS, untuk merubah nasib agar lebih baik dari sekarang.Karena pekerjaan sebagai karyawan swasta bisa dikatakan hanya tidak jauh di atas upah minimum yang ditetapkan pemerintah daerah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya  jika lulus dalam tes CPNS dan berhasil sebagai  PNS ,ia sangat berharap akan kehidupan akan semakin baik dan mapan. Mengingat jika bekerja sebagai PNS dipastikan mendapat jaminan hari tua  berupa pensiun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara jika tetap bekerja sebagai karyawan swasta ,maka masa depan belum bisa dipastikan  berkecukupan. Mengingat bekerja sebagai karyawan swasta  sewaktu waktu dapat diberhentikan ataupun berhenti akibat alasan  tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengakui juga mengalami suka dan duka saat mengikuti ujian CPNS.Seperti  mulai tahapan seleksi administrasi hingga berhasil mendapatkan nomor peserta dan mengikuti ujian tertulis. Bahkan sebelumnya ia harus  mengumpulkan segala persyaratan seleksi, mulai dari legalisir hingga foto copi surat-surat yang dibutuhkan.Bahkan hingga pelaksanaan ujian tertulis menemui soal yang rumit dan melelahkan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chairul&lt;br /&gt;Alumni SMAN 2 Tanjungpinang yang saat ini bekerja sebagai karyawan swasta di salah satu perusahaan di Kota Tanjungpinang, mengaku pernah sekali mengikuti tes CPNS namun  gagal. Alasannya mengikuti tes CPNS waktu itu, karena ia punya pandangan pemerintah senantiasa menaikkan gaji PNS  dari tahun  ketahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Rini&lt;br /&gt;Wanita yang bekerja di salah satu radio  swasta  yang ada di Kota Tanjungpinang,mengaku telah empat kali mengikuti tes CPNS,baik di Pemko Tanjungpinang,Pemkab Bintan dan Provinsi Kepri. Tahun ini,ia tidak lagi mengikuti tes karena usianya yang sudah tidak memadai lagi untuk bisa ikut tes CPNS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deci&lt;br /&gt;Wanita yang merupakan tenaga honorer di salah satu  kantor instansi di  lingkungan Pemko Tanjungpinang  ini, mengaku meskipun sudah bekerja sebagai tenaga honorer ia belum puas jika belum  berstatus sebagai PNS.  Mengingat gaji yang diterima sebagai PNS tentu lebih besar dibandingkan sebagai tenaga honorer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Deci, memiliki  pekerjaan sebagai  PNS adalah impian sebagian besar para pencari kerja. Hanya saja untuk diterima sebagai PNS butuh perjuangan. Bahkan kadangkal harus menuai kekecewan akibat tidak diterima  sebagai CPNS.  Rasa kekecewaan tersebut  mengakibatkan rasa malas untuk mengikuti tes CPNS tahun berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wisnu&lt;br /&gt;Alumni  SMA yang sekarang bekerja sebagai karyawan swasta  di salah satu perusahaan percetakan di Kota Tanjungpinang ini ,mengaku sudah  dua  kali  ikut dalam seleksi CPNS  yakni di Pemko Tanjungpinang dan Pemprov Kepri. Namun tetap saja belum berhasil lulus.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan  Wisnu mengikuti tes CPNS karena orang tua menginginkan dirinya bekerja sebagai PNS. Orang tua Wisnu  dengan status purna TNI tersebut beranggapan bekerja sebagai PNS akan memiliki masa depan cerah.  Karena gaji  PNS setiap tahun mengalami kenaikan, belum lagi ditambah tunjangan yang diberikan.  Selain itu bekerja sebagai PNS mendapat  kepuasan tersendiri, mengingat di mata masyarakat  kerja sebagai PNS  cenderung dianggap pekerjaan yang bagus dan terhormat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahyu  &lt;br /&gt;Meskipun  bekerja sebagai karyawan swasta  dan  mendapat gaji lumayan cukup besar, yakni diatas upah minimum yang  ditetapkan pemerintah karena menempati posisi jabatan yang cukup tinggi,tapi ia mengaku belum puas jika belum bekerja sebagai PNS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya bekerja sebagai PNS mendapat jaminan di masa tua, berupa  gaji pensiun.Disamping itu gaji PNS menggiurkan dari tahun ke tahun  karena selalu meningkat.  Pendapatnya jam kerja sebagai PNS sudah diatur sesuai ketentuan dan pekerjaan sebagai PNS memiliki resiko kerja lebih rendah dibandingkan bekerja  swasta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nur Komariah&lt;br /&gt; Istri  PNS di salah satu instansi pemerintah ini, mengaku telah menjalani sebagai guru honor  di sebuah yayasan yang ada di kota Tanjungpinang selama 28 tahun.  Meskipun berkeinginan kuat untuk menjadi PNS dan sempat mengikuti tes CPNS beberapa tahun lampau, namun hingga sekarang impian tersebut belum tercapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Nur,yang melatarbelakangi dirinya ingin menjadi PNS adalah masa depan sebagai PNS lebih jelas dibandingkan sebagai tenaga honor yayasan.  Karena jika bernaung dibawah yayasan,bergantung dengan kondisi yang ada.Jika yayasan tersebut masih mampu bertahan maka masih bisa mendapat pekerjaan. Namun jika yayasan  tutup, dipastikan  pekerjaan juga hilang dan mencari lagi pekerjaan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Meskipun hingga  memasuki usia senja belum berhasil sebagai PNS, namun kekecewaan tersebut hilang dengan diterimanya anaknya sebagai PNS di salah satu instnasi pemerintah di Pekanbaru baru-baru ini.  “Meskipun saya tidak berhasil sebagai PNS, namun saya bersyukur anak saya berhasil menjadi PNS,”ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali&lt;br /&gt;Tenaga honorer di lingkungan Pemko Tanjungpinang  sudah tercatat mengabdi selama puluhan tahun.  Meski  sudah mengabdi selama puluhan tahun Ali mengaku hingga saat ini belum diangkat sebagai PNS.  Meskipun  tidak berhasil sebagai PNS, namun Ali  tetap bersyukur  dan bekerja dengan senang hati sebagai tenaga honorer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Impian sebagai PNS adalah impian sebagian besar orang. Karena bekerja di bawah naungan pemerintah bisa menjamin penghidupan.Meskipun bekerja sebagai tenaga honorer selama puluhan tahun tidak masalah, yang penting bisa bekerja  di instnasi milik pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali mengaku bersyukur mendapat  pekerjaan sebagai tenaga honorer  meskipun hingga saat ini belum diangkat sebagai PNS. Dan dirinya tidak mampu berkata  mengapa dirinya tidak bisa menjadi PNS. Padahal, pernah didengarnya, bahwa mereka yang telah mengabdi sebagai tenaga honorer  sebelum tahun 2005 termasuk dalam data base dan akan menjadi PNS hingga batas 2009. ***Heni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insert : &lt;br /&gt;Tertipu Demi Status PNS&lt;br /&gt;Kenaikan gaji PNS yang rutin sejak beberapa tahun terakhir,serta sejumlah fasilitas tunjangan yang diberikan oleh pemerintah daerah maupun pudat,telah menggiurkan banyak orang untuk bisa mendapatkan status sebagai aparatur pemerintah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang memilih melalui jalan yang lurus untuk mendapatkan status itu,yakni melalui tes yang diadakan oleh pemerintah daerah.Namun,ada juga yang melalui calo dan oknum yang mengaku bisa menjadikan seseorang berstatus PNS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2005 lalu,masyarakat sempat dihebohkan dengan penipuan oleh salah seorang oknum  PNS di salah instansi di Kabupaten Bintan.Bendahara di dinas perhubungan itu telah menipu belasan orang yang berminat menjadi PNS.Belasan hingga puluhan juta uang mereka hilang begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini oknum PNS yang berjenis kelamin wanita itu harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di Lapas Tanjungpinang,bersama salah satu orang lainnya yang ikut terlibat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang korban,sebut saja namanya Rani mengaku terpaksa berhutang kepada orang tuanya.Karena uang yang dipinjamkan orang tuanya untuk menyogok oknum itu tidak bisa kembali."Saya harus mencicil uang orang tua saya hingga belasan tahun," tuturnya waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain lagi dengan korban lainnya,sebut saja namanya Linda yang harus menyesal seumur hidup karena rumah orang tuanya harus tergadai hanya untuk meloloskan dirinya menjadi PNS.Tapi semua itu hanya tinggal kenangan dan ia harus mencicil juga agar rumah orang tuanya tidak kena sita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru-baru ini tepatnya pada Oktober 2009 lalu,Polsekta Tanjungpinang Timur mengamankan seorang oknum CPNS golongan II di lingkungan Pemko Tanjungpinang. Oknum bernama Novendri itu ditangkap di kediamannya di Komplek Hang Tuah Permai,karena diduga telah menipu belasan orang untuk bisa menjadi pegawai honorer di lingkungan Pemko Tanjungpinang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penipuan itu dilakukan oleh pria kurus sejak April 2009. Kepada korbannya ia menjanjikan  bisa jadi honorer di Pemko Tanjungpinang, namun harus ada syaratnya,yakni memberikan sejumlah uang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari para korbannya,ia menerima uang berkisar Rp 3 juta sampai 15 juta.Total yang ia kumpulkan berjumlah Rp 115 juta. Aksi Novendri termasuk nekat namun menyakinkan.Karena ia bisa membuat korban percaya kepadanya.Hal itu disebabkan setelah menerima uang,pria ini membuat perjanjian di atas materai yang berisikan pernyataan bisa menjadikan mereka tenaga hononer paling lambat tiga bulan.Jika dalam waktu tersebut apa yang dijanjikan tidak dipenuhi,maka ia akan mengembalikan uang para korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyatanya,ketika masa waktu yang dijanjikan telah lewat,pekerjaan sebagai tenaga honorer juga belum didapatkan oleh para korban.Uang mereka pun tidak dikembalikan.Karena tidak terima dengan perlakuan Novendri,para korban kemudian melaporkannya ke polisi serta inspektorat daerah Tanjungpinang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini,pria yang baru beberapa bulan mereguk madu pernikahan itu harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.Sebab uang ratusan juta itu ia gunakan untuk berfoya-foya. Selain harus ditahan dan menjalani persidangan,ia juga dipecat sebagai CPNS di lingkungan Pemko Tanjungpinang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang diungkapan oleh Kabag Humas dan Protokoler Kota Tanjungpinang, Sujadi, bahwa sejak awal Oktober 2009, Inspektorat Kota telah menyerahkan SK pemecatan kepada Novendri karena kasus penipuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Novendri tercatat menjadi CPNS di Dinas Pekerjaan Umum sejak 2008 dan sudah menjalani latihan Pra Jabatan pada Juli 2008. Namun hingga SK pemecatan diterima, ia belum tercatat sebagai PNS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insert&lt;br /&gt;Berharap Aman Dari Status Honorer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan pemerintah melalui PP nomor 48/2005 junto PP 43/2007,tentang pengangkatan tenaga honorer menjadi pegawai negeri sipil,ternyata menggiurkan banyak orang untuk bisa melewati jalan aman tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Humas Badan Kepegawaian Negara di web resmi BKN, menjelaskan rekrutmen PNS dilakukan melalui dua jalur. Pertama melalui jalur pengangkatan tenaga honorer, kedua melalui jalur umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pengangkatan tenaga honorer menjadi CPNS, yang bersangkutan harus ada dalam database BKN dan memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 PP No 48 tahun 2005, yaitu: Tenaga honorer adalah seseorang yang diangkat oleh Pejabat Pembina Kepegawaian atau pejabat lain dalam pemerintahan untuk melaksanakan tugas tertentu pada instansi pemerintah atau yang penghasilannya menjadi beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk jalur umum, pengangkatan dilakukan melalui tes seleksi. Tenaga honorer yang tidak masuk ke dalam database, dapat mengikuti seleksi jalur umum sepanjang memenuhi persyaratan yang ditentukan, antara lain usia tidak lebih dari 35 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih menurut Humas BKN yang dikutip dari web resmi,prosedur pengangkatan honorer menjadi calon PNS, dimulai dengan pendataan yang dilakukan sejak November tahun 2005 sampai dengan Desember 2006. Data tersebut dikembalikan oleh BKN ke instansi pada 25 Maret 2005 untuk diverifikasi melalui uji publik dengan mengumumkannya ke publik apabila ada keberatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 30 Juni 2006 hasil verifikasi dikembalikan ke BKN dan ditetapkan sebagai data final. Pada Oktober 2006 setelah ditetapkan Menpan dan Kepala BKN, data final tersebut diserahkan kembali ke masing-masing instansi serta diumumkan juga melalui website BKN. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pengangkatan dilakukan sampai dengan tahun 2009 secara bertahap sesuai dengan formasi masing-masing instansi yang ditetapkan setiap tahun. Sedangkan data tenaga honorer yang mengundurkan diri/meninggal dunia tidak bisa digantikan oleh tenaga honorer yang lain, karena urutan data secara otomatis bergeser dari bawah ke atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai dengan tahun 2009, BKN berkonsentrasi pada penyelesaian pengangkatan tenaga honorer yang dibiayai APBN/APBD yang ada dalam database. Sedangkan untuk tenaga honorer non APBN/APBD hingga saat ini pemerintah belum mengeluarkan kebijakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi,kenyataannya sejak tahun 2006 hingga akhir 2009 ini masih ada yang mencoba menjadi hononer dan berharap bisa diangkat menjadi PNS tanpa harus melalui tes.Kenyataannya memang ambisi pencari kerja menjadi honorer direspon oleh sejumlah oknum di lingkungan instansi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang diakui oleh seorang tenaga honorer,sebut saja namanya Anto yang kini mengajar di salah satu sekolah dasar.Pria yang semula hanya wiraswasta ini telah menjadi guru honorer sejak tahun akhir 2007 lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria yang hanya lulusan SLTA ini,mengaku menjadi tenaga honorer setelah dibantu oleh seorang pegawai di dinas terkait dan tentunya oleh kepala sekolah.Padahal melihat ijazahnya yang hanya SLTA dan tidak ada pengalaman sebagai guru,pria ini tidak layak menjadi guru.Tapi,karena ada imbalan yang ia berikan,akhirnya ia menjadi tenaga guru honorer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya,uang yang diberikan kepada oknum itu tidak terlalu banyak.Hanya sebagai ucapan terimakasih saja.Dari pekerjaannya sebagai hononer,diakuinya memang jauh dari penghasilan sebagai wiraswsta.Karena ia hanya digaji oleh sekolah tempatnya mengajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi,karena keinginannya yang besar menjadi PNS suatu hari kelak,ia tetap bertahan  meski gaji sangat kecil dan dikatakan hanya cukup untuk beli bensin motornya."Yang membantu saya itu berjanji memasukan saya ke dalam database tenaga honorer,bahkan masa kerja saya dimundurkan," akunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya,tidak hanya dia sendiri yang melakukan hal serupa.Banyak rekan-rekannya yang melakukan hal yang sama.Bahkan kondisi itu seakan menjadi "ladang" bagi oknum yang mempunyai kewenangan menunjuk mereka sebagai tenaga honorer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya kalau ada uang tunjangan atau pelatihan,saya kadang diminta jatah oleh yang membantu saya," akunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala BKD Tanjungpinang,Suyatno yang pernah dikonfirmasi mengenai pengadaan tenaga honorer seperti kasus di atas,mengatakan bisa saja itu tenaga guru honorer tidak tetap yang dibayar oleh sekolah.Ia menegaskan,tenaga honor tidak tetap tidak digaji oleh APBD atau tanggungjawabnya oleh sekolah yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga dengan janji memasukan ke dalam database,ia mengatakan sangat tidak mungkin, karena pendataan berkas-berkas tenaga honorer sangat ketat dan tidak sembarangan.Apalagi yang bersangkutan masuk setelah tahun 2005.&lt;br /&gt;**INA/BKN.go.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insert &lt;br /&gt;Standar Gaji PNS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah berencana menaikkan gaji pokok pegawai negeri sipil (PNS) pada tahun 2010 sebesar rata-rata 5 persen. Selain itu, pemerintah juga akan menaikkan tunjangan secara signifikan kepada PNS di 12 departemen atau lembaga yang akan menjalankan program reformasi birokrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengacu pada Peraturan pemerintah Nomor 8 Tahun 2009 dengan Perubahan Kesebelas atas PP Nomor 7 tahun 1977 Tentang Peraturan Gaji PNS yang diterbitkan awal Januari 2009, pemerintah menetapkan gaji terendah dan tertinggi PNS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaji pokok PNS sendiri paling rendah sebesar Rp 1.040.00 untuk Golongan I a dengan masa kerja 0 tahun. Dan gaji pokok tertinggi sebesar Rp 3.400.000 bagi PNS golongan IV e dengan masa kerja 32 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaji pokok ini tidak termasuk tunjangan yang diberikan kepada PNS. &lt;br /&gt;Berikut ini perincian detail gaji PNS dari golongan terendah ke tertinggi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pegawai Golongan Ia dengan masa kerja 0 tahun sebesar Rp 1.040.000&lt;br /&gt;Pegawai Golongan Ia dengan masa kerja 4 tahun sebesar Rp 1.091.700&lt;br /&gt;Pegawai Golongan Ia dengan masa kerja 16 tahun sebesar Rp 1.262.700&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pegawai Golongan II a dengan masa kerja 0 tahun sebesar Rp 1.320.300&lt;br /&gt;Pegawai Golongan II b dengan masa kerja 5 tahun sebesar Rp 1.462.300&lt;br /&gt;Pegawai Golongan II b dengan masa kerja 15 tahun sebesar Rp 1.650.800&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pegawai Golongan II c dengan masa kerja 3 tahun sebesar Rp 1.487.600&lt;br /&gt;Pegawai Golongan II c dengan masa kerja 7 tahun sebesar Rp 1.561.600&lt;br /&gt;Pegawai Golongan II c dengan masa kerja 15 tahun sebesar Rp 1.720.700&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pegawai Golongan II d dengan masa kerja 3 tahun sebesar Rp 1.550.600&lt;br /&gt;Pegawai Golongan II d dengan masa kerja 7 tahun sebesar Rp 1.627.600&lt;br /&gt;Pegawai Golongan II d dengan masa kerja 15 tahun sebesar Rp Rp 1.793.400&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pegawai Golongan III a dengan masa kerja 0 tahun sebesar Rp 1.655.800&lt;br /&gt;Pegawai Golongan III a dengan masa kerja 4 tahun sebesar Rp 1.738.100&lt;br /&gt;Pegawai Golongan III a dengan masa kerja 10 tahun sebesar Rp 1.869.300&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pegawai Golongan IV a dengan masa kerja 0 tahun sebesar Rp 1.954.300&lt;br /&gt;Pegawai Golongan IV a dengan masa kerja 4 tahun sebesar Rp 2.051.400&lt;br /&gt;Pegawai Golongan IV a dengan masa kerja 10 tahun sebear Rp 2.206.200&lt;br /&gt;Pegawai Golongan IV a dengan masa kerja 32 tahun sebesar Rp 2.880.800&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara untuk pejabat eselon I, yaitu golongan IV d dan golongan IV e&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Golongan IV d dengan masa kerja 0 tahun sebesar Rp 2.212.900&lt;br /&gt;Golongan IV d dengan masa kerja 4 tahun sebesar Rp 2.322.900&lt;br /&gt;Golongan IV d dengan masa kerja 10 tahun sebesar Rp 2.498.200&lt;br /&gt;Golongan IV d dengan masa kerja 32 tahun sebesar Rp3.262.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Golongan IV e dengan masa kerja 0 tahun sebesar Rp 2.306.500&lt;br /&gt;Golongan IV e dengan masa kerja 4 tahun sebesar Rp 2.421.200&lt;br /&gt;Golongan IV e dengan masa kerja 10 tahun sebesar Rp 2.603.900&lt;br /&gt;Golongan IV e dengan masa kerja 32 tahun sebesar Rp 3.400.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak tahun 2006,pemerintah telah menaikan gaji PNS sebesar 15 persen. Hal yang sama juga dilakukan pada tahun 2007. Sedangkan pada tahun 2008 sebesar 20 persen pada 2008 dan sebesar 15 persen pada 2009. Dalam rentang waktu yang sama, pemerintah telah menaikkan tunjangan jabatan struktural sebesar 50 persen untuk jabatan eselon III, IV dan V dan sebesar 32,5 persen untuk eselon I dan II pada 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 2007, pemerintah kembali menaikkan tunjangan jabatan struktural sebesar 23,6 persen untuk eselon I, 32,5 persen untuk eselon II, 42,5 persen untuk eselon III, 52,5 persen untuk eselon IV dan 60 persen untuk eselon V.&lt;br /&gt;Sedangkan, kenaikan tunjangan fungsional diberikan sebesar 10 persen pada 2006 dan 20 persen pada 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbaikan gaji pokok dan tunjangan sepanjang 2005 - 2009 menyebabkan peningkatan kesejahteraan aparatur negara, dalam bentuk kenaikan take home pay pegawai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perinciannya, PNS dengan pangkat terendah (golongan I/a tidak kawin) meningkat dari Rp 674 ribu pada 2005 menjadi Rp 1,721 juta pada 2009. Bagi guru dengan pangkat terendah (golongan I/a tidak kawin) meningkat dari Rp 1 juta pada 2005 menjadi Rp 2,3 juta pada 2009. Sedangkan, bagi anggota TNI/Polri dengan pangkat terendah (tamtama) naik dari Rp 1,27 juta pada 2005 menjadi Rp 2,296 juta pada 2009**Ina dari berbagai sumber.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5475425510382588459-8550398510474386595?l=berita-ina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berita-ina.blogspot.com/feeds/8550398510474386595/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2010/05/magnet-kursi-pns-antara-pengabdian-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/8550398510474386595'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/8550398510474386595'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2010/05/magnet-kursi-pns-antara-pengabdian-dan.html' title='Magnet Kursi PNS Antara Pengabdian dan Jaminan Hidup'/><author><name>Ruziana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/S0ChSVj2nZI/AAAAAAAAAaQ/o-CYmETepwE/S220/Snapshot_20091228_3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5475425510382588459.post-1120606393987275147</id><published>2010-02-21T08:14:00.000-08:00</published><updated>2010-02-21T08:28:15.030-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Usaha'/><title type='text'>Bofet Pak Haji Eksis dengan Nasi Goreng yang Melegenda</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/S4Fe8idstlI/AAAAAAAAAbY/ZPM2Tns0v-k/s1600-h/suryana.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/S4Fe8idstlI/AAAAAAAAAbY/ZPM2Tns0v-k/s320/suryana.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5440734218976802386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi warga Tanjungpinang yang hobi berwisata kuliner, salah satu tempat makan favorit adalah Bofet Pak Haji.Bofet makan yang menyediakan aneka makanan tersebut sudah dikenal luas dengan nasi gorengnya yang punya rasa khas nan kaya rempah.Tak heran jika tempat makan tersebut selalu ramai dikunjungi pembeli,khususnya pelanggan setia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uniknya para pelanggan setia itu ternyata sudah biasa makan nasi goreng tersebut sejak mereka kecil.Tak jarang ketika mereka sudah dewasa,berdomisili di luar Tanjungpinang, Nasi Goreng Pak Haji -begitu sebutan akrab dari pelanggan-selalu menjadi makanan yang dirindukan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Kalau anak Tanjungpinang yang kuliah ke luar daerah,setiap pulang ke sini akan mampir ke bofet kami untuk menikmati nasi goreng.Bahkan,beberapa kali ada yang memesan nasi goreng untuk dibawa ke Jakarta,Bandung dan Tembilahan karena ada yang ngidam," tutur Suryana,SSos,pemilik dan pengelola Bofet Pak Haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suryana yang merupakan anak satu-satunya Alm H Nuswar atau yang dikenal dengan Pak Haji,adalah generasi kedua penerus usaha keluarga tersebut.Wanita cantik kelahiran 17 Mei 1967 itu,kini meneruskan usaha yang dirintis oleh almarhum bapaknya yang meninggal dunia tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri dari Hendra Arjuna,SH,MH tersebut menceritakan, usaha nasi goreng tersebut dirintis dari nol oleh alm bapaknya sekitar tahun 1975.Semula usaha itu menyewa tempat terbuka di Akau Jl Pos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketekunan alm bapaknya dalam mencoba berbagai bumbu yang pas untuk menciptakan rasa nasi goreng yang beda dengan nasi goreng umumnya,membuahkan hasil rasa nasi goreng yang khas seperti saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa yang khas,enak di lidah dan tidak membosankan membuat para pembeli menjadi pelanggan setia.Pelan tapi pasti usaha itu membawa peningkatan kehidupan keluarga.Pada tahun 1988 untuk pertama kalinya alm sang bapak bisa menunaikan ibadah haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sejak itulah bapak dipanggil pak haji dan nasi gorengnya dikenal dengan nasi goreng pak haji," kenang ibu dua orang anak ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha yang makin berkembang kemudian membuahkan hasil dengan pindah ke ruko milik sendiri di Jl. Pemuda sejak tahun 1992 sampai sekarang.Kemudian tahun 2002,Bofet Pak Haji buka cabang di  ruko milik pribadi juga di Jl.DI Panjaitan Km 9.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini bofet yang juga menjual soto padang,martabak mesir,mie rebus dan mie goreng,punya lebih 20 orang karyawan.Bahkan banyak tawaran agar dibuka cabang di daerah lain seperti Batam,Jakarta dan Malaysia.Namun keterbatasan tenaga yang mengawasi usaha itu nantinya,membuat Suryana tidak bisa menerima tawaran tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Alhamdulillah usaha yang dirintis alm bapak dari nol sudah membuahkan hasil,dan berkembang serta mengangkat kehidupan kami.Kalau mengenang masa sulit dulusaya sekarang hanya bisa mengucapkan kata syukur," kenangnya berkaca-kaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita yang menanamatkan kuliah di Akademi Bahasa Asing,Padang dan Stisipol RHF ini menceritakan,dari usia enam tahun hingga SMA sudah terbiasa membantu kedua orang tuanya berjualan nasi goreng.Seperti menyajikan nasi goreng ke pembeli,mengangkat piring kotor atau menggoreng telur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat masa sekolah itulah ia sering mendapatkan ejekan dari sejumlah teman-teman sekolahnya yang usil."Mereka dulu sering memanggil saya nasi goreng,tapi saya tidak peduli meski kadang minder juga.Namun saya bangga bisa membantu orang tua," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesabaran dan ketabahan pada masa kecil itu kini membuahkan hasil.Ia bisa kuliah dan bekerja di bank,meski kemudian berhenti demi memprioritaskan keluarga.Rasa minder pada masa kecil karena sering diejek,membuatnya sangat memperhatikan pendidikan sang anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua orang buah hatinya,Atika Khaira dan Saskia Nabila yang duduk di bangku kelas 2 SMP dan kelas 4 SD merupakan siswi yang berprestasi di bidang akademis dan ekstrakurikuler,seperti juara renang dan menyanyi."Jangan sampai anak saya mendapatkan ejekan dari kawan-kawannya seperti saya dulu.Tapi alhamdulillah mereka tidak mengalami hal seperti saya," tandas wanita yang aktif di Ikatan Wanita Pengusaha ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai generasi kedua dari usaha yang sudah dikenal luas,Suryana mengaku berusaha agar usaha alm bapaknya bisa dilanjutkan oleh generasi ketiga,yakni oleh anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mereka boleh bekerja di bidang apa saja,namun nanti tetap mengelola usaha nasi goreng ini,supaya pelanggan setia tidak kehilangan," akhirnya.***INA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5475425510382588459-1120606393987275147?l=berita-ina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berita-ina.blogspot.com/feeds/1120606393987275147/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2010/02/bofet-pak-haji-eksis-dengan-nasi-goreng.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/1120606393987275147'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/1120606393987275147'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2010/02/bofet-pak-haji-eksis-dengan-nasi-goreng.html' title='Bofet Pak Haji Eksis dengan Nasi Goreng yang Melegenda'/><author><name>Ruziana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/S0ChSVj2nZI/AAAAAAAAAaQ/o-CYmETepwE/S220/Snapshot_20091228_3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/S4Fe8idstlI/AAAAAAAAAbY/ZPM2Tns0v-k/s72-c/suryana.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5475425510382588459.post-6154676594209461413</id><published>2010-02-21T08:05:00.000-08:00</published><updated>2010-02-21T08:11:58.236-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Usaha'/><title type='text'>Ummi Laundry</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/S4Fa83uxadI/AAAAAAAAAbQ/SuVewVbHzFA/s1600-h/IMG0035A.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 214px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/S4Fa83uxadI/AAAAAAAAAbQ/SuVewVbHzFA/s320/IMG0035A.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5440729826639047122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sukses Berawal dari Mesin Cuci Pinjaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuka usaha tidak harus selalu dimulai dengan kelengkapan berbagai pendukung apalagi modal uang.Yang penting adalah niat dan keseriusan untuk memulai usaha tersebut.Karena ketika kemauan itu sudah ada ,jalan untuk melanjutkan niat itu selalu akan terbuka.Setidaknya filosofi itulah yang dijalankan dan dibuktikan oleh Raja Hanafi,pemilik usaha Ummi Laundry. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria kelahiran Inhil 15 Januari 1982 ini bisa dikatakan bukan orang baru dalam dunia wirausaha.Sejak duduk di bangku sekolah ia sudah memulai membuka usaha meskipun kecil-kecilan.Bahkan ketika kuliah di STAI Miftahul Ullum Tanjungpinang,ia juga melakukan kerjasama dengan orang lain dalam membuka usaha.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Namun,dari pengalamannya itu banyak pelajaran yang ia peroleh.Sehingga pada April 2009 lalu ia memutuskan membuka usaha sendiri.Pilihannya jatuh pada usaha laundry,dengan alasan kesibukan pekerjaan sehingga banyak orang tidak sempat melakukan aktifitas mencuci dan menyetrika pakaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Usaha laundry ini juga membantu mereka yang sibuk untuk memanfaatkan waktu libur dan senggang dengan kegiatan lain, sehingga biarlah aktifitas mencuci dan menyetrika pakaian diserahkan ke kami,"ujar bapak 1 anak ini,ditempat usahanya di Gang Rajawali ,Jalan Kemboja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pilihan usaha sudah ditentukan,bukannya menyiapkan modal dan tempat usaha yang ia lakukan.Namun ia memilih menyebarkan brosur sederhana tentang usaha laundry yang diberi nama Ummi Laundry tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nama ummi dipilih mengingat aktifitas mencuci umumnya dilakukan kaum ibu," alasannya tentang nama usahanya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berselang dua jam kemudian,ada yang menelpon dan meminta jasa laundry.Saat itulah otaknya baru berpikir keras, bagaimana memberikan pelayanan terbaik kepada calon pelanggan pertama itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun,sesuai dengan niatnya dan jalanpun terbuka.Suami Anna Aisyah tersebut kemudian menjemput orderan pertama itu.Ia pun menumpang mencuci di mesin cuci milik kakak iparnya.Sedangkan untuk menyetrika dilakukan oleh tetangganya yang kebetulan memang tukang gosok pakaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukses dengan pemakai jasa pertama, pria yang mengaku bergelar MM SE alias Muda-Muda Sudah Enterpreneur,makin semangat untuk terus menjalani usaha tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Akhirnya satu bulan kemudian saya bisa membeli mesin cuci dan tempat usaha dilakukan memanfaatkan rumah keluarga ini," kenangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga saat ini atau selama sembilan bulan berdiri,ia sudah punya empat mesin cuci dengan dryer serta setrika listrik.Selain itu ia juga mempekerjakan empat orang karyawan untuk aktifitas antar jemput orderan dan cuci gosok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah pengguna jasa laundrynya hingga saat ini berjumlah 160 orang,dengan pelanggan aktif sebanyak 60 persen.Ternyata para pengguna jasanya itu lebih banyak mengetahui usaha laundry itu dari mulut ke mulut.Rata-rata sehari ia bisa menerima orderan 40 kg dengan tarif Rp 6000 per kg pakaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pelanggan tersebut ia bisa mendapatkan omset sekitar Rp 5-7 juta perbulan.Setelah dikurangi biaya operasional dan gaji karyawan ia bisa mendapatkan penghasilan bersih rata-rata sebesar Rp 2 juta per bulannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat tarif yang dipatok,pria ramah ini mengaku bersaing dengan usaha sejenis yang mulai tumbuh di Tanjungpinang.Namun,ia percaya usahanya itu tetap bisa tumbuh dengan pelayanan yang terbaik yang terus diusahakan diberikan kepada pelanggan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu pelayanan yang diberikan adalah mengutamakan kebersihan pakaian,dengan tidak seratus persen menggunakan dryer untuk mengeringkan pakaian."Kami juga menjemur pakaian di bawah sinar matahari,sehingga betul-betul kering dan tidak rentan kena jamur.Kalau memakai dryer tidak kering sepenuhnya atau masih lembab sehingga rentan kena jamur," alasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun,meskipun sudah berusaha memberikan yang terbaik,kendala atau duka dalam setiap usaha selalu ada.Kendala itu diantaranya pada awal usaha baru berjalan adalah komplain pelanggan ketika pakaian tertukar.Namun hal itu segera diantisipasi dengan melakukan pelabelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu yang paling menjadi kendala adalah masalah listrik yang sering mati.Sehingga dalam kondisi tersebut pakaian pelanggan baru bisa diantar 2 hari kemudian."Kita semua tahu kondisi listrik saat ini,jadi kami hanya meminta pengertian pelanggan saja sebab untuk saat ini kami belum  memiliki genset," akunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan usaha yang sedang tumbuh,ia mengaku akan terus berusaha membesarkan dengan membuka cabang di tempat yang lebih strategis,seperti di ruko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya sedang menjajaki untuk membuka cabang di ruko yang strategis,selain tetap terus menyebarkan brosur sehingga usaha saya ini makin diketahui masyarakat," tuturnya optimis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai enterpreneur muda yang digerakan oleh otak kanan,Hanafi mengaku punya rencana membuka usaha di bidang lain,seperti bidang pendidikan dengan membuka kursus bimbingan belajar.***INA&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5475425510382588459-6154676594209461413?l=berita-ina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berita-ina.blogspot.com/feeds/6154676594209461413/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2010/02/ummi-laundry.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/6154676594209461413'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/6154676594209461413'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2010/02/ummi-laundry.html' title='Ummi Laundry'/><author><name>Ruziana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/S0ChSVj2nZI/AAAAAAAAAaQ/o-CYmETepwE/S220/Snapshot_20091228_3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/S4Fa83uxadI/AAAAAAAAAbQ/SuVewVbHzFA/s72-c/IMG0035A.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5475425510382588459.post-7995218184340195005</id><published>2010-02-21T07:50:00.000-08:00</published><updated>2010-02-21T08:04:45.330-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Usaha'/><title type='text'>Epok-epok Bang Khalish</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/S4FZZtZVHEI/AAAAAAAAAbI/KQVLmWjKAU0/s1600-h/epok.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/S4FZZtZVHEI/AAAAAAAAAbI/KQVLmWjKAU0/s320/epok.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5440728123057708098" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; Mengangkat Citra Makanan Kampung jadi Oleh-oleh Khas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini penganan epok-epok identik dengan makanan kampung.Sebuah penganan yang biasa dibuat kaum ibu sebagai makanan kecil dalam keluarga,acara arisan atau di jual di kedai-kedai penitipan kue.Rasa kue yang berbahan dasar tepung ini biasanya tergantung pada isinya yang umumnya rasa keledek dan abon ikan manis atau pedas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cita rasa epok-epok khususnya di daerah Melayu yang selalu terkesan jalan di tempat sejak dulu hingga sekarang, membuat penganan itu hanya dipandang sebagai makanan biasa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Bang Khalis bersama istrinya Diah Setia Murni, yang kemudian mencoba mengangkat citra epok-epok menjadi penganan kampung menjadi oleh-oleh khas Kota Tanjungpinang.Mereka membuat epok-epok dengan rasa berbeda,seperti isi telor,udang,ayam dan sotong dengan rasa khas bumbu kari.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasangan suami istri yang membuka usaha Kedai Kopi Nurul dan menjual epok-epok ini di Jl Basuki Rahmat atau depan SMA 2 Tanjungpinang ini, telah membuat penganan itu tidak lagi dipandang sebelah mata hanya karena rasa yang itu-itu saja.Bahkan,saat ini epok-epok yang diberi "merek dagang" Epok-Epok Bang Khalis" telah mulai menjadi oleh-oleh bagi warga yang berkunjung ke Tanjungpinang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Alhamdulillah banyak warga dari Batam atau dari Tanjunguban yang datang ke Tanjungpinang,menjadikan epok-epok kami sebagai oleh-oleh untuk keluarga," tutur sang istri,Diah yang meracik langsung bumbu isi epok-epok tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha menjual epok-epok dilakoni mereka sejak tahun 2007 ketika memutuskan menetap di Tanjungpinang.Sebelumnya mereka berdomisili di Bekasi dan bekerja di sana.Bang Khalis yang lahir di Tanjungbatu,Karimun mengaku sudah bosan kerja di sektor swasta berniat berwirausaha di kampung halamannya Tanjungpinang.Sang istripun yang ingin tetap dekat dengan keluarga,juga memutuskan pensiun muda sebagai PNS di Pemkot Bekasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai wanita yang sebelumnya tidak pernah memikirkan akan menjadi wirausaha,Diah ternyata menikmati usaha yang dijalaninya saat ini.Bahkan sebelumnya ia tekun mempelajari bumbu dasar pembuatan epok-epok dari sang ibu mertua dan adik iparnya.Kemudian ia mencoba membuat berbagai rasa sehingga jadilah empat rasa epok-epok rasa kari seperti yang ia jual saat ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Menjalani usaha seperti ini jauh berbeda saat kita menjadi bawahan.Karena ini usaha kita,jadi bisa mengaturnya sesuai keinginan kita," alasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diawali dengan jalan menitipkan ke sejumlah penitipan kue,pelan dan pasti epok-epok Bang Khalis mulai dikenal pecinta jajanan di Tanjungpinang.Setelah itu mereka berani memasang plang nama dan membuatkan konter khusus,sehingga pengguna jalan yang melintas bisa melihat usaha epok-epok tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ternyata banyak dari pembeli yang datang ke sini karena penasaran dengan rasa epok-epok yang kita tulis di konter,selain itu ada yang mengaku tahu dari rekomendasi kawan mereka yang pernah membeli," tutur Diah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini rata-rata mereka bisa menjual epok-epok 300 keping perhari,selain itu mereka juga melayani pesanan untuk kue kotak yang pernah mencapai 1500 keping.Harga epok-epok untuk isi telur dipatok Rp 1000/keping dan untuk isi udang,sotong dan ayam Rp 1500/keping.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Alhamdulillah meski awalnya ada yang mengira harga sebesar itu mahal,tapi ketika mereka mencoba rasanya mereka tidak keberatan membeli dan malah jadi pelanggan," kenang Diah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertahannya pelanggan dan bertambahnya pembeli juga dikarenakan mereka sangat memperhatikan kebersihan.Epok-epok tersebut setiap kepingnya dibungkus dengan kertas khusus dan dimasukan ke plastik.Kemudian minyak untuk menggoreng juga kwalitas bagus dan tidak membuat kerongkongan gatal.Yang tak kalah pentingnya adalah proses penggorengan yang tidak terburu-buru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada keinginan pasangan suami istri yang menangani langsung pembuatan dan pemesan epok-epok ini adalah,agar penganan yang mereka buat itu akan langsung menjadi makanan yang akan teringat oleh wisatawan ketika datang ke kota ini,seperti halnya Sanjai Bukittinggi dan Dodol Garut dan Bakpia JogjaSelain itu mereka juga ingin melebarkan sayap dan punya konter di tempat lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita ingin ketika wisatawan datang ke kota ini akan teringat epok-epok kami sebagai oleh-oleh yang harus dibawa pulang.Selain itu kami juga ingin ada cabang di tempat lain,namun untuk sementara masih terkendala dengan tenaga yang akan mengelolanya," aku Diah.**INA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5475425510382588459-7995218184340195005?l=berita-ina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berita-ina.blogspot.com/feeds/7995218184340195005/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2010/02/epok-epok-bang-khalish.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/7995218184340195005'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/7995218184340195005'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2010/02/epok-epok-bang-khalish.html' title='Epok-epok Bang Khalish'/><author><name>Ruziana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/S0ChSVj2nZI/AAAAAAAAAaQ/o-CYmETepwE/S220/Snapshot_20091228_3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/S4FZZtZVHEI/AAAAAAAAAbI/KQVLmWjKAU0/s72-c/epok.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5475425510382588459.post-5398931473035279112</id><published>2009-09-06T10:00:00.000-07:00</published><updated>2009-09-06T10:09:05.396-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='profil'/><title type='text'>Said Hamzah Pribadi Low Profile yang Mencatat Sejarah</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/SqPpXlQkXMI/AAAAAAAAAZs/yMWYmQZps1E/s1600-h/said+hamzah+2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/SqPpXlQkXMI/AAAAAAAAAZs/yMWYmQZps1E/s320/said+hamzah+2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/SqPqgUFyWLI/AAAAAAAAAZ0/pdp_VNIFTTs/s1600-h/foto+bersama+soekarno.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/SqPqgUFyWLI/AAAAAAAAAZ0/pdp_VNIFTTs/s320/foto+bersama+soekarno.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Penasaran lebih dekat dengan sosok Said Hamzah yang di dalam buku Tanjungpinang Kota Bestari,terbitan Pemko Administratif Tanjungpinang tahun 1997 disebutkan sebagai  anggota Panitia 17,yang berperan dalam pembubaran Dewan Riau pada tahun 1950,Tras mencoba kembali menyambangi kediamannya,esok hari,Kamis (20/8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang itu ba'da Zuhur,rumah itu seperti sebelumnya tampak sepi.Bahkan pintu pagar yang sebelumnya terbuka,kini tertutup.Ucapan salam beberapa kali tidak ada yang menjawab apalagi membukakan pintu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tras mencoba bertanya ke tetangga sebelah rumah.Dari wanita itulah Tras dapat informasi jika Said Hamzah sedang keluar rumah dengan sepeda motornya.Sebuah pernyataan yang mencengangkan.Diusia yang sudah uzur,ternyata ia masih kuat membawa motor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau motor beliau tidak ada,artinya sedang keluar rumah," tutur wanita yang sedang hamil tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari wanita itu juga Tras dapat informasi,jika Said Hamzah saat ini hanya tinggal berdua dengan istrinya.Sebelumnya ada satu anaknya yang tinggal dengannya.Namun karena mendapat kecelakaan,sang anak harus dirawat sementara di rumah abangnya,Said Husin.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi yang sang sedikit itu,ternyata membuka jalan bagi Tras untuk terus menelusuri.Ternyata Said Husin adalah pegawai Pemko Tanjungpinang yang pernah menjabat Kabag Humas Setdako Tanjungpinang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui sambungan via handphone,Tras mencoba mencari informasi terkait peran sang bapak pada tahun 1950 an sebagai anggota panitia 17.Ia mengaku kurang tahu dan yang ia ketahui cuma bapaknya pernah diundang ke Istana Negara oleh Presiden Soekarno karena mendapat penghargaan,telah membantu korban kecelakaan pesawat milik maskapai India di Sedanau,Natuna,tahun 1955.(baca insert : Perawat itu Tercatat di Sejarah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nanti malam coba saya dampingi untuk wawancara dengan beliau,mudah-mudahan masih ingat atau melalui dokumen nanti bisa ditelusuri," jawab Said Husin via handphone.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu Tras diterima oleh Said Husin di kediaman orang tuanya.Said Hamzah yang malam itu mengenakan baju koko dan kain sarung plus peci haji,tampak segar.Sedangkan sang istri,Syarifah Zaharah yang juga sudah uzur tampak kurang sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata memang pria kelahiran 30 April 1928 itu tidak ingat lagi ketika ditanya peristiwa tahun 1950.Bahkan sang anak yang mencoba membangkitkan ingatannya secara perlahan,juga dijawab dengan ucapan "saya lupa dan tak ingat lagi," jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Said Husin pun mencoba mencari berkas dokumen di kamar sang ayah.Dari bundelan map yang dipenuhi kertas berwarna kuning kusam,ia berkas mendapati riwayat hidup sang bapak yang pernah tercatat sebagai anggota Panitia 17.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"O..panitia 17,ya saya anggotanya," ujar Said Hamzah yang akrab dipanggil Abah oleh keluarga dan tetangganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ketika ditanya apa saja itu Panitia 17,tujuan dan kegiatan yang dilakukan saat itu,kembali Abah mengaku tidak ingat lagi."Saya sudah lupa,waktu itu saya hanya anggota biasa saja," tuturnya dengan ekspresi wajah yang berpikir,seakan mencoba mengingat peristiwa hampir 60 tahun silam tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari berkas riwayat hidup yang ditulis tahun 1974 tersebut,Abah yang pensiunan pegawai RSUD Tanjungpinang mencatat hal-hal sebagai berikut :&lt;br /&gt;1.Tahun 1946:Ia menjadi anggota Badan Kebangsaan Indonesia Riau (BKIR).&lt;br /&gt;Tujuan organisasi itu memberikan penerangan secara berantai kepada masyarakat tentang kemerdekaan RI, dan menyusun kekuatan untuk menghadapi kolonial Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Tahun 1949 : Menjadi anggota Gerakan Pemuda Indonesia (Gepindo),yang bertujuan mengkoordinir seluruh tenaga muda untuk mengacau kekuatan Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tahun 1950 : Jadi anggota Panitia 17 dengan tujuan menggabungkan diri kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia serta membubarkan Riouw Rood (Dewan Riau)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Tahun 1952 : Anggota PNI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Pada 11-5-1955 : Menolong kapal terbang India yang jatuh di Sedanau,Bunguran Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Pada 11-2-1971 : Keluar dari PNI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.Pada 1-7-1955 : Menerima surat tanda penghargaan tanda jasa dari Air India Internasional VT-Dep/MISC/1610&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.Pada 22-2-1956 : Menerima tanda jasa dari pemerintahan India.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak banyak yang bisa digali secara langsung dari mulut Abah,tentang apa saja yang pernah dilakukannya bersama kawan-kawannya Panitia 17 pada tahun 1950,dengan alasan ia sudah lupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan,nama kawan-kawannya yang bergabung pada Panitia 17 juga ia tidak ingat.Tapi yang jelas,kawan-kawannya itu kini sudah meninggal dunia semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi,dari sebuah buku tipis setebal 10 halaman yang ditemukan Said Husin di kamar sang bapak,bisa diketahui tentang ikhwal pembentukan pemerintahan di Kepulauan Riau dan bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku tanpa sampul itu diawali halaman 245 dan diakhiri halaman 254.Buku itu seakan-akan sengaja dilepas dari sebuah halaman buku utuh.Halaman pertama atau 254 tertulis judul "Pasal 6,di Kepulauan Riau.1 Pemerintahan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku tipis tersebut, diceritakan sejarah ikhwal pembentukan pemerintahan di Kepulauan Riau dari semenjak kemerdekaan hingga terbentuknya NKRI (1950).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ada sedikit titik terang mengapa Said Hamzah bisa menjadi anggota pada panitia 17 pada tahun 1950.Hal ini ditarik dari awal bergabungnya ia pada sejumlah organisasi pemuda seperti ditulis dalam riwayat hidupnya dan dihubungkan dengan keterangan yang dalam buku yang memakai ejaan lama tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perbincangan dengan Tras,Said Hamzah yang cenderung lebih ingat tentang pekerjaannya sebagai perawat di rumah sakit Tanjungpinang (jawatan kesehatan) menyebutkan nama Dr Ilyas yang merupakan orang yang berjasa pada dirinya.Karena sang dokterlah yang mengajarkannya secara otodidak tentang penanganan pasien,merawat serta meracik obat sejak ia masuk bekerja pada tahun 1946.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr Iljas sendiri,begitu tertulis dalam buku tersebut,adalah Ketua Badan Kebangsaan Indonesia Riau (BKIR) yang didirikan tahun akhir tahun 1945,di mana Said Hamzah juga menjadi anggotanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi,aktifnya dan terlibatnya Said Hamzah dalam sejumlah organisasi pemuda pada zaman kemerdekaan, kemungkinan besar karena ajakan dari sang dokter yang sangat ia hormati tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada halaman 250 buku tersebut,disebutkan pada pertengahan tahun 1946 Dr Ilyas menyampaikan permintaan kepada Residen van Riouw (Dr.J.van Waardenburg) di Tanjungpinang,agar penduduk Indonesia di Kepulauan Riau,dapat dibenarkan mengibarkan bendera Sang Merah Putih pada tiap-tiap peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan RI.Namun,permintaan itu ditolak mentah-mentah oleh residen tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlawanan BKIR yang merupakan organisasi bawah tanah,juga melahirkan organisasi lainnya yang bertujuan serupa,seperti Keinsyafan Rakyat Indonesia Riau (KRIR),Angkatan Muda Indonesia Riau (AMIR) dan Gerakan Rakyat Indonesia Riau (GRIR).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian keempat organisasi bawah tanah yang melawan Belanda itu,sepakat mendirikan perkumpulan pemuda yang legal dengan nama Gerakan Pemuda Indonesia (Gepindo) pada 20 November 1946,yang punya anggota lebih 2000 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua umumnya ditunjuk MJ Hasibuan dengan program yang mendesak dari Gepindo,berusaha sekuat tenaga agar daerah Kepulauan Riau secepatnya digabungkan dengan negara Republik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awal tahun 1950 Gepindi mengeluarkan resolusi yang diantaranya menuntut :&lt;br /&gt;- Daerah Kepulauan Riau selekas-lekasnya digabungkan dengan RI&lt;br /&gt;-TNI segera didatangkan di daerah Kepulauan Riau&lt;br /&gt;-Menolak daerah Kepulauan Riau dijadikan tempat persinggahan oleh tentara belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu itu anggota TNI di Tanjungpinang baru tiga orang,yakni Mayor R Akil Prawiradireja,Kapten Islam Salim dan Letnan Segito.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena keadaan yang makin hari makin hangat, pada 12 Maret 1950,atas inisiatif sejumlah pemuda yang progresif berdirilah di Tanjungpinang badan yang diberi nama Panitia 17,yang diketuai oleh Zamachsjari,yang juga merupakan pegawai jawatan kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panitia 17 punya program mendesak yakni :&lt;br /&gt;1.Dewan Riau bentukan kolonial Belanda dibubarkan &lt;br /&gt;2.Menggabungkan Daerah Kepulauan Riau dengan Negara Republik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemungkinan besar,keterlibatan Said Hamzah dalam Panitia 17 yang diketuai Zamachsjari,karena mereka berdua sama-sama bekerja di jawatan kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panitia 17 sendiri akhirnya mencatat sejarah,karena berkat desakan organisasi ini yang akan mengancam akan mengadakan rapat raksasa dan demo besar-besaran  pada saat Dewan Riau mengadakan sidang pleno yang direncanakan pada 20 Maret 1950,akhirnya Dewan Riau membubarkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewan Riau membubarkan diri pada sidang kilat 18 Maret 1950.Dewan ini membubarkan diri ketakutan dengan ancaman demo besar-besar oleh Panitia 17 dan Gepindo yang akan melibatkan masyarakat banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan Panitia 17 pada waktu itu bisa dikatakan sangat berani untuk melawan kolonial Belanda yang masih banyak menguasai Tanjungpinang dan Dewan Riau.Tapi,semangat dan perasaan yang kuat untuk bebas merdeka yang ditekan sejak tahun 1945 oleh pemerintah Belanda,tidak bisa dibendung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat Panitia 17 yang terdiri dari pemuda yang progresif itulah yang membuat Dewan Riau akhirnya membubarkan diri dan akhirnya daerah Kepulauan Riau bergabung dengan NKRI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insert&lt;br /&gt;Perawat Itu Tercatat di Sejarah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun tidak bisa menggali lebih banyak tentang Panitia 17,tapi berjumpa dan berbincang dengan Said Hamzah ternyara menghasilkan informasi yang juga menarik untuk disimak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak delapan orang anak ternyata hanya tamatan Sekolah Rakyat.Tapi,ia bisa diterima menjadi pegawai di jawatan kesehatan dan bertugas di rumah sakit Tanjungpinang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara otodidak dan kondisi yang darurat pada tahun 1946,ia diajarkan tentang menangani pasien,merawat dan meracik obat oleh dokter Ilyas.Dari sang dokter yang juga aktif di organisasi pemuda itulah,akhirnya kakek dari 25 orang cucu itu bisa dipercaya menjadi perawat di Balai Pengobatan Masyarakat di Sedanau pada tahun 1955.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat bertugas sebagai satu-satunya tenaga perawat atau cenderung disebut mantri kesehatan,Said Hamzah bersama sejumlah masyarakat di Sedanau pernah menolong korban jatuhnya pesawat milik maskapai India di perairan Natuna pada 11 April 1955.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesawat Kashmir India Airlines itu membawa penumpang usai mengikuti Konferensi Asia Afrika di Bandung.Saat itu hanya 3 orang yang dinyatakan selamat setelah ditolong dan dirawat oleh Said Hamzah dan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dilakukannya di sebuah pulau kecil itu ternyata sampai ke Presiden RI,Soekarno dan kemudian ia diundang ke Istana Negara bersama empat orang masyarakat untuk menerima penghargaan dari presiden dan pemerintah India.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Waktu itu kami diberi uang,oleh-oleh dan seminggu di Jakarta," kenang Abah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah medali tanda penghargaan dari pemerintah India masih disimpannya dalam sebuah kotak.Malam itu ia mengeluarkannya dan memperlihatkannya ke Tras."Ini tanda penghargaan itu dan selama ini saya simpan," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut sang anak,Said Husin,mungkin hanya segelintir orang yang tahu kalau sang bapak pernah diundang khusus oleh Presiden Soekarno dan mendapat penghargaan dari Negara India.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bapak saya orangnya low profil dan tidak suka cerita banyak," alasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Said Hamzah kembali bertugas di Tanjungpinang tahun 1957.Tahun 1984 ia pensiun sebagai pegawai.Tapi ia tetap diperbantukan sebagai tenaga kesehatan di Puskesmas Dokabu selama 20 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini sejak tahun 2004 ia mengisi hari tua di rumah.Namun bukan berarti ia diam.Ia tetap melayani masyarakat yang memintanya untuk memberikan pengobatan,khususnya para tetangga dan warga yang sejak lama cocok berobat dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Abah ini masih bawa motor meski sudah dilarang anak-anak.Tapi sekarang ini hanya untuk jarak dekat saja,"kata Said Husin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang anak,Said Husin mengaku kagum dengan pengabdian sang bapak terhadap masyarakat.Ia masih ingat ketika duduk di bangku SMP dan SMA sering menemani sang bapak yang diminta tengah malam untuk mengobati warga yang sakit di Pulau Dompak dan Senggarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Abah itu tidak pernah menolak warga yang butuh pertolongan.Sering tengah malam saya menemani beliau dengan sampan dayung untuk menyeberang ke Dompak dan Senggarang," kenangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengabdian besar itu masih ditunjukannya saat ini.Warga yang tidak mampu yang sering meminta pertolongannya sering dilayani gratis.Bahkan warga yang mampu pun ia tidak mematok tarif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari cerita sang anak jugalah diketahui kalau Said Hamzah adalah perawat pribadi keluarga Bupati Kepulauan Riau Firman Edi.Selain itu konon banyak pejabat saat ini yang dulu dikhitan oleh sang abah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5475425510382588459-5398931473035279112?l=berita-ina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berita-ina.blogspot.com/feeds/5398931473035279112/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2009/09/said-hamzah-pribadi-low-profile-yang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/5398931473035279112'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/5398931473035279112'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2009/09/said-hamzah-pribadi-low-profile-yang.html' title='Said Hamzah Pribadi Low Profile yang Mencatat Sejarah'/><author><name>Ruziana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/S0ChSVj2nZI/AAAAAAAAAaQ/o-CYmETepwE/S220/Snapshot_20091228_3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/SqPpXlQkXMI/AAAAAAAAAZs/yMWYmQZps1E/s72-c/said+hamzah+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5475425510382588459.post-5379027776815838368</id><published>2009-09-06T09:43:00.000-07:00</published><updated>2009-09-06T09:44:54.980-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemko'/><title type='text'>Aswandi Syahri Sejarahwan Penyelamat Arsip dan Photo Lama</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/SqPmaZxukSI/AAAAAAAAAZk/FxggWRPm8Lo/s1600-h/aswandi+syahri+%28sejarahwan%29.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/SqPmaZxukSI/AAAAAAAAAZk/FxggWRPm8Lo/s320/aswandi+syahri+%28sejarahwan%29.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Bermula dari pendidikannya di perguruan tinggi pada Fakultas Sastra jurusan sejarah, Aswandi Syahri mulai menekuni penelitian dan penyelamatan benda-benda sejarah,khususnya dalam bentuk tulisan/naskah dan photo.Saat ini di rumahnya tersimpan ratusan koleksi naskah lama yang punya sejarah penting bagi perjalanan awal mula Tanjungpinang, selain beberapa diantaranya dipajang di Museum Sultan Badrul Alamsyah Tanjungpinang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minatnya itu juga tidak terlepas dari sang bapak,Aryoes Syarbani seorang seniman yang punya banyak teman dari berbagai kalangan seperti wartawan.Berbagai majalah lama koleksi sang bapak yang sering dibacanya saat masih duduk di bangku sekolah, adalah tonggak awal dari minatnya mempelajari sejarah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini sebagai seorang sejarahwan di Kepri, Aswandi telah berjasa dalam upaya penyelamatan naskah-naskah lama dan photo-photo lama.Pekerjaan yang semula sering dianggap aneh oleh banyak orang, kini telah membuka banyak pikiran orang jika apa yang dilakoninya selama ini sangat bermanfaat bagi orang banyak pada masa sekarang dan masa datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana tidak, untuk menyelamatkan naskah-naskah dan arsip itu ia harus rela mengorek-ngorek tong sampah di sejumlah tempat, seperti depan hotel Tanjungpinang dan bekas kantor bupati Bintan yang kini menjadi kantor gubernur Kepri.Dari tumpukan kertas itu ia menemukan banyak arsip penting yang sangat sayang jika terbuang dan hancur oleh alam.Bahkan ia juga berburu melalui para pemulung yang mengumpulkan kertas dengan jalan membeli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebenarnya ini hanya kerja sampingan saya dari pekerjaan saya sebagai peneliti sejarah dan tanpa beban saya melakukannya.Karena bagi saya sejarah itu punya arti penting khusus untuk Kota Tanjungpinang sebagai kota tua yang punya banyak data sejarah dan harus diselematkan," papar pria kelahiran 1970 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan koleksi yang dimilikinya dan dipajang khusus di salah satu ruangan di Museum Sultan Badrul Alamsyah, masyarakat bisa mengenang dan bernostalgia akan masa lalu.Seperti saat melihat foto-foto masa lampau mereka yang pernah melalui masa itu merasa senang karena bisa bernostalgia.Sedangkan generasi muda bisa tahu kondisi Tanjungpinang pada masa lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjawab apa yang telah diterimanya atas sedikit banyak jasanya dalam menyelamatkan naskah dan photo lama itu, Aswandi mengaku tidak mengharapkan apa-apa selain kepuasan batin.Sedangkan dari pemerintah juga belum ada."Ya saya hanya membantu pemerintah saja apalagi memang diminta untuk membantu," alasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya penyelamatan terhadap naskah-naskah dan arsip lama yang dilakoninya, ternyata membawa dampak positif.Banyak masyarakat yang kini sadar dan tahu akan arti penting arsip lama itu dan kemudian tidak membuang lagi sembarang."Positifnya setelah sering diekspos di media tentang upaya saya, banyak warga yang punya arsip menyimpannya dan tidak lagi membuang sembarangan," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai peneliti sejarah Aswandi telah membuat sejumlah buku seperti Temenggung Abdul Jamal,Temenggung Riau,Johor,Pahang,Pulau Bulang,Batam Brick World,Raja Ali Kelana,Pondasi Historis Industri Pulau Batam,Kota Kara dan Situs Sejarah Binta Lama,Cogan,Regalia Kerajaan Riau Lingga dan Pahang.Sedangkan saat ini ia sedang mengerjakan terjemahan buku berbahasa melayu ke dalam bahasa Indonesia tentang silsilah Melayu dan Bugis.***ANA&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5475425510382588459-5379027776815838368?l=berita-ina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berita-ina.blogspot.com/feeds/5379027776815838368/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2009/09/aswandi-syahri-sejarahwan-penyelamat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/5379027776815838368'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/5379027776815838368'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2009/09/aswandi-syahri-sejarahwan-penyelamat.html' title='Aswandi Syahri Sejarahwan Penyelamat Arsip dan Photo Lama'/><author><name>Ruziana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/S0ChSVj2nZI/AAAAAAAAAaQ/o-CYmETepwE/S220/Snapshot_20091228_3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/SqPmaZxukSI/AAAAAAAAAZk/FxggWRPm8Lo/s72-c/aswandi+syahri+%28sejarahwan%29.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5475425510382588459.post-3028329192282316167</id><published>2009-09-06T09:31:00.000-07:00</published><updated>2010-02-21T20:26:13.269-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemko'/><title type='text'>Bernostalgia di Museum Sultan Badrul Alamsyah</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/SqPjrgS8NtI/AAAAAAAAAZc/QCLEVHD3WCo/s1600-h/museum+1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/SqPjrgS8NtI/AAAAAAAAAZc/QCLEVHD3WCo/s320/museum+1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kota Tanjungpinang sebagai salah satu kota tua di Kepri tentu punya banyak kenangan akan sebuah perjalanan sejarah di masa lalu.Berbagai kenangan  itu bisa berbentuk benda, seperti peralatan makan, perhiasan,alat penangkap ikan,alat perang,hiasan rumah, perlengkapan pengantin serta foto-foto pada masa lalu.Kini semua kenangan itu bisa dikenang kembali oleh mereka yang pernah melalui suatu masa atau mereka yang belum pernah, di Museum Sultan Badrul Alamsyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Museum yang diresmikan pada akhir Januari lalu itu, resmi dibuka untuk umum tidak hanya untuk bernostalgia bagi generasi tempoe doeloe, tapi juga sebagai sarana pendidikan, ilmu pengetahuan bagi generasi sekarang dan yang lebih penting lagi sebagai pelestarian budaya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Museum yang menempati bekas bangunan sekolah dasar itu,terletak di lokasi yang strategis di pusat Kota Tanjungpinang.Dibuka setiap Selasa hingga Minggu, museum tersebut cukup diminati oleh warga dan pelajar yang penasaran dengan warisan budaya Tanjungpinang pada masa lalu.Tak heran jika pada minggu-minggu pertama pembukaan tercatat pengunjung mencapai ribuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan visi dan misi mewujudkanTanjungpinang sebagai kota wisata, museum tersebut diharapkan juga mendukung program tersebut, sehingga mendongkrak jumlah wisatawan yang berkunjung ke kota ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya itulah harapan yang disampaikan oleh Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Tanjungpinang Drs Abdul Kadir Ibrahim, yang menyatakan Museum Sultan Badrul Alamsyah diharapkan bisa mendukung program pariwisata Tanjungpinang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Wali Kota Tanjungpinang Dra Hj Suryatati A Manan pada saat peresmian menyatakan, museum itu sebagai salah satu upaya Pemko Tanjungpinang memberikan ruang yang luas kepada seluruh masyarakat, untuk mengetahui dan mempelajari benda koleksi yang dipamerkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wali kota berharap untuk menambah koleksi barang di museum itu, para pemilik barang yang menguasai benda warisan budaya dapat menyerahkan kepada pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdirinya museum itu seperti saat ini ternyata memerlukan waktu yang cukup lama.Menurut Kabid Permuseuman Disbudpar Tanjungpinang,Meitia Yulianti SS,MT, persiapan pembangunan museum itu sejak tahun 2004.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diawali dengan perencanaan pengadaan barang koleksi yang mengandung sejarah seperti keramik, naskah kuno,alat rumah tangga,senjata dan lainnya.Untuk mendapatkan barang-barang yang mengandung nilai sejarah, tak jarang ia harus mencari ke toko barang antik.Karena kenyataannya di sana memang banyak masyarakat yang menjual koleksi peninggalan orang tua mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat pentingnya benda-benda yang mengandung nilai sejarah itu, Disbudpar harus mengeluarkan biaya yang lumayan besar agar barang-barang itu bisa dipajang di museum, serta dilihat oleh banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kesadaran masyarakat tentang benda-benda sejarah itu masih kurang, mereka kadang menjual ke toko barang antik akibat tidak tahu nilai benda itu.Tapi sebagaian bisa kita selamatkan, namun ada juga yang mungkin dibeli orang asing yang berburu barang antik," tutur arkeolog ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ia juga menyatakan terima kasih kepada masyarakat yang rela koleksi mereka disumbangkan untuk memperkaya koleksi di museum tersebut.Untuk itu ia juga bagi masyarakat yang masih ingin menyumbangkan koleksi mereka,bisa langsung menghubungi pihak museum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini museum itu dikelola oleh lima orang petugas dan seorang pemandu.Namun, ia mengakui jika museum itu sangat membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki keahlian dalam mengelola museum atau sarjana museumologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena menurutnya yang punya sedikit banyak pengetahuan di bidang permuseuman,pengelolaan museum tidak bisa dikelola sembarang orang, apalagi tidak punya dasar ilmu yang berkaitan dengan permuseuman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setidaknya sementara dengan dasar ilmu saya sebagai arkelog dan pernah bertugas di museum Pekanbaru, bisa mengelola museum ini.Tapi intinya tetap dibutuhkan kurator," alasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para petugas pun menurutnya juga perlu ditugas magangkan di museum yang besar, sehingga nantinya ilmu yang diperoleh bisa dipraktekan."Kita sudah punya rencana dan semoga bisa terwujud," harapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijelaskannya museum tidak dapat dipisahkan dari koleksinya. Koleksi merupakan jantungnya museum. Koleksi museum harus disajikan sebagai salah satu bentuk komunikasi yang penting dalam upaya menarik minat masyarakat berkunjung ke museum. Dalam penyajian koleksi museum harus memperhatikan nilai estektika, artistik, edukatif dan informatif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan dengan pengunjung museum dalam penyajian koleksi harus memperhatikan kebebasan bergerak bagi pengunjung, sirkulasi pengunjung, kenyamanan pengunjung dan  keamanan koleksi museum. Informasi yang disampaikan kepada pengunjung juga harus bersifat komunikatif dan edukatif, yaitu sekurang-kurangnya memuat nama benda, asal ditemukan, periode dan umur, dan fungsi koleksi.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar tetap terjaga kelestariannya koleksi museum terhadap perlu dilakukan perawatan (konservasi) yang sesuai dengan karakteristik dan material koleksi, dalam hal ini peneliti koleksi (kurator) bekerjasama dengan konservator. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain konservasi, perlu tindakan pencegahan terhadap kerusakan koleksi atau pengawetan sehingga koleksi tetap terjaga kelestariannya, dalam kegiatan tersebut dituntut peran aktif konservator yang sebaiknya memiliki keahlian yang cukup tentang koleksi yang menjadi tanggung jawabnya, sehingga tidak menggantungkan masalah kelestarian koleksi sepenuhnya kepada kurator.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, koleksi-koleksi yang mengalami kerusakan atau fragmentaris perlu diperbaiki atau direkonstruksi supaya dapat diperoleh bentuk seperti semula. Perlu untuk dilakukan studi perbandingan dengan koleksi lain yang masih utuh dan diperkirakan sejenis dengan koleksi tersebut, serta direkonstruksi di atas kertas terlebih dahulu, sebelum dilakukan restorasi terhadap koleksi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengamanan museum sangat penting, menyangkut keamanan koleksi, bangunan dan manusia (petugas dan pengunjung) museum. Pengamanan museum tidak hanya menjadi tanggungjawab petugas Satpam, melainkan semua pegawai museum. Pengamanan museum meliputi proteksi museum beserta koleksinya dari tindakan pencurian dan vandalisme, dan penanggulangan terhadap bencana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita berharap tahun-tahun ke depan segala hal yang berkaitan dengan kemajuan museum ini bisa dipenuhi,seperti perawatan dan pengamanan koleksi," harapnya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mempromosikan keberadaan museum itu, pihaknya membuat undangan kunjungan ke setiap sekolah semua tingkat, hotel dan biro perjalanan."Lumayan dengan promosi seperti itu ada wisatawan yang dari luar Tanjungpinang sengaja datang ke museum ini," tandasnya.***ANA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insert :&lt;br /&gt;Lebih Jauh tentang Museum Sultan Badrul Alamsyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gedung yang saat ini berdiri sebagai Museum Sultan Badrul Alamsyah, dulunya adalah bekas gedung pertama sekolah tingkat dasar masa kolonial, dengan nama Holland Irlandsch School (HIS) tahun 1918.Pada zaman Jepang sekolah itu berganti nama menjadi Futsuko Gakko.Kemudian pada zaman kemerdekaan gedung itu tetap difungsikan sebagai sekolah rakyat dan akhirnya dijadikan SD 01 Tanjungpinang sampai tahun 2004.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat gedung itu memiliki nilai penting bagi sejarah awal mula pendidikan di Tanjungpinang,sehingga direkomendasikan untuk dijadikan Museum Kota Tanjungpinang dengan nama Museum Sultan Badrul Alamsyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koleksi yang dipamerkan menceritakan tentang bermula Kota Tanjungpinang,seni budaya,keragaman budaya di Tanjungpinang serta berbagai jenis keramik yang dikumpulkan dari Tanjungpinang dan daerah sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis Koleksi&lt;br /&gt;1.Koleksi Etnografi&lt;br /&gt;Koleksi ini merupakan benda-benda hasil budaya berbagai etnis,berupa peralatan yang digunakan untuk upacara maupun dipakai sehari-hari, seperti perhiasan atau aksesoris,busana,senjata dan juga peralatan rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Koleksi Keromologika&lt;br /&gt;Koleksi keramik kebanyakan untuk peralatan rumah tangga dengan bahan tanah liat.Umumnya berasal dari Cina,Jepang,Eropa, seperti kendi,tempayan,piring dan guci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Koleksi Teknologika&lt;br /&gt;Benda-benda koleksi teknologika merupakan benda hasil teknologi yang menggambarkan tingkat pencapaian teknologi suatu zaman.Benda-benda koleksi ini berupa alat musik seperti arkodeon,gramafon,alat-alat teknologi seperti mesin penggiling gelang dan telepon engkol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Koleksi Historika&lt;br /&gt;Benda-benda atau sesuatu yang mempunyai nilai kesejarahan,menjadi objek studi tentang sejarah meliputi kurun waktu ditemukan catatan-catatan tentang sejarah, masuknya pengaruh bangsa lain.Benda-benda tersebut pernah digunakan berhubungan dengan kejadian/peristiwa sejarah.Koleksi-koleksiyang dipamerkan antara lain,artefak,catatan dan naskah kuno,gambar ilustrasi,miniatur dan foto-foto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Numismatika dan Heraldika&lt;br /&gt;Koleksi numismatik merupakan benda-benda yang pernah beredar dan digunakan masyarakat,seperti koin,uang kertas dan token.Sedangkan koleksi heraldika berupa lambang-lambang, medali,tanda jasa,cap stempel dan amulet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.Filologika&lt;br /&gt;Benda koleksi yang merupakan hasil budaya manusia masa lampau berbentuk tulisan tangan.Koleksi seperti ini sangat banyak ditemukan di daerah Pulau Penyengat yang memang terkenal sebagai kawasan budaya sastra Melayu.Naskah-naskah tersebut berisikan hal-hal yang berhubungan dengan ajaran agama,hukum,silsilah, perjanjian dan lainnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.Photo-photo sejarah&lt;br /&gt;Photo-photo sejarah merupakan salah satu andalan koleksi museum.Dengan adanya photo sejarah ini diharapkan dapat membangkitkan rasa cinta terhadap Kota Tanjungpinang yang terus berkembang,seperti tergambar pada photo-photo yang ditampilkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Pelaminan&lt;br /&gt;Dengan adanya pelaminan Melayu diharapkan pengunjung akan terbawa pada suasana pernikahan Melayu yang sebenarnya.Di ruang yang khusus diperuntukan untuk pelaminan ini menggambarkan adat istiadat pernikahan Melayu tidak pernah dilupakan dan ditinggalkan oleh masyarakat Tanjungpinang,yang terdiri dari berbagai kaum.&lt;br /&gt;***ANA/sumber Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tanjungpinang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5475425510382588459-3028329192282316167?l=berita-ina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berita-ina.blogspot.com/feeds/3028329192282316167/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2009/09/bernostalagia-di-museum-sultan-badrul.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/3028329192282316167'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/3028329192282316167'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2009/09/bernostalagia-di-museum-sultan-badrul.html' title='Bernostalgia di Museum Sultan Badrul Alamsyah'/><author><name>Ruziana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/S0ChSVj2nZI/AAAAAAAAAaQ/o-CYmETepwE/S220/Snapshot_20091228_3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/SqPjrgS8NtI/AAAAAAAAAZc/QCLEVHD3WCo/s72-c/museum+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5475425510382588459.post-7954021557404670176</id><published>2009-06-21T10:13:00.000-07:00</published><updated>2009-06-21T10:20:08.025-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemko'/><title type='text'>Membangkit Bakat Terpendam  Wanita Gali Potensi Lewat Puisi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/Sj5rSgZjHoI/AAAAAAAAAXk/CBYEd0DDAbA/s1600-h/S6302024.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/Sj5rSgZjHoI/AAAAAAAAAXk/CBYEd0DDAbA/s200/S6302024.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5349831373041639042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semula Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB (BP2KB) KotaTanjungpinang hanya berniat mengadakan Lomba Menulis dan Membaca Puisi bagi kaum wanita, dalam rangka peringatan Hari Kartini 2008.Memang tujuan pelaksanaan lomba yang ditaja 15-16 Mei 2009 itu, selain untuk memberikan kesempatan wanita dalam berkreatifitas juga untuk menggali potensi wanita dalam berpuisi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang disampaikan oleh Kepala BP2KB Tanjungpinang,Hj R Khairani, saat pembukaan lomba yang bertemakan Semangat Kartini Membangun Negeri itu."Lomba ini bertujuan memberikan kesempatan kepada kaum perempuan untuk mengembangkan wawasan dan berkreatifitas dalam berpuisi," tuturnya di Gedung Aisyah Sulaiman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang sama diungkapkan oleh Wali Kota Tanjungpinang Dra Hj Suryatati A Manan saat membuka kegiatan itu. Menurutnya,lomba itu minimal dapat menyalurkan bakat kaum wanita dan ibu khususnya.Apalagi kaum perempuan suka menyimpan di hati masalah yang mereka hadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lebih baik apa yang dirasakan itu dikeluarkan dalam bentuk puisi,daripada disimpan dalam hati sehingga bisa dinikmati orang lain juga," ujar walikota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ternyata antusias lebih 75 orang wanita yang ikut dalam lomba itu bukanlah sekedar ikut-ikutan.Karena mereka punya kemampuan yang bagus dalam menulis dan membacakan puisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak heran jika rencana pelaksanaan lomba yang semula hanya akan digelar satu hari, ditambah satu hari lagi untuk final."Rata-rata semua bagus dan juri agak kesulitan menentukan pemenang.Jadi harus ada final guna memudahkan menentukan pemenang," tutur Tusiran Suseno,Ketua Dewan Juri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewan juri yang beranggotakan Asrizal Nur dari Yayasan Panggung Melayu dan Syafruddin ini, mengakui jika teknik membaca puisi peserta secara umum seperti vokal sudah baik.Namun memang masih ada yang perlu ditingkatkan seperti ekspresi,intonasi dan artikulasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang disampaikan oleh juri tidak berlebihan mengingat peserta yang terdiri dari organisasi wanita dan PNS itu, mampu tampil berpuisi dengan berbagai gaya,seperti menambahkan nyanyian dan akting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Final yang berlangsung keesokan harinya,16 Mei di tempat yang sama juga menghasilkan 10 orang peserta.Mereka kemudian kembali membacakan puisi yang sama.Bahkan ada yang kemudian menambahkan berbagai versi cara pembacaan yang makin tampak menyulitkan para juri untuk menentukan pemenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang diungkapkan oleh Asrizal Nur pada malam penutupan dan pengumuman pemenang, dari 10 orang peserta 5 peserta sudah mampu berpuisi dengan standar nasional dan 2 orang melebihi standar nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan,pria yang sejak lama aktif di dunia panggung sastra ini mengaku baru kali ini melihat lomba membaca puisi yang semua pesertanya adalah kaum ibu.Ia menilai jika panitia mau lomba membaca dan menulis puisi yang diikuti kaum wanita itu bisa masuk rekor MURI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setahu saya belum ada lomba semacam ini yang hanya melibatkan ibu-ibu semua.Jika para peserta ini diasah dan dibina,saya pastikan Tanjungpinang bisa menjadi gudang penyair wanita," tandasnya,yang disambut tepuk riuh hadirin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wali Kota Tanjungpinang Dra Hj Suryatati A Manan dalam sambutannya pada penutupan lomba itu, juga menyatakan rasa kagum dan takjub pada kemampuan terpendam para wanita di kotanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya melihat para peserta hebat semua,baik dalam menulis dan membaca puisi.Ini sangat diluar dugaan kita,ternyata banyak bakat terpendam wanita di kota ini," ujarnya bangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menyatakan dukungannya terhadap pernyataan juri agar kemampuan semua peserta khususnya diasah dan dibina lagi, sehingga Tanjungpinang punya banyak penyair wanita."Kita ketahui bersama penyair wanita itu sangat sedikit dan semoga saja dengan ajang ini Tanjungpinang bisa melahirkan banyak penyair wanita," harapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai wujud dukungan itu, Suryatati menyatakan jika malam itu secara resmi dideklarasikan Himpunan Penyair PerempuanTanjungpinang.Selain itu ia juga menjanjikan pemenang pertama lomba membaca puisi akan ikut diundang ke Jakarta,pada peluncuran buku puisinya pada 26 Mei mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Juara pertama akan saya undang ke Jakarta untuk ikut pada peluncuran buku puisi saya dengan Martha Sinaga," tuturnya,yang disambut riuh peserta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suryatati berharap, kegiatan seperti itu rutin dilaksanakan setiap tahunnya sehingga akan banyak lagi bermunculan para wanita yang punya kemampuan terpendam membaca dan menulis puisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan ia mengatakan, untuk lebih menguji kemampuan wanita berpuisi akan diadakan juga Tarung Penyair Pria dan Wanita yang selama belum pernah ada."Kalau selama ini hanya ada Tarung Penyair yang diikuti pria saja,nanti kita adakan Tarung Penyair Pria dan Wanita.Mana yang lebih hebat," ulasnya sambil bergurau yang disambut tawa hadirin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Dewan Juri Tusiran Suseno sebelum membacakan nama pemenang mengakui, teknik membaca puisi peserta sudah berkembang ke arah modern atau tidak lagi menggunakan gaya lama.Selain itu dalam lomba itu bermunculan para penulis yang juga mampu membaca puisi dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lomba ini telah melahirkan juga penulis dan pembaca puisi yang baik,meski ada juga ada yang hanya bisa menulis saja," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah peserta yang ikut kegiatan itu mengakui, selain untuk berpartisipasi memeriahkan Hari Kartini mereka juga ingin tampil untuk menguji kemampuan bakat terpendam selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita berpartisipasi saja,tapi juga untuk menguji bakat kita menulis puisi yang selama ini tidak pernah dibacakan.Kalah atau menang itu urusan kedua,yang penting mencoba," tutur Santi dari salah satu organisasi wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lomba tersebut memberikan dua kategori untuk menulis dan membaca puisi.Para juara masing-masing kategori akan mendapatkan hadiah uang tunai dan piala tetap serta piagam penghargaan.**INA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5475425510382588459-7954021557404670176?l=berita-ina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berita-ina.blogspot.com/feeds/7954021557404670176/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2009/06/membangkit-bakat-terpendam-wanita-gali.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/7954021557404670176'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/7954021557404670176'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2009/06/membangkit-bakat-terpendam-wanita-gali.html' title='Membangkit Bakat Terpendam  Wanita Gali Potensi Lewat Puisi'/><author><name>Ruziana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/S0ChSVj2nZI/AAAAAAAAAaQ/o-CYmETepwE/S220/Snapshot_20091228_3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/Sj5rSgZjHoI/AAAAAAAAAXk/CBYEd0DDAbA/s72-c/S6302024.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5475425510382588459.post-2554572354275313182</id><published>2009-03-18T11:41:00.000-07:00</published><updated>2009-03-18T11:42:44.446-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Ketika Sang Suami Melayani Istri</title><content type='html'>Selama ini mungkin identik istilah kalau istri adalah pelayan suami dari dapur,sumur dan kasur.Sebuah istilah yang sangat tidak lagi cocok dengan kondisi zaman sekarang, meski tetap sang suami adalah pemimpin keluarga.Tapi bukan berarti seorang pemimpin tidak bisa juga turut melayani ?!Pemimpin yang merasa harus menjadi orang yang selalu dihormati, selalu dilayani dan tidak peduli dengan orang yang telah melayani,mungkinkah itu seorang pemimpin sejati ?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Saya bersyukur punya pemimpin di rumah tangga yang punya pengertian yang lumayan pengertian.Di awal pernikahan saya mengira itu hanya "pemanis" saja,namun kenyataannya hingga 4 tahun sikap pengertiannya tidak berubah alias tetap sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bang Ude tercinta saya tidak pernah membangunkan saya di istirahat siang hanya karena ia ingin dibuatkan kopi..Ia juga tidak merajuk kalau saya sibuk menyelesaikan pekerjaan yang menumpuk,tapi malah mengerti dan bahkan memasak untuk kami berdua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya sibuk dengan urusan rumah tangga di hari minggu, ia juga mengerti dengan membantu seperti membilas pakaian atau membersihkan teras rumah yang dipenuhi bunga hasil rawatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan memuji suami sendiri,tapi kondisi jarang ditemui pada suami tetangga kiri kanan bahkan teman saya.Banyak teman yang mengeluh karena suami tidak pengertian dan senantiasa selalu minta dilayani.Tidak peduli kalau istri juga capek bahkan sedang sibuk dengan tetek bengek urusan rumah tangga lainnya,apalagi kalau sudah memiliki anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang,pria adalah pencari nafkah utama dalam keluarga.Sehingga statusnya memang lebih tinggi dari istri.Tapi, bukankah rasa pengertian dari sang suami kepada tanggungjawab istri dalam mengurus rumah tangga,pasti akan mempererat rasa cinta dan kasih sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi ini bukan berarti menggeser nilai-nilai berkeluarga,tapi adalah sebuah wujud kebersamaan dalam membina rumah tangga.Pengertian,tenggang rasa,memahami pasangan bisa dikatakan lebih penting di antara rasa cinta saat pandangan pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta hanya karena kecantikan dan kegantengan rupa,bisa berubah ketika rasa pengertian,toleransi antara suami istri tidak ada.Tapi sebaliknya rasa cinta dan kasih sayang makin terpupuk karena kebersamaan tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah pendapat saya sebagai seorang istri yang baru seumur jagung membina rumah tangga.Silahkan berkomentar jika anda tidak setuju ataupun setuju,thank.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5475425510382588459-2554572354275313182?l=berita-ina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berita-ina.blogspot.com/feeds/2554572354275313182/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2009/03/ketika-sang-suami-melayani-istri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/2554572354275313182'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/2554572354275313182'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2009/03/ketika-sang-suami-melayani-istri.html' title='Ketika Sang Suami Melayani Istri'/><author><name>Ruziana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/S0ChSVj2nZI/AAAAAAAAAaQ/o-CYmETepwE/S220/Snapshot_20091228_3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5475425510382588459.post-1510102900237742865</id><published>2009-03-16T09:54:00.000-07:00</published><updated>2009-03-16T10:04:24.825-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><title type='text'>"Harga" Sebuah Kursi Legislatif</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/Sb6Gbk1DTnI/AAAAAAAAAWs/bBN5D9j-EFo/s1600-h/atribut.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/Sb6Gbk1DTnI/AAAAAAAAAWs/bBN5D9j-EFo/s320/atribut.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313832418644545138" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ibarat sebuah pesta besar, Pemilu Legislatif 2009 telah dan akan terus menghabiskan dana yang sangat banyak hingga masa pencontrengan 9 April mendatang.Baik dari anggaran yang dikeluarkan pemerintah untuk keperluan operasional Pemilu melalui Komisi Pemilihan Umum (KPU) pusat dan daerah, hingga dana yang dikeluarkan oleh partai peserta pemilu dan caleg sendiri.Sebagai gambaran KPUD Tanjungpinang saja mengajukan anggaran kepada pemerintah daerah kurang lebih Rp 3 M. Jumlah yang sepadan guna suksesnya pemilihan wakil rakyat yang nantinya menjadi sinergi pemerintah dalam membangun daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, bagaimana dengan biaya yang dikeluarkan masing-masing Parpol khususnya para caleg ?Inilah pengakuan sejumlah caleg dan pengurus Parpol tentang biaya sosialisasi dan kampanye guna dikenal pemilih dan meraih suara terbanyak, yang akan menghantarkan mereka ke kursi dewan.Sebuah konsekuensi yang harus ditempuh dalam berpolitik,terpilih atau tidak mesti siap mental.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ada yang mengaku dibantu partai, menggunakan uang pribadi, kolaborasi antara caleg provinsi dan kabupaten/kota, meminjam uang dan menggadaikan aset hingga bantuan dari keluarga.Namun semua pengakuan itu tentu tidak sepenuhnya terbuka, mengingat segala yang berhubungan dengan dana dan biaya cenderung sensitif dan bahkan ada yang mengganggap kurang etis untuk dibahas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M.Syahrial caleg PAN untuk Dapil I Tanjungpinang, mengaku tidak mengeluarkan biaya yang terlalu besar guna keperluan kampanyenya.Biaya yang telah dikeluarkannya secara pribadi selama ini dari masa sosialisasi melalui atribut hingga sosialisasi tentang cara penconterangan ke daerah pemilihannya, mencapai angka Rp 50 juta.Sementara PAN Tanjungpinang sendiri telah menghabiskan biaya sekitar Rp 100 juta untuk keperluan sosialisasi hingga kampanye semua caleg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang pengusaha, wajar jika Syahrial mengatakan jumlah itu tidak terlalu besar.Namun untuk apa saja dana itu telah digunakan, ia memberikan gambaran umum seperti untuk pembuatan atribut baliho diperlukan dana sekitar Rp 500 ribu untuk satu ukuran besar.Sedangkan untuk poster rata-rata per satuannya menghabiskan biaya sekitar Rp 50 ribu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan untuk kegiatan sosialisasi PAN ke basis massa yang akan dilakukan hingga 15 Maret, juga memerlukan biaya ratusan ribu setiap kali pertemuan.Rata-rata satu kali pertemuan yang memerlukan makanan,minuman san biaya transportasi sebesar Rp 300 ribu."Sejak dimulainya jadwal sosialisasi ke masyarakat ini kita tiap hari turun, memang secara bergantian masing-masing caleg.Tapi itulah gambarannya biayanya dan masing-masing caleg akan bervariasi," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber dana para caleg PAN menurutnya ada yang berasal dari bantuan partai, pribadi maupun sumbangan lainnya.Khusus dirinya ia mengaku mengeluarkan biaya pribadi yang berasal dari tabungan dan assetnya. "Dalam aturan pemilu mengenai sumber dana kampanye partai saja yang dilaporkan ke KPU, sedangkan sumber dana caleg tidak  dilaporkan," tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di PAN sendiri tambahnya, juga menerapkan kolaborasi sosialisasi antara caleg provinsi dan kabupaten/kota.Contohnya pada pemasangan poster dan baliho, caleg provinsi juga memasang foto caleg dari kota/kabupaten.Begitu ketika sosialisasi turun ke basis massa, caleg provinsi juga akan melibatkan caleg dari kabupaten/kota.Kondisi akan sangat membantu caleg khususnya dalam penghematan biaya, sebab dilakukan secara bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syahrial yang juga Sekretaris DPD PAN Tanjungpinang ini mengaku seluruh biaya yang dikeluarkan dalam pencalegan adalah sebuah konsekuensi dalam berpolitik.Karena ketika ia menyatakan terjun ke dunia politik dan ikut pencalegan, ia telah siap dengan apa yang harus dikorbankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satunya telah ia buktikan saat maju pada pemilihan wali kota tahun 2007. Karena itu, sekarang pun ia mengaku juga telah siap mental jika nantinya tidak duduk sebagai anggota dewan."Ya kita harus siap dengan konsekuensi yang akan dihadapi.Politik bukan bisnis yang mencari untung dan rugi, tapi memang harus siap berkorban khususnya masalah dana saat pencalegan," alasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun meskipun begitu, ia tetap optimis jika masyarakat pemilih saat ini sudah cerdas dan tahu siapa yang akan dipilih. "Masyarakat sekarang itu sudah cerdas dalam memilih dan kita optimis mereka akan tahu pilihan yang tepat," tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan jika ia terpilih dan duduk di kursi dewan, bukan berarti ia akan berusaha mengembalikan dana yang telah ia habiskan untuk pencalegan tersebut."Sekali lagi ini, politik ini bukan ibarat bisnis yang ada untung dan rugi, namun yang ada hanya konsekuensi yang harus diterima dari pilihan kita saat terjun ke dalamnya," imbuhnya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pinjam Dana ke Bank&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jika Syahrial cenderung agak terbuka tentang pendanaannya sebagai caleg,lain halnya dengan Mhd Arief yang merupakan Ketua DPD PKS Tanjungpinang yang tidak bisa menyebutkan angka meskipun hanya sekedar perkiraan.Ia mengaku tidak bisa menyebutkan jumlah dana yang sudah dikeluarkan partainya untuk membiayai pencalegan 28 calegnya yang tersebar di tiga daerah pemilihan, mengingat semua biaya dikeluarkan oleh partai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya lupa berapa jumlah yang sudah dikeluarkan partai untuk membiayai pencalegan, sosialisasi hingga kampanye nanti. Karena sejak awal proses pendaftaran hingga sekarang memang partai yang membiayai mereka.Komitmen PKS memang tidak membebani caleg dalam soal biaya dan ini bisa dicek ke masing-masing caleg," ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu merupakan komitmen PKS dari pusat hingga daerah yang mana konsisten dengan sistem yang sudah dibuat dan dijalankan selama ini.Tujuannya tidak lain agar ketika mereka terpilih dan duduk di dewan, juga punya komitmen ke partai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti diketahui selama ini, PKS membuat sebuah kontrak atau kesepakatan dengan para kadernya yang duduk di kursi rakyat, yang mana gaji tidak sepenuh milik mereka pribadi namun juga merupakan hak partai untuk kepentingan semua anggota,kader dan simpatisan.Dari dana itu nantinya akan digunakan untuk berbagai kegiatan internal partai maupun eksternal di masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sistem pembiayaan pencalegan sepenuhnya ditanggung partai, para caleg kata Arief diberi tanggungjawab bekerja dan bergerak mensosialisasikan pencalegan mereka.Sehingga target perolehan kursi PKS di dewan sesuai standar tingkat nasional sebanyak 20 persen bisa dicapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengan sistem seperti itu, kita ingin menegakan wibawa partai dan dipandang positif oleh para caleg," alasan anggota DPRD Tanjungpinang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan menjawab tentang sumber dana partai itu untuk membiayai calegnya, Arief mengatakan selain dari sumbangan gaji anggota dewannya juga dari pinjaman dana ke bank dan sumbangan dari pengurus dan kader secara sukarela.Mengenai pinjaman dana ke bank,Arief menolak menjelaskan secara rinci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arief yang juga kembali mencalonkan pada Pemilu kali ini, juga mengharapkan pada kecerdasan masyarakat dalam memilih caleg yang bisa membawa aspirasi mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Biaya Minimal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam soal pembiayaan pencalegan, sosialisasi hingga kampanye Partai Indonesia Baru (PIB) Kepri khususnya , punya kebijakan berbeda dengan partai lainnya umumnya.Partai ini selain juga membiayai calegnya juga memberikan arahan standar ambang batas kepada para caleg dalam membiayai sendiri sosialisasi pencalegan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap caleg diarahkan mengeluarkan dana pribadi seminimal mungkin atau sampai ambang batas Rp 20 juta, sehingga dengan aturan itu total biaya yang dikeluarkan PIB untuk pencalegan,sosialisasi dan kampanye diharapkan bisa di bawah Rp 300 juta.Sistem suara terbanyak yang mementahkan nomor urut caleg, cenderung membuat para caleg di partai manapun akan ikut mengeluarkan biaya pribadi untuk sosialisasi dan kampanye sehingga nama mereka bisa dikenal masyarakat pemilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Rudi Chua yang merupakan caleg PIB untuk dapil Kota Tanjungpinang, PIB mempunyai caleg untuk DPRD Kepri sebanyak 3 orang dan Kota Tanjungpinang 15 orang. Proses sosialisasi mereka dalam bentuk pengenalan nama, nomor urut caleg dan partai melalui spanduk, poster, baliho serta berbagai atribut lainnya dibiayai oleh partai.Biaya pembuatan atribut itu sendiri menurutnya bisa dihitung mengingat standarnya sudah umum,seperti untuk pembuatan baliho rata-rata dipatok Rp 50 ribu per meter, dan spanduk rata-rata Rp 20 ribu per meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atribut itu kemudian ditempatkan di titik-titik tertentu sesuai daerah pemilihan masing-masing caleg.Jika para caleg ingin atribut mereka lebih banyak dan meriah, dipersilahkan membuat sendiri dengan biaya pribadi.Begitu juga dengan kegiatan sosialisasi ke daerah pemilihan masing-masing,partai ini cenderung tidak melakukan kegiatan seperti yang dilakukan partai lain umumnya,seperti memberikan bantuan dan sumbangan untuk kelompok dan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun partai ini dan para calegnya lebih cenderung bersosialisasi dalam bentuk aksi nyata seperti gotong royong, fogging dan pemeriksaan kesehatan gratis.Seperti untuk fogging dalam setiap kegiatan bisa menghabiskan biaya rata-rata sekitar Rp 500 ribu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita lebih cenderung melakukan sosialisasi dalam aksi kongkrit dan menyentuh langsung masyarakat," alasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun,ia tidak menampik jika partai itu dan para caleg juga sering mendapatkan permintaan sumbangan dari suatu kelompok.Menyikapi hal ini, standar minimal dalam memberikan bantuan kembali diterapkan oleh partai dan caleg.Tujuannya guna menghindari sikap caleg yang nanti terpilih, akan menjadikan kesempatan itu sebagai upaya mencari ganti dana yang telah dikeluarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Standar minimal biaya bagi caleg yang mengeluarkan dana pribadi mereka untuk proses sosialisasi hingga kampanye, bertujuan agar mereka yang duduk di dewan nanti tidak menjadikan masa lima tahun hanya untuk mencari ganti dana yang telah dihabiskan selama proses pencalegan," alasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan biaya seminimal mungkin itu juga,diharapkan konsekuensi dari caleg yang gagal meraih suara terbanyak juga minim."Jumlah dana yang dikeluarkan untuk pencalegan bukan penentu meraih suara terbanyak, masyarakat sudah cerdas dalam memilih.Jadi masalah dana bukan faktor utama dalam merebut simpati masyarakat, melainkan dengan perwujudan langkah kongkrit di tengah masyarakat," tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kondisi di atas, Rudi yang sebelumnya menjadi anggota DPRD Kepri dari Partai Patriot Pancasila optimis bisa meraih suara terbanyak dan juga siap dengan segala konsekuensi jika tidak terpilih."Sekarang sistem suara terbanyak, bukan lagi ditentukan nomor urut.Jadi kita harus bekerja keras dan siap menerima kemenangan dan kekalahan," akhir pengusaha hotel dan restoran ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dukungan Suami dan Keluarga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Untuk kedua kalinya Asmiyati, maju sebagai caleg Partai Golkar dapil Kecamatan Tanjungpinang Kota dan Barat .Sistem nomor urut pada Pemilu Legislatif 2004 telah mementahkan suara terbanyak yang diperolehnya waktu itu, sehingga ia harus ikhlas rekannya di nomor urut satu melenggang ke kursi dewan.Tapi, dengan sistem suara terbanyak pada Pemilu 2009 ini ia optimis jika mampu mewujudkan cita-citanya berbakti untuk daerah melalui lembaga legislatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbekal dan belajar dari pengalaman saat sosialisasi dan kampanye Pemilu 2004, wanita yang aktif di berbagai organisasi ini mengaku mengeluarkan biaya yang jauh lebih sedikit pada saat ini.Semua biaya itu menurutnya berasal dari dana pribadi berupa dukungan dari suami dan sumbangan keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita yang juga merupakan Ketua Pimpinan Kecamatan Tanjungpinang Kota Partai Golkar ini, mengakui ia harus menggadaikan sejumlah aset pribadinya untuk membiayai sosialisasi.Namun ia menolak menyebutkan aset apa saja dan berapa dana yang telah ia habiskan untuk sosialisasi dan kampanye nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak perlu disebutkanlah angkanya, yang jelas saya menggunakan dana pribadi yang didukung suami dan ada juga sumbangan keluarga dalam bentuk bantuan jasa," wanita kelahiran 14 Februari 1965 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai gambaran ia membuat spanduk sebanyak 30 lembar yang mana satu  lembarnya menghabiskan biaya sekitar Rp 90 ribu.Sedangkan untuk pembuatan kartu nama ia menghabiskan biaya Rp 40 ribu untuk satu kotaknya.Belum lagi setiap pertemuan dan sosialisasi ke lapangan yang memerlukan biaya transportasi dan makan minum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengan belajar dari Pemilu 2004 saya sudah tahu strategi dan meminimalkan biaya sosialisasi dan kampanye.Bahkan saya juga tidak memiliki tim sukses namun hanya tim relawan," aku caleg nomor urut 3 ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Aliansi Perempuan Kota Tanjungpinang ini juga mengaku telah siap mental jika nantinya tidak terpilih.Namun, ia tetap memantapkan hati dan optimis jika ia bisa mengulang sukses meraih suara terbanyak seperti Pemilu 2004.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Optimis itu perlu, namun kita juga harus tetap mempersiapkan mental menerima segala konsekuensi dari apa yang telah kita jalani ini," alasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan Asmiyati, rekannya Ratna Sari Dewi Amd yang menjadi caleg Partai Golkar di dapil Tanjungpinang Timur mengaku mengeluarkan sedikit biaya untuk sosialisasi.Wanita yang merupakan orang tua tunggal ini mengaku terbantu dengan sosialisasi yang dilakukan saat mendampingi caleg provinsi turun ke daerah pemilihan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mencontohkan sering turun ke lapangan bersama Hj Marfeni yang merupakan caleg Partai Golkar untuk DPRD Kepri dapil Tanjungpinang."Sedikit banyak saya terbantu dengan sosialisasi yang dilakukan korda," akunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun bukan berarti ia tidak mengeluarkan biaya untuk pembuatan atribut, seperti poster dan kartu nama tapi jumlahnya tidak banyak. "Biaya yang saya keluarkan pribadi mungkin hanya untuk pembuatan atribut, selebihnya terbantu oleh caleg provinsi," tuturnya.***ANA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5475425510382588459-1510102900237742865?l=berita-ina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berita-ina.blogspot.com/feeds/1510102900237742865/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2009/03/harga-sebuah-kursi-legislatif.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/1510102900237742865'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/1510102900237742865'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2009/03/harga-sebuah-kursi-legislatif.html' title='&quot;Harga&quot; Sebuah Kursi Legislatif'/><author><name>Ruziana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/S0ChSVj2nZI/AAAAAAAAAaQ/o-CYmETepwE/S220/Snapshot_20091228_3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/Sb6Gbk1DTnI/AAAAAAAAAWs/bBN5D9j-EFo/s72-c/atribut.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5475425510382588459.post-8766118837146048291</id><published>2009-03-16T09:47:00.000-07:00</published><updated>2009-03-16T09:51:55.177-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><title type='text'>Endri Sanopaka.SSos,Calon DPD RI</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Optimis Raih Kursi Diantara Terbatas Dana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/Sb6DQ0NG_LI/AAAAAAAAAWc/xZHPFR6xNfQ/s1600-h/endri+sanopaka.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 214px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/Sb6DQ0NG_LI/AAAAAAAAAWc/xZHPFR6xNfQ/s320/endri+sanopaka.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313828935258537138" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jika para caleg DPRD dan DPR RI bisa dapat dana kampanye dari bantuan partai,dana pribadi dan sumbangan pihak lain yang sah, namun para caleg DPD RI hanya punya sumber dana dari pribadi dan sumbangan pihak lain yang sah.Kondisi memang cukup berat dalam upaya meraih suara empat besar guna supaya melenggang ke Senayan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu calon DPD RI asal Kepri,Endri Sanopaka S.Sos yang berebut suara dengan 27 orang calon DPD lainnya, mengaku membiayai seluruh pencalonannya dengan dana pribadi serta didukung oleh keluarga. Artinya dosen muda yang mengajar Ilmu Adm Publik Fisip Umrah ini tidak menerima sumbangan dari pihak lain.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Berikut petikan wawancara Teras (TR) dengan Endri Sanopaka (ES),di ruang kerjanya Kampus Fisip Umrah,tentang pembiayaan pencalonan dirinya menjadi anggota DPD RI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TR   : Selamat sore pak..langsung saja ke pertanyaannya ya&lt;br /&gt;ES   : Sore...silahkan &lt;br /&gt;TR   : Menjadi calon anggota DPD RI sesuai aturan KPU hanya bisa punya dua sumber dana kampanye,dari dana pribadi dan sumbangan pihak lain yang sah.Bisa dijelaskan seberapa besar dana yang sudah bapak keluarkan untuk pencalonan ini ?&lt;br /&gt;ES  : Mengenai jumlah dana yang sudah saya keluarkan untuk kegiatan pencalonan sebagai anggota DPD RI, saya kira tidak perlu disebutkan rinci.Karena saya sendiri belum menghitung secara pasti namun tetap mencatatnya, sebab nanti mesti juga dilaporkan ke KPU.Tapi yang yang jelas sumber dana pencalonan saya hingga saat ini masih menggunakan dana pribadi dan dukungan keluarga.&lt;br /&gt;TR  : Jadi tidak ada sumbangan dari pihak lain yang sah secara hukum ?&lt;br /&gt;ES  : Tidak ada.Memang beginilah kondisi negara kita yang mana calon itu tidak didukung oleh pemilih seperti halnya di sejumlah negara luar.Padahal saya sudah membuka diri untuk menerima sumbangan dari pihak lain itu.&lt;br /&gt;TR  : Misalnya melalui cara apa ?&lt;br /&gt;ES  : Ya bukan berarti kita meminta-minta sumbangan, tapi kita mencantumkan nomor rekening khusus melalui brosur saat sosialisasi.Dengan harapan rekening khusus kampanye itu diisi oleh pihak-pihak yang ingin mendukung.Tapi...hingga saat ini masih kosong (tersenyum)&lt;br /&gt;TR  : Sumber dana pribadi bisa disebutkan dalam bentuk apa saja ?&lt;br /&gt;ES  : Yang jelas saya punya penghasilan sebagai dosen,tabungan dan keluarga juga membantu dalam bentuk barang dan jasa.Seperti ada yang membantu dalam bentuk brosur dan spanduk.&lt;br /&gt;TR : Apakah optimis dengan dana yang bisa dikatakan terbatas itu, bisa mencapai empat suara terbanyak guna meraih kursi DPD ?&lt;br /&gt;ES : Saya kira masalah besarnya dana bukan hal yang utama dalam sosialisasi dan kampanye, melainkan bagaimana kita bisa mengelola dana yang ada seefesien mungkin sehingga semua operasional berjalan lancar.Seperti membuat sendiri brosur,stiker atau cenderamata meski jumlahnya terbatas. Yang pasti saya harus optimis karena saat memutuskan untuk mencalonkan diri, saya sudah menyiapkan lahir batin menerima konsekuensi yang harus diterima nanti.&lt;br /&gt;TR  : Mengapa Anda begitu optimis ?&lt;br /&gt;ES  : Karena saya punya visi dan misi berbeda dengan kebanyakan calon DPD lainnya. Saya juga punya skill di bidang tertentu karena saya dosen dan yang jelas saya juga masih sangat muda, serta punya pemikiran yang berbeda dengan calon lainnya.&lt;br /&gt;TR  : Tapi ada yang mengatakan visi dan misi Anda terlalu global ?&lt;br /&gt;ES  : Jika orang awam kebanyakan menilai memamg begitu.Tapi kalau dilihat dari tugas dan fungsi DPD yang membawa aspirasi daerah ke pusat, saya kira visi dan misi saya bermanfaat untuk kepentingan kemajuan daerah Kepri ke depan.&lt;br /&gt;TR  : Kembali ke sistem sosialisasi Anda dengan dana yang murni dari kantong pribadi, apa saja yang sudah dilakukan ?&lt;br /&gt;ER  : Karena pencalonan anggota DPD RI tidak punya daerah pemilihan atau meliputi seluruh kabupaten dan kota di Kepri, sistem sosialisasi saya paling efektif door to door.&lt;br /&gt;TR  : Maksudnya ?&lt;br /&gt;ER  : Ya melalui penyebaran brosur yang berisi profil saya serta visi dan misi ke setiap pemilih.Hingga saat ini sudah sekitar 90 ribu brosur yang tersebar.&lt;br /&gt;TR  : Apakah itu tidak sulit dan rumit ?&lt;br /&gt;ER  : Saya dibantu oleh relawan yang mendukung penyebaran itu di setiap kota dan kabupaten.Selain itu juga melalui iklan di RRI, berupa himbauan agar pemilih menggunakan hak suaranya serta melalui web pribadi di www.sanopaka.com&lt;br /&gt;TR : Siapa saja relawan Anda itu ?&lt;br /&gt;ER : Yang jelas dari keluarga, teman dan mahasiswa saya yang tidak diintervensi melainkan karena keinginan mereka sendiri.&lt;br /&gt;TR : Kecenderungan yang terjadi pada Pemilu sebelumnya, masyarakat khususnya yang akan memilih anggota DPD sebahagian besar melihat dari sumbangan yang diberikan seorang calon, seperti berbagai cinderamata.Anda bisa bersaing dengan kondisi yang mungkin masih terjadi saat ini untuk meraih suara terbanyak, sementara yang diberikan tidak seberapa ?&lt;br /&gt;ER  : Sekali lagi saya siap bersaing dengan 27 calon dengan berbagai kelebihan yang telah saya sebutkan di atas tadi.Namun yang pasti saat ini masyarakat pemilih sudah cerdas yang tidak lagi  melihat berdasarkan pemberian, melainkan sentuhan pribadi calon itu sendiri.&lt;br /&gt;TR  : Jika Anda tidak terpilih bagaimana ?&lt;br /&gt;ER  : Saya siap menerimanya, kesempatan saya masih ada untuk mencalonkan lagi untuk periode berikutnya, sebab usia saya masih muda saat ini baru 28 tahun.Selain itu jika terjadi memang wajar karena saya adalah calon pemula.Anggap saja ini proses belajar untuk mencapai hasil yang lebih baik nantinya.***ANA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biodata&lt;br /&gt;Nama        : Endri Sanopaka S.Sos&lt;br /&gt;TTL         : Tembilahan,5 November 1981&lt;br /&gt;Pekerjaan   : Dosen Ilmu Adm Publik &lt;br /&gt;Pendidikan  : S1 Fisip Unpar-2004&lt;br /&gt;             S2 sedang ditempuh pada UUM Kedah,Malaysia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nomor urut pencalonan : Nomor urut 10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Visi : Mewujudkan Provinsi Kepri yang berdaya saing melalui DPD R1 pada tahun 2014&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misi : &lt;br /&gt;1. Mengajukan UU Keistimewaan daerah bagi Provinsi Kepri sebagai daerah yang berada di pintu gerbang perbatasan, antara negara Asean dan sebagai kawasan maritim.&lt;br /&gt;2.Mengusulkan penyediaan anggaran pendidikan khusus bagi Kepri melalui UU APBN untuk pengembangan SDM berkwalitas&lt;br /&gt;3. Mengusulkan prioritas penyediaan anggaran APBN dalam memperlancar transportasi antar pulau di Kepri&lt;br /&gt;4.Menjamin dan memperkuat kapasitas Kepri dalam pelaksanaan desentralisasi melalui pengawasan UU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5475425510382588459-8766118837146048291?l=berita-ina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berita-ina.blogspot.com/feeds/8766118837146048291/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2009/03/endri-sanopakassoscalon-dpd-ri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/8766118837146048291'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/8766118837146048291'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2009/03/endri-sanopakassoscalon-dpd-ri.html' title='Endri Sanopaka.SSos,Calon DPD RI'/><author><name>Ruziana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/S0ChSVj2nZI/AAAAAAAAAaQ/o-CYmETepwE/S220/Snapshot_20091228_3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/Sb6DQ0NG_LI/AAAAAAAAAWc/xZHPFR6xNfQ/s72-c/endri+sanopaka.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5475425510382588459.post-1546911802582669193</id><published>2009-03-16T09:42:00.000-07:00</published><updated>2009-03-16T09:47:48.262-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='umum'/><title type='text'>Usaha Printing Diserbu Caleg</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/Sb6ClaQrwpI/AAAAAAAAAWU/742w73gpFnQ/s1600-h/Acai+digital+printing.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/Sb6ClaQrwpI/AAAAAAAAAWU/742w73gpFnQ/s320/Acai+digital+printing.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313828189559833234" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Salah satu sosialisasi nama dan nomor urut caleg yang efektif adalah melalui atribut, seperti spanduk, baliho dan poster.Tak mengherankan jika usaha pembuatan atribut itu laris manis diserbu para caleg dan parpol.Seperti usaha printing digital ekspres Mandiri Reklame di Tanjungunggat yang kebanjiran order sejak April 2008 lalu hingga sekarang.Dari biaya pembuatan atribut ini saja sudah bisa dilihat besarnya dana yang harus dikeluarkan setiap caleg.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Acai (28) sang pemilik usaha digital printing itu mengatakan, sejak April 2008 sebahagian besar caleg sudah mulai memesan atribut seperti spanduk, baliho dan poster.Rata-rata satu hari pihaknya bisa mengerjakan orderan hingga 100 meter persegi, dengan nilai keuntungan sekitar Rp 5 juta per hari.Padahal hari biasa ia hanya mengantongi keuntungan kotor rata-rata 1 juta- 2 juta saja per hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap caleg rata-rata memesan lebih dari satu jenis atribut, namun jumlahnya pesanan itu juga melihat kemampuan para caleg.Caleg yang berasal dari partai besar bahkan ada yang memesan atribut dengan total biaya mencapai 30 juta.Sedangkan caleg dari partai kecil rata-rata menghabiskan biaya rata-rata Rp 1 jt - 3 jt atau orderan sebanyak 20 - 30 meter persegi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita tidak perlu menyebutkan nama caleg itu dan dari partai mana, yang jelas bisa dilihat sendiri di lapangan hasilnya," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingginya pemesan order atribut sosialisasi itu berlangsung hingga Januari 2009. Sedangkan sejak Februari ini sudah mulai berkurang, karena masa kampanye juga sudah dekat.Dari pemesanan atribut selama ini, ternyata orderan pembuatan baliho paling dominan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam proses pengerjaan orderan, Acai dibantu oleh empat karyawan yang meliputi desain dan percetakan.Sesuai dengan namanya digital printing ekspres, Acai selalu menyelesaikan pesanan siap satu hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, ia juga memberikan kemudahan bagi pemesan untuk melihat langsung proses setting atribut."Kita berikan kebebasan kepada pemesan untuk melihat langsung cara kita mendesain, kalau ada ingin perubahan bisa dilakukan saat itu juga," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga memberikan harga yang bersaing dan mengutamakan sistem orderan."Siapa yang lebih dahulu order, itu yang kita prioritaskan bukan karena besarnya orderan mereka,' tandasnya.***ANA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5475425510382588459-1546911802582669193?l=berita-ina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berita-ina.blogspot.com/feeds/1546911802582669193/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2009/03/usaha-printing-diserbu-caleg.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/1546911802582669193'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/1546911802582669193'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2009/03/usaha-printing-diserbu-caleg.html' title='Usaha Printing Diserbu Caleg'/><author><name>Ruziana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/S0ChSVj2nZI/AAAAAAAAAaQ/o-CYmETepwE/S220/Snapshot_20091228_3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/Sb6ClaQrwpI/AAAAAAAAAWU/742w73gpFnQ/s72-c/Acai+digital+printing.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5475425510382588459.post-4149931046467299250</id><published>2009-03-16T09:28:00.000-07:00</published><updated>2009-03-16T09:38:07.533-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Usaha'/><title type='text'>Hj Lisnawati,Pemilik Toko Sintia Busana</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Terjun ke Bisnis Karena Orang Tua Tunggal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/Sb5_Gu26fvI/AAAAAAAAAWM/DtleZ5_ewEw/s1600-h/lisnawati.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 130px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/Sb5_Gu26fvI/AAAAAAAAAWM/DtleZ5_ewEw/s320/lisnawati.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313824363978063602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Menjadi seorang wanita yang terjun ke dunia usaha dan bisnis, tidak pernah dibayangkan sebelumnya oleh Hj Lisnawati.Meskipun berasal dari Sumatera Barat yang biasanya dikenal punya jiwa dagang, tapi ia malah mengaku tidak pernah bercita-cita menjadi pedagang.Namun, kondisi menjadi terbalik ketika ia harus memutuskan menjadi orang tua tunggal bagi empat orang anaknya.Dunia yang jauh dari pikirannya malah menjadi tumpuan hidupnya, demi menghidupi kekuarga dan mengantarkan anak-anaknya meraih sarjana.Hasilnya dua orang anaknya sudah sarjana, satu orang sedang menyusun skripsi di Universitas Trisakti dan yang bungsu masih sekolah. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pilihan menjadi orang tua tunggal disadari oleh wanita kelahiran Batu Sangkar 25 Mei 1961 ini, adalah keputusan yang berat.Tapi ia harus tegar dan bertahan demi keberhasilan empat orang anaknya.Dengan modal menjual perhiasan, ia memutuskan membuka usaha menjual pakaian yang semula hanya ditekuni oleh bapak dari empat anaknya pada tahun 1995.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa pengalaman dalam bidang usaha, tapi ia mencoba belajar dari kerabat yang lebih dahulu punya usaha menjual pakaian.Modalnya hanya semangat dan keyakinan jika ia mampu untuk menekuni bidang itu.Tak segan-segan ia meminta kerabat itu mengenalkannya kepada pemilik toko pusat grosir langganan di Jakarta, sehingga ia juga dipercaya memesan barang melebihi modal yang ia bawa saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya,dari modal sebesar Rp 10 juta yang ia belikan pakaian anak-anak ia bisa memutar modal hingga mencapai Rp 60 juta dalam waktu enam bulan.Usahanya toko pakaian anak-anak yang bernama Mangga Dua itu, kemudian makin dikenal dan banyak mendapat langganan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring perjalanan waktu dan perubahan tren berbusana yang cenderung ke arah pakaian muslim wanita, wanita yang disapa akrab Lis ini mengubah usahanya yang lebih banyak menjual pakaian muslim wanita, bahan baju kurung serta aksesoris lainnya. Ia juga memberanikan diri meminjam tambahan modal ke bank seperti yang umumnya dilakukan para pedagang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supaya dua toko pakaian yang dikelolanya tetap mendapat hati di pelanggan dan pembeli, wanita yang punya empat orang karyawan ini tak segan-segan menghubungi langsung para pelanggan via telepon, ketika ada stok pakaian baru yang datang.Hasilnya, para pelanggan dan pembeli selalu rajin setiap bulan mengunjungi tokonya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu barang-barang yang ia jual punya kwalitas yang bagus dengan harga bersaing.Bahkan ia juga menyediakan pakaian kelas butik untuk para pelanggan menengah atas.Para pelanggannya biasanya para PNS,istri dari TNI/Polri serta pegawai swasta dan BUMN.Tak hanya itu, ia juga memberikan kemudahan cicilan bagi pelanggannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya terfokus pada dua toko pakaian yang sekarang bernama TokoSintia di Lorong Sepatu Pasar Tanjungpinang, ia juga mengembangkan usahanya dengan menjadi grosir pakaian bagi sejumlah pedagang di Pasar Kijang dan Tanjunguban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini rata-rata ia punya omset sekitar Rp 60 juta per bulan, yang mana kemudian diputarkan kembali untuk gaji karyawan, sewa toko,cicilan bank, pembayaran listrik, telepon dan membeli stok barang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya mencoba mengembangkan ke luar daerah pernah ia lakukan,seperti Natuna dan Pekanbaru.Namun karena pribadi orang yang dipercaya tidak baik, usaha itu tidak berjalan.Kegagalan itu membuatnya tidak lagi mau mengembangkan usaha di luar Tanjungpinang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru-baru wanita yang sedang menunggu lahirnya cucu pertama ini juga mengembangkan usaha dalam bisnis makanan.Sebuah bofet makanan yang diberi nama Bofet Pamedan di Jl Raja Ali Haji bari dibuka.Bofet ini menyediakan sarapan pagi berupa lontong khas Padang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan alasan suka memasak, usaha barunya ia tangani langsung dibantu dua karyawan yang bertugas melayani pembeli dan membantunya di dapur.Praktis setiap pagi ia sudah meramu bumbu untuk gulai dan siang harinya ke toko pakaiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun termasuk sukses mengelola usaha toko pakaian, tapi ia tidak ingin usaha itu diteruskan oleh empat orang anaknya.Ternyata empat orang anaknya juga tidak punya minat untuk terjun ke bidang usaha.Mereka cenderung ingin menjadi seorang pegawai seperti yang dicita-citakan sang ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mungkin usaha saya ini nanti dikelola oleh keluarga,seperti adik saya.Biarlah anak-anak saya menjadi pegawai saja seperti cita-cita, alasan wanita yang juga aktif di berbagai organisasi wanita ini. ***ANA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5475425510382588459-4149931046467299250?l=berita-ina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berita-ina.blogspot.com/feeds/4149931046467299250/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2009/03/hj-lisnawatipemilik-toko-sintia-busana.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/4149931046467299250'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/4149931046467299250'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2009/03/hj-lisnawatipemilik-toko-sintia-busana.html' title='Hj Lisnawati,Pemilik Toko Sintia Busana'/><author><name>Ruziana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/S0ChSVj2nZI/AAAAAAAAAaQ/o-CYmETepwE/S220/Snapshot_20091228_3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/Sb5_Gu26fvI/AAAAAAAAAWM/DtleZ5_ewEw/s72-c/lisnawati.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5475425510382588459.post-1405445242852946664</id><published>2009-03-16T09:18:00.000-07:00</published><updated>2009-03-16T09:41:05.018-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PUAN'/><title type='text'>Hj Syahniar Usman,Anggota DPRD Kepri</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Disiplin, Seimbang Karir dan Keluarga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/Sb597Jtmp_I/AAAAAAAAAWE/Rw0JDNMDyno/s1600-h/syahniar.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 214px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/Sb597Jtmp_I/AAAAAAAAAWE/Rw0JDNMDyno/s320/syahniar.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313823065516713970" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Meskipun saat ini ia tinggal berdua dengan suami Ir.H Usman Draman, tapi bukan berarti Hj Syahniar Usman lebih mementingkan karirnya sebagai seorang politisi dan anggota DPRD Kepri.Kepentingan keluarga seperti mengurus rumah tangga,suami serta berkomunikasi dengan anak dan cucu tetap ia prioritaskan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Wanita kelahiran Pulau Penyengat 3 Februari 1949 ini, punya kunci dalam keberhasilannya menyeimbangkan karir dan keluarga, yakni disiplin.Dididik oleh kedua orang tua yang punya dasar disiplin tinggi, mau tak mau sejak kecil ibu tiga orang anak ini sudah terbiasa dengan sikap positif itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga saat ia dipinang oleh sang suami yang berlatar pendidikan pernah mengikuti sekolah di Jepang, kedispilinan suami yang terbawa dari negeri Sakura itu makin membuatnya menjadi pribadi yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata dengan sikap disiplin itu juga ia bisa dengan baik mendampingi suami yang pernah menjadi Wali Kota Batam dan Bupati Inhil.Tak jarang sebagai istri kepala daerah ia harus turun ke masyarakat, tapi urusan keluarga tetap mendapatkan perhatian utama.Bahkan ia juga menanamkan sikap itu pada tiga orang anaknya,sehingga mereka mampu hidup mandiri jauh dari kedua orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini ketika ia duduk sebagai wakil rakyat yang harus sering turun ke masyarakat, dukungan suami juga mengiringi langkahnya.Rasa pengertian yang tinggi dari suami membuatnya nyaman dalam mengemban amanat rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Suami dan keluarga sangat mengerti kondisi saya yang kadang harus pulang larut malam karena rapat atau turun ke lapangan.Tapi ketika waktunya untuk keluarga, saya juga menghabiskan waktu dengan mereka," tutur wanita yang kembali maju sebagai caleg dari Partai Golkar ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat menghabiskan waktu dengan suami, mereka bisa tetap hangat meski hanya dengan sekedar jalan-jalan sore, makan di luar atau menemani suami memancing. Begitu juga saat waktunya ia harus mengunjungi anak dan cucu yang berada di luar kota, seperti Jayapura,Pekanbaru dan Bintan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi dengan disiplin saya melakukan hal-hal yang sudah saya atur dan disepakati, semuanya menjadi seimbang antara karir, hubungan dengan suami serta anak dan cucu," tandas wanita yang akrab disapa Bunda ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjun ke dunia politik bukan hal yang baru baginya.Sejak tahun 1971 ia sudah setia dengan Partai Golkar.Bermula dari sekedar menjadi kader yang membantu di bagian umum seperti melipat surat dan urusan konsumsi, karirnya di partai berlambang beringin itu terus naik menjadi pengurus inti dan sekarang ia dipercaya sebagai Wakil Ketua Bidang Perempuan DPD I Partai Golkar Kepri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinggung tentang dasar ia kembali mencalonkan diri sebagai caleg, wanita ramah ini mengaku karena ia menilai banyak hal yang harus ia perjuangkan khususnya untuk Tanjungpinang sebagai ibu kota Provinsi Kepri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil turun setiap bulan ke masyarakat khususnya di Tanjungpinang, membuatnya paham kondisi wajah seluruh pelosok kota ini.Masih banyak sarana dan prasarana yg kurang dan perlu dibenahi,seperti bidang pendidikan, kesehatan, listrik dan air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terjun ke dunia politik sudah pilihan saya, jadi saya harus konsisten menjalaninya dan saya juga punya tanggungjawab mendidik dan mempersiapkan kader di bawah saya untuk menjadi pemimpin," tandasnya.***ANA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5475425510382588459-1405445242852946664?l=berita-ina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berita-ina.blogspot.com/feeds/1405445242852946664/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2009/03/hj-syahniar-usmananggota-dprd-kepri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/1405445242852946664'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/1405445242852946664'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2009/03/hj-syahniar-usmananggota-dprd-kepri.html' title='Hj Syahniar Usman,Anggota DPRD Kepri'/><author><name>Ruziana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/S0ChSVj2nZI/AAAAAAAAAaQ/o-CYmETepwE/S220/Snapshot_20091228_3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/Sb597Jtmp_I/AAAAAAAAAWE/Rw0JDNMDyno/s72-c/syahniar.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5475425510382588459.post-4144194092147487104</id><published>2009-03-16T09:11:00.000-07:00</published><updated>2009-03-16T09:18:45.924-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemko'/><title type='text'>Ayo Raih Kembali Adipura</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/Sb57QJuJ_rI/AAAAAAAAAV8/APPLiYpnVFU/s1600-h/adipura+jalan+kolektor.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/Sb57QJuJ_rI/AAAAAAAAAV8/APPLiYpnVFU/s320/adipura+jalan+kolektor.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313820127761399474" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2008 lalu bisa dikatakan meninggalkan pengalaman buruk bagi Kota Tanjungpinang, karena  kota ini tidak meraih Adipura.Padahal penghargaan dalam bidang kebersihan dan kehijauan kota itu selalu diperoleh sejak tahun 2004.Bahkan kota ini terkesan mengalami kemunduran dibandingkan dengan Kota Batam yang semula mendapat predikat kota terkotor pada tahun 2007, bisa membuktikan meraih Adipura tahun 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, berkaca kepada pengalaman itu Kota Tanjungpinang pada tahun 2009 ini bertekat kembali meraih Adipura.Berbagai pembenahan dan peningkatan dilakukan demi bisa memperoleh nilai yang tinggi untuk bisa meraih Adipura pada Hari Lingkungan Hidup pada 6 Juni mendatang.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hasil penilaian tahap I dari Pusat Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) Regional Sumatera, Tanjungpinang yang bersaing dengan 106 kota dalam kategori kota sedang, baru memperoleh 68,3 point.Padahal tahun lalu pada penilaian tahap I bisa mencapai 71 point.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim PPLH memberikan sejumlah cacatan yang harus diperbaiki untuk peningkatan nilai, diantaranya peningkatan gotong royong,penghijauan,pengomposan,masalah tempat pembuangan sementara, kebersihan wc sekolah dan melakukan 3 R (reduce,reuse,recycle).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itulah, Tim Adipura Tanjungpinang melalukan pertemuan dengan pihak kecamatan, kelurahan,RW dan penanggungjawab titik lokasi penilaian pertengahan Februari lalu.Dalam pertemuan itu Sekretaris Tim Adipura Yulianus Mukhtar meminta seluruh tim yang terlibat,bisa melakukan pembenahan di wilayah masing-masing.Seperti para camat,lurah dan RW dimintA melakukan pembenahan dan peningkatan kebersihan dan penghijauan di lingkungan masing-masing.Tak lupa juga mereka diminta untuk melakukan pengolahan sampah di lingkungan masing-masing, karena hal itu merupakan salah satu unsur penting penilaian yang diprioritaskan sejak tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan itu sejumlah saran disampaikan pihak RW seperti masalah alat angkut sampah yang minim, belum mengertinya warga tentang pengolahan sampah, minimnya sosialisasi tentang pemisahan sampah organik dan non organik, serta masalah bibit pohon untuk penghijauan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yulianus Mukhtar yang juga Kepala Bapedalda Tanjungpinang usai pertemuan itu menjelaskan,upaya meraih Adipura perlu kerja keras karena sejak tahun lalu ada penambahan titik penilaian dan wilayah pantau yang sebelumnya tak ada.Kemudian juga ada penilaian tentang pengelolaan sampah dan pengolahan di setiap titik pantau, seperti pemukiman, puskesmas, RSUD,pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pengolahan sampah ini merupakan kriteria penilaian yang baru,sesuai dengan UU nomor 18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah.Jika tak ada pemilahan dan pengomposan maka nilai kita hanya 30, paling buruk.Kalau ada sedikit bisa dapat 50 dan paling bagus bisa dapat 70 sampai 80," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pemilahan dan pengolahan sampah itu, Bapedalda mulai membagikan tong sampah untuk organik dan non organik, melalukan lomba kelurahan hijau dan pelatihan pengolahan sampah.Selain itu setiap jumat melakukan gotong royong bersama antara Pemko Tanjungpinang bersama instansi terkait,serta bekerjasama dengan petugas kebersihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijelaskannya sistem penilaian oleh Tim PPLH ada dua,yakni fisik dinilai 70 persen dan non fisik 30 persen (baca insert). Standar nilai yang ditetapkan juga tidak seperti tahun sebelumnya,yang jika sudah mencapai 71 point telah bisa meraih Adipura, tapi sekarang tergantung persaingan nilai antar daerah yang berada dalam satu kategori.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Misalnya daerah lain nilainya  tinggi seperti 74 dan 75 berarti yang terendah 73.Tapi kalau nanti daerah lain itu rendah, maka nilai rata-rata juga rendah," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guna meningkatkan nilai yang lebih baik pada pemantauan tahap II nanti, Tim Adipura juga akan terus melakukan koordinasi dengan tim penanggungjawab titik pantau. Seperti untuk perkantoran menjadi tanggungjawab pimpinan kantor, sekolah dipantau oleh dinas pendidikan, puskesmas dan rumah sakit oleh pimpinan masing-masing, TPA Ganet,jalan dan Taman Kota Dinas Kimpraswil, Hutan Kota oleh dinas sumber daya alam, pelabuhan oleh Adpel.Sedangkan kawasan perumahan, perairan terbuka diawasi oleh camat,lurah dan RT/RW\, terminal oleh dinas perhubungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai kendala yang dihadapi tim dalam meningkatkan nilai ini, diantaranya kurangnya sarana dan prasarana seperti alat pengangkutan sampah baik di pemukiman dan TPS, serta kurangnya motivasi dari masyarakat.Untuk itu pihaknya akan kembali menggiatkan sosialisasi melalui himbauan melalui spanduk,iklan layanan masyarakat dan turun langsung ke masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjawab tentang arti penting Adipura bagi Tanjungpinang,menurut Yulianus sebagai motivasi bagi masyarakat agar selalu mendukung upaya mewujudkan kota yang bersih dan hijau."Kalau kita dapat penghargaan, tentu masyarakat akan selalu termotivasi untuk terus mendukung kebersihan dan kehijauan kota," tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan sebelumnya Ketua Tim Adipura Edward Mushalli yang juga wakil walikota juga menyatakan, upaya maksimal warga dalam masalah kebersihan bukan hanya karena untuk mendapatkan Adipura, tetapi harus menjadi bahagian dari hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kota Tanjungpinang ini harus selalu bersih dan hijau.Jadi bukan karena hanya untuk meraih Adipura.Kalau kota selalu bersih pasti Adipura juga akan terus diraih," katanya.***ANA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5475425510382588459-4144194092147487104?l=berita-ina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berita-ina.blogspot.com/feeds/4144194092147487104/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2009/03/ayo-raih-kembali-adipura.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/4144194092147487104'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/4144194092147487104'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2009/03/ayo-raih-kembali-adipura.html' title='Ayo Raih Kembali Adipura'/><author><name>Ruziana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/S0ChSVj2nZI/AAAAAAAAAaQ/o-CYmETepwE/S220/Snapshot_20091228_3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/Sb57QJuJ_rI/AAAAAAAAAV8/APPLiYpnVFU/s72-c/adipura+jalan+kolektor.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5475425510382588459.post-336787718202208303</id><published>2009-02-22T07:56:00.000-08:00</published><updated>2009-02-22T08:00:03.512-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PUAN'/><title type='text'>Ratna Sari Dewi :Perempuan yang Memahami Perempuan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/SaF2bix6jkI/AAAAAAAAAUA/aMpqX2DDMqg/s1600-h/kak+dewi+1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 214px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/SaF2bix6jkI/AAAAAAAAAUA/aMpqX2DDMqg/s320/kak+dewi+1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305652051583864386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ibu adalah jantung keluarga. Ia mempunyai banyak peran dalam sebuah bahtera rumah tangga. Ibu tentu memang bukan kepala keluarga, tetapi kondisi keluarga tergantung kondisi ibu. Tapi, bagaimana seorang ibu yang berperan ganda? Sebagai ibu sekaligus kepala sebuah keluarga?&lt;br /&gt;Pahlawan. Barangkali gelar inilah yang pantas disandang Ratna Sari Dewi. Minimal dalam kesehariannya sebagai ibu rumah tangga dan sebagai perempuan yang aktif di berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan di Kota Tanjungpinang.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Sebut saja nama Dewi di kalangan ibu-ibu yang juga gemar berorganisasi, pasti langsung terbayang di benak bagaimana dan siapa Dewi dalam pergaulan. ''Dia itu periang, suka tertawa seolah hidup tanpa beban. Juga suka berbagi dan tak mudah menyerah,'' pengakuan seorang ibu PKK Kota Tanjungpinang, organisasi dimana Dewi juga tergabung.&lt;br /&gt;  Nama lengkapnya Ratna Sari Dewi, Amd, kelahiran Tanjungpinang 13 Desember 1968. Selain di PKK Kota Tanjungpinang, sederet organisasi lainnya dia geluti penuh tanggungjawab dan aktif. Antaranya, BPPS (Barisan Perempuan Peduli Sesama) Kota Tanjungpinang, Aliansi Perempuan Kota Tanjungpinang (Ketua Bidang Pariwisata), dan Al Hidayah. Tak hanya itu, di partai politik, Dewi juga aktif di KPPG (Kesatuan Perempuan Partai Golkar) hingga dipercayai memegang jabatan Wakil Sekretaris DPD II Kota Tanjungpinang.&lt;br /&gt;  Dilihat dari deretan organisasi yang digelutinya, so pasti Dewi bukan main sibuk mengatur waktu. Namun, dosen Lembaga Pendidikan Perhotelan (LPK PURI) di Tanjungpinang ini selalu enjoy menjalani hidup. ''Hidup bagai putaran roda, harus dikayuh agar terus berputar,'' Dewi berfilososfi.&lt;br /&gt;  Dewi adalah sosok yang tegar, tak mudah rapuh meski perjuangannya menjalani hidup tak bisa dibilang gampang. Dalam keluarganya, sebagai ibu tumah tangga, Dewi juga berperan sebagai kepala rumah tangga atau kepaala keluarga. Yah, dia hidup sebagai seorang perempuan bersatus ibu tunggal.&lt;br /&gt;  Memiliki empat orang anak, Dewi membesarkannya dengan penuh kasih sayang. Dalam kesibukannya, tak satupun tugas kesehariannya sebagai ibu terabaikan. Memasak, mencuci dan mengemas rumah, selalu sudah beres, lalu keluar rumah mencari nafkah. Berkat keuletannya itu, keempat anaknya kini dapat menikmati pendidikan sebagaimana anak-anak lain yang memiliki ibu dan bapak.&lt;br /&gt;  Anaknya yang paling besar kini sudah kelas 2 SMK, yang kedua kelas 3 SMP, satu di SLB (Sekolah Luar Biasa) dan satunya lagi masih SD. ''Jika dikatakan berat, ya berat memang. Tapi, karena hidup harus terus berlanjut, cobaan yang datang jangan dianggap hambatan, justru itulah tantangan yang menjadi motivasi,'' ujar Dewi.&lt;br /&gt;  Berkat gigih, tekun dan ulet yang dijalani Dewi dalam hidup, tak sedikit perempuan lain yang bernasib sama dengannya menjadikan kisah Dewi ini sebagai inspirasi. Makanya, dalam moment Pemilu 2009, Dewi berkeinginan mengabdi lebin luas untuk masyarakat, terutama untuk kaumnya, perempuan.&lt;br /&gt;  Dari Partai Golkar (Golongan Karya), ia maju menjadi Calon Anggota Legislatif (DPRD) Kota Tanjungpinang, Daerah Pemilihan (Dapil II) Tanjungpinang Timur. Majunya Dewi ini awalnya tak terlepas dari semangat kuota 30 persen perempuan dalam legislatif. Ketika itu pikirnya, inilah saat yang tepat untuk meningkatkan derajat perempuan di kancah perpolitikan. &lt;br /&gt;  ''Peran politik kaum perempuan masih sangat kurang. Salah satu kendalanya adalah persepsi dalam memandang dan memperlakukan perempuan. Budaya patriarkhi juga telah mengakar sangat kuat dan mendominasi dalam kehidupan,'' ungkap Dewi.&lt;br /&gt;  Cara pandang demikian, lanjut Dewi, jelas-jelas telah menyempitkan makna politik. Padahal makna politik adalah apapun yang berkaitan dengan hidup kita. Terlebih bagi perempuan, pada hakikatnya, perempuan adalah politisi untuk dirinya sendiri, keluarga dan masyarakat. Selama ini, perempuan yang duduk di legislatif sangat tak seimbang jika dibanding dengan jumlah mereka yang mayoritas menjadi penghuni republik ini.&lt;br /&gt;  Hal itu, menurut Dewi, karena masih banyak perempuan yang terperangkap dalam praktik diskriminasi dan perlakuan tidak adil serta berbagai masalah lainnya. ''Untuk keluar dari jeratan beragam masalah itu, pintunya adalah politik. Dan yang paling utama adalah keterwakilan perempuan dalam politik, sebab yang benar-benar memahami masalah perempuan, tentulah perempuan itu sendiri,'' ujar Dewi yang berada pada nomor urut 3 ini.&lt;br /&gt;  Dewi tak berjanji muluk-muluk. Jika kelak ia terpilih, keberhasilan yang ia raih adalah persembahan kebanggaan untuk semua perempuan. ''Caleg perempuan mesti peka dan memahami isu-isu perempuan untuk menuju terciptanya kesetaraan dan keadilan gender di seluruh aspek kehidupan, baik keluarga, masyarakat, bangsa, maupun negara,'' ujarnya.&lt;br /&gt;  Jika sudah demikian, pepatah yang berbunyi ''Maju-mundurnya sebuah bangsa tergantung kaum perempuannya'', wajib menjadi pedoman dan acuan bagi politisi peremp&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5475425510382588459-336787718202208303?l=berita-ina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berita-ina.blogspot.com/feeds/336787718202208303/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2009/02/ratna-sari-dewi-perempuan-yang-memahami.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/336787718202208303'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/336787718202208303'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2009/02/ratna-sari-dewi-perempuan-yang-memahami.html' title='Ratna Sari Dewi :Perempuan yang Memahami Perempuan'/><author><name>Ruziana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/S0ChSVj2nZI/AAAAAAAAAaQ/o-CYmETepwE/S220/Snapshot_20091228_3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/SaF2bix6jkI/AAAAAAAAAUA/aMpqX2DDMqg/s72-c/kak+dewi+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5475425510382588459.post-7686681281800076125</id><published>2009-02-22T07:49:00.000-08:00</published><updated>2009-02-22T07:51:34.882-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='umum'/><title type='text'>Sapuan, Waria Keibuan, Ibu Sejati Bagi Anak</title><content type='html'>Dimana saja nyaris waria selalu diabaikan, tidak dianggap di lingkungan tempat tinggal bahkan keluarga serta sulit untuk bersosialisasi di luar lingkungan mereka.Tapi, lain halnya dengan Sapuan, seorang waria di Tanjungpinang yang ternyata mempunyai nasib lebih baik dari teman-temannya sesama waria.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sapuan, waria kelahiran Sedanau 40 tahun silam ini bisa dikatakan waria yang beruntung.Ia bisa hidup normal dan diterima di tengah keluarga, lingkungan tempat tinggal dan masyarakat. Bahkan ia bisa berbahagia dan mengabdikan hidupnya demi kebahagiaan dua orang anak angkatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara penampilan Sapuan memang berbeda dengan kebanyakan waria lainnya.Meskipun  punya body yang dipermak hingga tampak seperti wanita, tapi ia tetap berpenampilan wajar seperti seorang wanita biasa kebanyakan atau tidak menor seperti layaknya waria umumnya.Tutur kata dan nada bicaranya juga jelas dan teratur layaknya wanita, meski nada bariton tetap samar terdengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ditemui di kediamannya, Kampung Baru, ia baru saja kembali menjemput anak pertamanya, Gusti (9) dari les mata pelajaran.Mengenakan celana jeans dan baju kaos serta rambut yang diikat, Sapuan memang terlihat jelas layaknya seorang ibu rumah tangga umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maaf saya baru pulang menjemput anak les, ini juga sedang mempersiapkan kebutuhannya untuk masuk sekolah siang," tuturnya membuka pembicaraan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di rumahnya yang rapi dan nyaman, Sapuan mengaku tinggal dengan ibunya yang sudah uzur.Untuk membiayai kebutuhan hidup sehari-hari saat ini ia melakukan usaha dagang dan kerjasama usaha dengan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang penting saat ini yang saya pikirkan bisa menghidupi anak-anak, membuat mereka senang, membiayai pendidikan mereka sehingga bisa sekolah setinggi-tingginya dan mandiri setelah dewasa," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa sayang dan perhatian yang besar Sapuan pada dua orang anak angkatnya, Gusti dan Ayu, cukup membuktikan jika ia punya rasa keibuan yang besar.Karena tidak semua waria yang punya jiwa wanita punya sifat keibuan dan bahkan mau mengangkat anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasih sayang yang tulus itu jugalah, membuat kedua anaknya itu menjadikan Sapuan sebagai ibu yang sejati.Statusnya sebagai waria yang sudah mulai perlahan ia tunjukan kepada mereka, ternyata direspon oleh sang anak jika ia adalah wanita sejati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau anak saya cerita tentang banci yang pernah mereka lihat, saya juga melemparkan pertanyaan kepada mereka siapa saya sebenarnya. Tapi malah mereka dengan tegas mengatakan saya adalah wanita," tuturnya haru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sapuan yang dipanggil mama oleh sang anak, berharap kedua anaknya itu bisa menjadi manusia yang berhasil kelak."Saya ingin anak yang pertama menjadi polisi dan anak yang kedua menjadi perawat.Untuk biaya pendidikan mereka saya sudah menyiapkan asuransi pendidikan sejak kecil," paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengakuan terhadap dirinya juga diterimanya di lingkungan.Sapuan mengaku aktif di kegiatan PKK dan menjadi kader Posyandu.Bahkan ia selalu dipercaya sebagai bagian konsumsi seperti menyediakan kue kalau ada kegiatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Alhamdulillah warga di lingkungan ini menerima saya dengan baik, tidak membeda-bedakan saya.Bahkan mereka menganggap saya seorang wanita," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga dengan guru sekolah dan les anak-anaknya, ia juga mendapatkan perlakuan yang baik dan sama dengan orang tua siswa lainnya."Mungkin karena saya berusaha membangun komunikasi yang baik dengan mereka.Jadi kuncinya adalah dari kita sendiri untuk bisa diterima oleh lingkungan," tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uniknya lagi, saat mengurus KTP dan SIM statusnya juga ditulis wanita meskipun ia meminta tetap ditulis pria."Kalau kembali ke fitrah saya memang pria, meskipun saya punya jiwa wanita.Tapi saya harus sadar jika suatu saat saya memang harus diperlakukan seperti seorang pria, seperti saat meninggal nanti," alasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi seorang waria kata Sapuan bukanlah keinginannya.Tapi jiwa perempuan yang memerangkap dirinya sejak kecil tidak bisa ia elakan."Kalau ditanya saya ingin menjadi apa jika dilahirkan kembali, saya ingin menjadi wanita normal seutuhnya atau pria yang sesungguhnya," bebernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sapuan kecil dibesarkan di lingkungan keluarga desa di Sedanau, Pulau Tujuh.Sejak kecil ia merasa sudah punya sifat wanita yang besar.Bahkan ketika SD ia sering diejek teman-temannya yang menyebutnya banci.Tapi, kondisinya yang kurang normal itu tidak diketahui oleh orang tua dan keluarga.Sehingga Sapuan merasa tidak punya tempat untuk berbagi masalahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada usia 15 tahun ia merantau ke Batam dan bekerja sebagai pekerja rumah tangga.Di sana ia malah diterima dengan baik dan tidak mendapatkan perlakuan seperti di kampungnya.Jenuh bekerja sebagai pekerja rumah tangga, Sapuan berniat mencari kerja ke Malaysia dan menumpang di rumah seorang saudaranya.Tapi, ia tidak bisa menemukan keluarga yang dicari.Karena terjepit keadaan dan untuk mempertahankan hidup di negeri orang, ia pun terjerumus ke dunia hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama kurang lebih 13 tahun ia bolak-balik Malaysia, Singapura dan Batam.Ketika akhirnya ia merasa butuh keluarga dan rindu mereka.Akhirnya ia memutuskan kembali tapi memilih Tanjungpinang. Dengan uang tabungan yang ia miliki, ia bisa memiliki rumah dan perlengkapannya.Selain itu ia juga menjalankan usaha menjadi penyalur tenaga kerja ke Malaysia dan Singapura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merasa sudah mapan ia mengontak kedua orang tuanya untuk datang dan menetap di Tanjungpinang bersamanya.Memang awalnya mereka kaget melihat kondisinya namun akhirnya bisa menerima.Bahkan di rumahnya itu Sapuan sempat juga menampung sejumlah anak dari saudara-saudaranya yang melanjutkan sekolah di Tanjungpinang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sapuan juga sempat hidup dengan seorang pria yang dianggap papa oleh kedua anaknya.Namun karena status yang tidak jelas, mereka berpisah dan sang pria menikah dengan wanita normal."Tapi anak-anak tetap mengganggap dia adalah papa mereka," kenangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinggung tentang masa depan anak-anaknya kelak, mengingat usianya yang sudah tidak muda lagi, Sapuan mengaku sudah mulai memikirkan nasib mereka jika suatu saat ini tidak ada lagi di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Memang saya sudah mulai memikirkan nasib mereka bagaimana nanti jika saya tidak ada lagi di dunia.Tapi saya hanya berdoa agar bisa diberi umur panjang sehingga bisa melihat mereka dewasa dan mandiri," tururnya menerawang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sapuan juga adalah penasehat FKRWS.Sebagai orang yang dituakan dalam organisasi itu, ia berusaha melakukan pendekatan layaknya orang tua dengan waria yang masih muda.Secara perlahan ia berusaha mengingatkan mereka yang belum memikirkan masa depan untuk mulai sadar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Memang mereka kerja seperti di salon, tapi kadang uangnya habis begitu saja.Padahal kan bisa ditabung dan digunakan untuk masa depan," alasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sapuan sebelumnya juga pernah menjadi Ketua Himpunan Waria Bintan atau Hiwabin.Organisasi itu berdiri saat Tanjungpinang masih berstatus kotif dan kemudian vakum sejak 2002 silam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Visi dan misinya  mungkin mirip dengan FKRWS ini, tapi dulu saya membiayai Hiwabin dengan swadaya sendiri tanpa ada bantuan dana dari pemerintah. Jadi untuk melakukan banyak kegiatan agak susah bergerak.Akhirnya saya merasa tidak sanggup lagi dan vakum," tuturnya sambil menyebutkan sejumlah kegiatan yang pernah dilakukan Hiwabin, seperti pertandingan volly dan pemilihan miss waria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai penasehat, ia berharap FKRWS bisa menjadi ajang positif bagi anggota dan&lt;br /&gt;tempat berbagi dalam suka dan duka."Ibarat keluarga kita adalah satu, jadi kalau ada teman yang kemalangan kita harus bantu.Jadi tidak fokus pada kegiatan yang senang-senang saja," harapnya.***ANA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5475425510382588459-7686681281800076125?l=berita-ina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berita-ina.blogspot.com/feeds/7686681281800076125/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2009/02/sapuan-waria-keibuan-ibu-sejati-bagi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/7686681281800076125'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/7686681281800076125'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2009/02/sapuan-waria-keibuan-ibu-sejati-bagi.html' title='Sapuan, Waria Keibuan, Ibu Sejati Bagi Anak'/><author><name>Ruziana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/S0ChSVj2nZI/AAAAAAAAAaQ/o-CYmETepwE/S220/Snapshot_20091228_3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5475425510382588459.post-138650344550533053</id><published>2009-02-22T07:40:00.000-08:00</published><updated>2009-02-22T07:44:58.876-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='umum'/><title type='text'>Buka Mata dan Hati untuk Gender Ketiga</title><content type='html'>Istilah waria, wadam, banci atau bencong sudah lama diketahui masyarakat, namun saat ini ada istilah lain yang mulai terdengar yakni gender ketiga. Seperti diketahui istilah gender selama ini hanya diperuntukan bagi persamaan kedudukan antara pria dan wanita, sehingga karena ada jenis manusia yang mempunyai pribadi unik, waria mulai disebut-sebut sebagai gender ketiga. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Namun,upaya mencari persamaan hak sebagai genderketiga khususnya status sosial dalam kehidupan masyarakat, belum sepenuhnya mereka dapatkan.Bahkan selama ini mereka menjadi kelompok minoritas yang terpinggirkan, dipandang sebelah mata bahkan juga sering dihina. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi tersebut makin diperparah dengan imej yang terpatri dalam masyarakat, jika kaum waria selalu identik dengan dunia prostitusi dan penyimpangan seks. Sehingga kehidupan sosial mereka sangat kecil terkungkung dalam lingkaran orang-orang yang mempunyai nasib yang sama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, imej itu tidak sepenuhnya benar. Karena jika melihat lebih dekat dengan kehidupan mereka, ternyata  banyak waria yang punya pekerjaan baik dan jauh dari dunia prostitusi, seperti menjadi desaigner, penata rambut,perias wajah dan pengantin, aktif dalam organisasi dan lainnya.Tingkat intelektual mereka juga tidak kalah, seperti ada yang pernah kuliah bahkan masih berstatus mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan Indonesia pernah dikejutkan dengan prestasi seorang waria di Jakarta,Yulianus Rettoblaut, yang lolos menuju seleksi akhir calon anggota Komisi Nasional (Komnas) HAM periode 2007-2012. Namun, meskipun akhirnya ia tidak lulus pada seleksi akhir di DPR RI itu,tapi apa yang dilakukannya menunjukan tingginya keinginan waria dalam mendapatkan persamaan pemenuhan dan perlindungan HAM di Indonesia.(Baca insert profil Yulianus)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi umum seperti dipaparkan di atas merupakan gambaran waria di Indonesia. Untuk Kota Tanjungpinang, para waria juga mempunyai dilema yang sama dengan waria lainnya di Indonesia.Mereka masih belum menjadi kelompok masyarakat yang sepenuhnya diterima dalam kehidupan sosial yang normal dan wajar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, diawal tahun 2009 ini bisa dikatakan adalah langkah awal bagi waria di Tanjungpinang untuk mulai menunjukan dan mengaktualisasikan diri, jika mereka tidak sepenuhnya seperti yang selama ini dipandang banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak semua waria itu berkecimpung dalam dunia prostitusi, tapi masih banyak yang punya pekerjaan seperti bekerja di salon, sebagai mak andam bahkan berstatus mahasiswa," ungkap Bayu Chandra, Ketua Forum Komunikasi Rumpun Waria Sehati (FKRWS) Tanjungpinang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penuturan itu diungkapan Bayu, saat melakukan dialog  Buka Mata Buka Hati antara FKRWS dengan Pemko Tanjungpinang, tokoh agama dan masyarakat yang difasilitasi Dinas Sosial dan Tenaga Kerja, di Rumah Singgah pada minggu pertama Januari lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayu menjelaskan, FKRWS telah berdiri sejak tahun 2005 lalu.Di dalamnya saat ini terdapat 25 orang anggota tetap ditambah sekitar delapan orang yang masih mobile atau bolak-balik Tanjungpinang ke sejumlah daerah seperti Dabo, Kijang dan Batam.Hal itu disebabkan karena pekerjaan mereka seperti menjadi Mak Andam yang harus membuat mereka tidak senantiasa menetap di Kota Gurindam ini. ( lihat insert profil Bayu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waria yang dikenal juga dengan Dewa Bayu itu menyatakan senang bisa melakukan dialog langsung dengan Pemko Tanjungpinang khususnya. Karena banyak hal yang ingin disampaikan FKRWS pada pemerintah daerah, seperti pembinaan, kesempatan mendapatkan hak untuk menjadi pelaku pembangunan dan penyuluhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan ia merasa bangga karena FKRWS sudah terdaftar di Kantor Kesbang Linmas Tanjungpinang. Selain itu Kadis Sosial dan Tenaga Kerja juga menyatakan kesediaannya menjadi pembina organisasi tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami senang sudah terdaftar di kesbang linmas, berarti kami merasa telah diakui.Untuk kami sangat berharap pembinaan dan bantuan dari pemerintah Tanjungpinang.Selain itu pada Februari nanti kami akan adakan valentine, tolong dukungan dari pemko," harapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadis Sosial dan Tenaga Kerja Said Parman mengatakan, pihaknya menyambut baik upaya dialog yang dilakukan FKRWS.Karena selama ini keberadaan mereka tidak terlihat atau masih samar-samar.Padahal menurutnya sebagai warga mereka juga perlu mendapatkan hak yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesuai dengan tema dialog buka mata dan hati, kita ingin semua anggota FKRWS yang hadir bisa menyampaikan pendapat, saran atau pertanyaan kepada kami, sehingga akan mulai terbuka kondisi yang nyata dan para waria tidak lagi menjadi kaum yang terpinggirkan," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang senada disampaikan Asisten II Setdako Tanjungpinang Drs Herman yang menyatakan, para waria itu memang perlu mendapatkan pembinaan dari pemerintah sebagai bentuk kepedulian terhadap mereka sebagai bahagian dari warga Tanjungpinang."Kita memang mengharapkan waria juga punya posisi yang sama di masyarakat seperti warga lainnya," kata Herman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan itu Bayu memperkenalkan anggotanya yang hadir belasan orang dan menghimbau mereka menyampaikan uneg-uneg kepada pemerintah.Namun mungkin karena baru pertama kali, sebahagian besar terkesan masih malu-malu untuk mengeluarkan suaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mewakili teman-temannya, Bayu meminta pemerintah dan LSM tidak hanya menjadikan mereka objek.Contohnya ada pelatihan dari sebuah LSM tentang HIV/AIDS,tapi semua itu cukup sampai disitu dan tidak ada tindak lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami tidak mau dijadikan objek semata, diberi arahan, makan siang dan uang transportasi, tapi setelah itu tak ada tindak lanjut dan manfaatnya," tegasnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia bahkan menyatakan jika bisa waria khususnya FKRWS bisa menjadi subjek, seperti tenaga pelatih dalam bidang kecantikan."Kalau kami diberi kesempatan, kami siap untuk menjadi tenaga pelatih tidak hanya untuk para waria, tapi juga untuk masyarakat lainnya," tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, pelatihan dan keterampilan sangat diperlukan oleh para waria, sehingga mereka bisa punya keterampilan dan mandiri.Bahkan bagi yang sedang tersesat di dunia prostitusi bisa bekerja dengan jalan yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau bisa ada sebuah tempat yang ada perlengkapan untuk mengajarkan keterampilan kepada waria, seperti menyalon dan lainnya.Kami punya tenaga dan skill dalam hal itu," pintanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada badan pemberdayaan perempuan ia juga meminta diberi kesempatan untuk mengelola proyek pelatihan kecantikan. Bahkan ia juga mengkritik, karena ada sejumlah pelatihan yang bisa diikuti anggota FKRWS ternyata tidak dilibatkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menaggapi pernyataan Bayu di atas, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan,Erdawati menyatakan untuk program pelatihan biasanya ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi pihak lain yang akan mengelola. Karena hal itu menyangkut legalitas, sertifikasi dan pertanggungjawaban keuangannya.Sehingga untuk sementara memang belum bisa diserahkan ke pihak lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan untuk melibatkan anggota FKRWS dalam sejumlah pelatihan sebagai peserta, menurut Erdawati sudah ada meskipun jumlahnya masih sedikit."Kalau ada pelatihan lagi, kita akan undang FKRWS dengan jumlah peserta yang mungkin bisa ditingkatkan," alasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Kadis Kesehatan dr Eka Hanasarianto yang hadir pada kesempatan itu, mengharapkan waria dan angggota FKRWS khususnya dapat memperhatikan masalah kesehatan, khususnya tentang penyakit HIV/AIDS yang bisa diderita kaum waria akibat salah pergaulan seks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Eka, diantara sejumlah penderita HIV/AIDS yang telah meninggal di Tanjungpinang, dua diantaranya adalah waria."Kita menyediakan layanan pemeriksaan dan konsultasi tentang HIV/AIDS di puskesmas pancur dan rumah sakit umum, silahkan dimanfaatkan," sarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara anggota DPRD Tanjungpinang, Mhd Arief menyatakan baru pertama kali berhadapan langsung dan berdialog dengan para waria.Bahkan ia sempat menceritakan pengalamannya yang membuatnya merinding hingga hari itu, karena pernah dipanggil-panggil waria saat melintas di suatu tempat pada malam hari usai rapat dewan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jujur saya masih merinding jika ingat peristiwa itu. Tapi sebagai wakil rakyat saya berusaha menampung aspirasi dan mudah-mudahan apa yang diharapkan bisa difasilitasi oleh dewan.Tapi yang lebih penting mereka bisa perbaiki citra yang selama ini melekat di masyarakat," singkatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan itu, ada pertanyaan menyentuh yang ditanyakan salah seorang waria yakni tentang kebingungan mereka dalam beribadah dan status mereka saat meninggal dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi hal itu, Kepala Kantor Departemen Agama Tanjungpinang H Syamsuddin mengatakan, jika kedudukan mereka sama di mata tuhan sebagai umat manusia.Namun yang membedakan adalah amal mereka. Ia mendukung para waria masih tetap ingat Tuhan dan beribadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kedudukan mereka dalam shalat berjamaah, Syamsuddin mengatakan disesuaikan dengan jenis kelamin saat mereka lahir."Kalau anda merasa berjenis kelamin laki-laki, berjamaahlah di barisan laki-laki," paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan menanggapi tentang kedudukan mereka saat meninggal nanti, tokoh masyarakat dan agama, Abdul Karim Wahab juga menyatakan kembali ke fitrahnya saat dilahirkan ke dunia.Namun ternyata ada yang masih bertanya jika mereka telah melakukan sejumlah operasi tubuh, dengan nada bercanda ia menjawab hal itu dapat ditanyakan pada Dorce, seorang artis waria yang sudah melakukan operasi kelamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau ada yang merasa sudah ada operasi kelamin dan fisik lainnya,silahkan ditanya ke dorce biar lebih jelas," tuturnya disambut riuh para waria&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5475425510382588459-138650344550533053?l=berita-ina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berita-ina.blogspot.com/feeds/138650344550533053/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2009/02/buka-mata-dan-hati-untuk-gender-ketiga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/138650344550533053'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/138650344550533053'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2009/02/buka-mata-dan-hati-untuk-gender-ketiga.html' title='Buka Mata dan Hati untuk Gender Ketiga'/><author><name>Ruziana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/S0ChSVj2nZI/AAAAAAAAAaQ/o-CYmETepwE/S220/Snapshot_20091228_3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5475425510382588459.post-6982859846175680762</id><published>2008-12-11T08:26:00.000-08:00</published><updated>2008-12-11T08:34:08.170-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemprov'/><title type='text'>Humor Ismeth Disela Duka</title><content type='html'>Meskipun masih berduka karena baru kehilangan ibunda tercinta,Hj Maryam Abdullah Afif,Gubernur Kepri Ismeth Abdullah, masih bisa menyelipkan humornya.Entah untuk menghibur hadirin yang mendengarkan arahan yang lumayan panjang atau untuk menghibur diri sendiri yang masih berduka, Ismeth ternyata bisa memancing tawa. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini terjadi saat ia memberikan arahan pada Muskomda Pemuda Katolik di Hotel Bintan Plaza,akhir Novemver lalu.Padahal empat hari sebelumnya, Ismeth berduka karena ibu tercinta meninggal dunia di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat banyaknya tugas yang harus dilakukan di Kepri, Ismeth berusaha menyempatkan datang ke Tanjungpinang salah satunya menghadiri kegiatan pemuda tersebut. Pada kesempatan itu ia memanfaatkan sambutannya dengan memotivasi para pemuda untuk ikut andil dalam membangun Kepri, khususnya dalam Free Trade Zone. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ismeth, potensi Kepri sebagai daerah kepulauan sangat besar.Ribuan pulau yang berjumlah 2408 buah adalah potensi besar yang bisa dimanfaatkan dalam membangun daerah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pulau di Kepri ini banyak, jumlah mencapai 2408 buah. Terdiri dari pulau besar dan kecil dan yang berpenghuni dan tidak.Kalau tidak percaya,silahkan hitung sendiri," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontan saja ucapannya itu memancing tawa hadirin yang semula serius mendengarkan arahannya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5475425510382588459-6982859846175680762?l=berita-ina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berita-ina.blogspot.com/feeds/6982859846175680762/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2008/12/humor-ismeth-disela-duka.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/6982859846175680762'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/6982859846175680762'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2008/12/humor-ismeth-disela-duka.html' title='Humor Ismeth Disela Duka'/><author><name>Ruziana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/S0ChSVj2nZI/AAAAAAAAAaQ/o-CYmETepwE/S220/Snapshot_20091228_3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5475425510382588459.post-6019210521623602838</id><published>2008-12-11T08:20:00.001-08:00</published><updated>2008-12-11T08:25:19.647-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PUAN'/><title type='text'>Syarifah Faizat SPd Sejahtera Dengan Program KB</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/SUE-v7H0r9I/AAAAAAAAAPA/OTUwDHHka08/s1600-h/S6300862.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/SUE-v7H0r9I/AAAAAAAAAPA/OTUwDHHka08/s200/S6300862.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278569231300210642" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"Dua anak cukup, laki-laki perempuan sama saja", itu dulu slogan Keluarga Berencana (KB) yang digalakan pemerintah belasan tahun lalu.Sekarang sejak diaktifkan kembali program KB yang sempat vakum, slogan KB diubah menjadi "dua anak lebih baik".&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari upaya pemerintah menggalakan kembali program KB guna menekan angka kelahiran yang tidak terkendali, Syarifah Faizat, 49 tahun, telah merasakan dampak positif ber-KB.Bahkan dengam keberhasilannya itu, ia meraih prediket peserta KB Lestari 20 tahun dari Pemprov Kepri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan dua anak yang dimiliki dan sudah dewasa saat ini, ia bisa hidup sejahtera dan lebih baik.Semua itu tidak terlepas dari kesadaran dari dirinya sendiri untuk bisa hidup lebih baik dari kehidupan orang tuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faizat dilahirkan di Dabo Singkep dengan sembilan bersaudara.Ia anak keempat dari ibu sekandung.Sedangkan jika dihitung dari saudara seayah, ia mempunyai jumlah saudara 27 orang. Kehidupan orang tua yang cukup sulit dengan jumlah anggota keluarga yang banyak, menggugah kesadaran istri dari Faisal Sofyan ini untuk tidak meniru pengalaman orang tuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa yang pernah dialami orang tua membuat saya bertekat untuk hidup lebih baik.Saya tidak ingin anak-anak saya kesulitan untuk menempuh pendidikan lebih tinggi," ceritanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tekat mengubah kehidupan bersama suami dan dua orang anaknya, ia hijrah ke Tanjungpinang.Di kota ini ia berniat meneruskan pendidikannya sehingga bisa bekerja.Untuk itu ia memutuskan tidak akan mempunyai anak lagi dan memilih mengikuti program KB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia beralasan,jika masih menambah anak tentu akan merepotkannya saat mengikuti Kursus Pendidikan Guru (KPG).Ternyata keputusannya tepat dan ia bisa kursus dengan lancar serta diterima menjadi PNS guru.Saat ini ia bekerja sebagai guru di SD 005 Kampung Bugis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu ia juga bisa melanjutkan kuliah di Universitas Terbuka guna meningkatkan kwalitasnya sebagai guru.Dua tahun lalu ia berhasil meraih sarjana pendidikan.Dengan dua anak yang telah dewasa dan karir yang lancar, saat ini Faizat sangat bersyukur karena dua orang anaknya Parationa Esteriorita dan Petrano sudah lulus kuliah dan bekerja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Alhamdulillah anak saya bisa kuliah, saya juga bisa kuliah meraih sarjana pendidikan.Mungkin keberhasilan ini belum bisa saya raih jika saya tidak ber-KB, karena anak banyak mungkin membuat karir saya terhambat dan anak-anak tidak bisa kuliah,"katanya bersyukur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awal mengikuti program KB, Faizat memilih jenis pil.Namun karena merasa kurang cocok ia mengganti dengan spiral.Selanjutnya karena masih kurang pas ia kemudian mengganti dengan suntik dan sejak delapan tahun lalu ia memutuskan menggunakan implant. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilannya ber-KB dan prestasi yang dicapainya, menurut Faizat adalah modal tambahannya dalam mensosialisasikan program KB ke ibu rumah tangga di lingkungannya.Karena ia juga kader PKK dan Posyandu yang aktif memberi penyuluhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengan keberhasilan saya ini, tentu mendukung kegiatan saya memberikan penyuluhan. Semoga mereka yang belum ikut KB bisa memetik manfaat dari pengalaman saya ber-KB," harapnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5475425510382588459-6019210521623602838?l=berita-ina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berita-ina.blogspot.com/feeds/6019210521623602838/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2008/12/syarifah-faizat-spd-sejahtera-dengan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/6019210521623602838'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/6019210521623602838'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2008/12/syarifah-faizat-spd-sejahtera-dengan.html' title='Syarifah Faizat SPd Sejahtera Dengan Program KB'/><author><name>Ruziana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/S0ChSVj2nZI/AAAAAAAAAaQ/o-CYmETepwE/S220/Snapshot_20091228_3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/SUE-v7H0r9I/AAAAAAAAAPA/OTUwDHHka08/s72-c/S6300862.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5475425510382588459.post-3324326249897941658</id><published>2008-12-11T08:16:00.000-08:00</published><updated>2008-12-11T08:17:28.878-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemprov'/><title type='text'>Mahalnya Biaya Provinsi Kepulauan</title><content type='html'>Jika dibandingkan dengan provinsi lain, yang mana daratannya lebih luas dari lautan, sekilas lebih mudah untuk membangun daerah kepulauan.Padahal jika dikaji lebih mendalam, membangun daerah kepulauan jauh lebih sulit dan memerlukan biaya yang mahal.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang daerah kepulauan tidak memerlukan jalan tol, karena lautan luas sudah menjadi jalan alami bagi transportasi laut.Namun masalahnya bukan sampai disitu, melainkan sarana dan prasarana jauh lebih mahal, seperti pengadaan kapal laut dan pembangunan pelabuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sebuah pengadaan bus dengan fasilitas bagus, paling mahal hanya memerlukan biaya sekitar Rp 600 juta, namun untuk sebuah kapal laut sejenis ferry paling sedikit memerlukan biaya sekitar Rp 4 M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang dipaparkan Gubernur Kepri Ismeth Abdullah, saat menghadiri Muskomda Pemuda Katolik."Sudahlah kapalnya mahal, membangun pelabuhan juga tidak butuh anggaran besar,"ungkap Ismeth. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daerah kepulauan menurut Ismeth masih kurang diperhatikan oleh pemerintah pusat khususnya dalam masalah tranportasi laut.Selama ini pemerintah pusat cenderung memikirkan transportasi darat, padahal daerah kepulauan lebih membutuhkan transportasi laut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selama ini selalu yang dipikirkan pembangunan jalan, padahal kita butuh kapal dan pelabuhan," tandas Ismeth.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun meksipun begitu, ia bersyukur karena tahun ini usulan pengadaan kapal untuk Kepri dipenuhi pusat."Alhamdulillah tahun ini kapal yang kita minta diberikan," tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu ribuan pulau dan sejumlah pulau terluar khususnya juga memerlukan pengawasan yang ketat agar tidak dicaplok negara tetangga."Menjaga pulau terluar itu butuh dana besar, jadi kami perlu dibantu pemerintah pusat menjaganya.Alhamdulillah sudah ada perhatian," tambahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski sebagai daerah kepulauan,Ismeth bersyukur Kepri mengalami pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia.Sebelum krisis global yang melanda sejak beberapa bulan lalu, pertumbuhan ekonomi Kepri sebesar 8,2 persen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebagai provinsi baru kita mesti bersyukur atas perkembangan daerah ini. Untuk itu mari bersama kita manfaatkan potensi yang ada untuk lebih memajukan daerah ini,"harapnya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5475425510382588459-3324326249897941658?l=berita-ina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berita-ina.blogspot.com/feeds/3324326249897941658/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2008/12/mahalnya-biaya-provinsi-kepulauan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/3324326249897941658'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/3324326249897941658'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2008/12/mahalnya-biaya-provinsi-kepulauan.html' title='Mahalnya Biaya Provinsi Kepulauan'/><author><name>Ruziana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/S0ChSVj2nZI/AAAAAAAAAaQ/o-CYmETepwE/S220/Snapshot_20091228_3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5475425510382588459.post-3815837838245244936</id><published>2008-12-10T00:51:00.000-08:00</published><updated>2010-05-30T12:15:16.687-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemko'/><title type='text'>Naura Asi Pratama, Doyan Makan Sayur dan ASI</title><content type='html'>Naura Asi Pratama, 20 bulan, pantas meraih juara pertama Lomba Balita Sehat Tanjungpinang 2008 kategori anak usia 6-24 bulan.Karena selain bertubuh sehat, balita perempuan ini juga memenuhi sejumlah syarat yang ditetapkan, seperti masalah gizi, tumbuh kembang dan pendidikan orang tua.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naura adalah anak bungsu dari dua bersaudara dari pasangan Suryati dan Alimuddin.Balita cantik ini sejak bayi selalu mengkonsumsi ASI hingga saat ini.Pada &lt;br /&gt;usia 13 bulan ia sudah bisa berjalan dan di usia 18 bulan ia sudah bisa meniru ucapan dan nyanyian yang diajarkan ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anak saya hanya konsumsi ASI dan ditambah makan nasi.Mungkin nanti setelah usia dua &lt;br /&gt;tahun dihentikan ASI nya," tutur sang ibu, warga Tanjungunggat ini. &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/ST-EbuQi3CI/AAAAAAAAAO4/ierhmDF0pWk/s1600-h/DSC_5723.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 132px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/ST-EbuQi3CI/AAAAAAAAAO4/ierhmDF0pWk/s200/DSC_5723.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278082900110269474" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanan tambahan yang dikonsumsi Naura sama dengan orang dewasa, berupa nasi dan &lt;br /&gt;laauk pauknya.Bahkan makan sayur mayur seakan menjadi menu wajibnya setiap &lt;br /&gt;hari.Hebatnya ia lebih suka makan sendiri tanpa suapi sang ibu."Ia paling suka sayur, tanpa nasipun ia akan makan layaknya makanan ringan," papar ibu rumah tangga ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai ibu rumah tangga dengan pendidikan menengah atas, Suryati mengaku merawat &lt;br /&gt;anaknya sesuai dengan pengetahuan yang ia miliki.Keinginan mempunyai anak yang sehat &lt;br /&gt;membuatnya telaten merawat dan memperhatikan gizi anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Soalnya kalau anak sakit kita juga yang repot.Lebih baik anak kita sehat, jadi kita &lt;br /&gt;cukupkan gizinya dan rawat dengan baik," alasan wanita yang rutin membawa anaknya ke &lt;br /&gt;Posyandu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun tidak menyangka akan meraih juara satu, Suryati mengaku senang karena &lt;br /&gt;anaknya lebih unggul dari balita lainnya.Sedangkan mengenai hadiah berupa uang, ia &lt;br /&gt;mengaku belum memirkan untuk apa nantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang jelas senang karena anak saya juara, tapi mengenai hadiahnya untuk apa belum &lt;br /&gt;saya pikirkan," ulasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecerdasan Naura memang menonjol, saat ibunya diwawancarai sesekali ia menyelutuk &lt;br /&gt;menirukan ucapan ibunya.Bahkan saat menerima hadiah dari wali kota, ia tampak &lt;br /&gt;antusias bersalaman dan menerima piala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5475425510382588459-3815837838245244936?l=berita-ina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berita-ina.blogspot.com/feeds/3815837838245244936/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2008/12/naura-asi-pratama-doyan-makan-sayur-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/3815837838245244936'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/3815837838245244936'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2008/12/naura-asi-pratama-doyan-makan-sayur-dan.html' title='Naura Asi Pratama, Doyan Makan Sayur dan ASI'/><author><name>Ruziana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/S0ChSVj2nZI/AAAAAAAAAaQ/o-CYmETepwE/S220/Snapshot_20091228_3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/ST-EbuQi3CI/AAAAAAAAAO4/ierhmDF0pWk/s72-c/DSC_5723.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5475425510382588459.post-7803312614431165469</id><published>2008-12-10T00:18:00.000-08:00</published><updated>2008-12-10T00:27:52.062-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ekbis'/><title type='text'>Dibantu Wako Rp 10 juta, Suparman Bisa Beli Mesin Neci</title><content type='html'>Dibalik rasa senangnya, Suparman (49) tidak bisa menyimpan rasa harunya ketika Wali Kota Tanjungpinang Dra Hj Suryatati A Manan, menyerahkan bantuan sebesar Rp 10 juta untuk tambah modal usaha menjahitnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ia sangat bersyukur, karena usahanya tidak sia-sia untuk meminta bantuan tambahan permodalan kepada Pemko Tanjungpinang."Surat pengajuan itu saya sampaikan hampir setahun dan akhirnya hari ini bisa direalisasikan," ujar bapak dua anak ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencananya uang bantuan wali kota itu akan dibelikan mesin bordir dan mesin neci.Khusus mesin neci menurutnya sangat penting untuk usaha menjahitnya.Karena selama ini ia harus jauh-jauh kepasar untuk mengupahkan jahitan yang harus dineci (jahit pinggir-red). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau ada mesin neci, saya tidak repot lagi mengantar ke pasar dan ini akan lebih memudahkan kerja saya,"ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha Penjahit Trio yang berlokasi di Jl RE Martadianta Km 6, telah dirintisnya sejak 5 tahun.Meski masih menumpang di rumah milik seorang pengurus RW, tapi Suparman bersyukur usahanya tetap berjalan di tengah situasi ekonomi saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan satu orang pekerja, Suparman bisa memenuhi order jahitan dari pelanggan.Namun, meskipun begitu ia tetap kesulitan memenuhi target waktu, akibat seringnya listrik mati. Meskipun ada cadangan mesin manual, tapi kecepatannya tidak sama jika menggunakan mesin listrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain bekerja sebagai penjahit, Suparman juga menjadi penjaga mesjid yang berada persis di seberang jalan tempat usahanya.Setiap sore ia juga mengajar anak-anak di sekitar mesjid belajar mengaji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabag Sosial Setdako Tanjungpinang Said Adnan mengatakan, bantuan yang diberikan Pemko Tanjungpinang didasarkan kepada skala prioritas.Mengingat Suparman termasuk penjahit tergolong usaha kecil dan ia punya kepedulian terhadap bidang sosial dan agama, Pemko Tanjungpinang memutuskan membantu kemajuan usaha jahitny&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5475425510382588459-7803312614431165469?l=berita-ina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berita-ina.blogspot.com/feeds/7803312614431165469/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2008/12/dibantu-wako-rp-10-juta-suparman-bisa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/7803312614431165469'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/7803312614431165469'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2008/12/dibantu-wako-rp-10-juta-suparman-bisa.html' title='Dibantu Wako Rp 10 juta, Suparman Bisa Beli Mesin Neci'/><author><name>Ruziana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/S0ChSVj2nZI/AAAAAAAAAaQ/o-CYmETepwE/S220/Snapshot_20091228_3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5475425510382588459.post-4708651863014706507</id><published>2008-12-10T00:13:00.000-08:00</published><updated>2008-12-10T00:18:36.763-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='umum'/><title type='text'>Suryatati Kembali Berduka Pengganti Ortu Meninggal Dunia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/ST97Sc9-ZaI/AAAAAAAAAOo/qgixHh7QXCg/s1600-h/S6300877.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/ST97Sc9-ZaI/AAAAAAAAAOo/qgixHh7QXCg/s320/S6300877.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278072845245506978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Wali Kota Tanjungpinang Dra Hj Suryatati A Manan kembali berduka.Abang iparnya, Hasan bin Awang Tjik (71) berpulang ke rahmatullah, pada 3 Desember lalu di RSUD Tanjungpinang.Duka mendalam Suryatati karena almarhum selama ini sudah dianggap sebagai orang tua sendiri,mengingat sejak lama kedua orang tuanya sudah meninggal dunia.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Di rumah duka Jl Teluk Keriting, Kamis siang (4/12), tampak Suryatati yang dibalut baju kurung coklat dan berselendang hitam tak bisa menyembunyikan dukanya. Matanya tampak sembab dan wajahnya mengguratkan kehilangan yang mendalam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesekali ia tampak menghapus air mata dengan tisu.Bahkan saat pidato pelepasan almarhum, Suryatati tampak banyak menunduk menahan haru.Begitu juga dengan anak-anak Suryatati juga tampak berduka mendalam.Mereka tidak bisa menyembunyikan kesedihan di saat bapak sembilan orang anak itu akan dilepas menuju peristirahatan terakhir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelepasan almarhum yang juga seorang tokoh masyarakat itu, selain dihadiri keluarga besar juga dihadiri oleh pejabat dan pegawai di lingkungan Pemko Tanjungpinang.Selain itu juga tampak pelayat sejumlah tokoh masyarakat dan pemuka agama di Kota Tanjungpinang dan pejabat dari Provinsi Kepri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai melepas jenazah menuju mesjid untuk dishalatkan, Suryatati bersama sang kakak yang juga istri almarhum,Kadariah, masih menyempatkan menerima ucapan dukacita dari pelayat.Ia tampak berusaha tersenyum meski rasa sedih itu tak bisa disembunyikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut salah seorang pelayat,kesedihan Suryatati wajar mengingat almarhum selama ini sudah dianggap sebagai pengganti orang tua sendiri.Almarhum bersama sang istri,Kadariah,adalah orang yang sangat menyayangi Suryatati dan anak cucunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukti rasa sayang dan perhatian almarhum itu jelas terlihat, ketika pelantikan Suryatati menjadi wali kota Tanjungpinang untuk ke dua kalinya pada Januari lalu.Saat itu meski sudah uzur dan ditopang tongkat, almarhum berusaha hadir untuk menyaksikan moment penting tersebut&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5475425510382588459-4708651863014706507?l=berita-ina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berita-ina.blogspot.com/feeds/4708651863014706507/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2008/12/suryatati-kembali-berduka-pengganti.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/4708651863014706507'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/4708651863014706507'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2008/12/suryatati-kembali-berduka-pengganti.html' title='Suryatati Kembali Berduka Pengganti Ortu Meninggal Dunia'/><author><name>Ruziana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/S0ChSVj2nZI/AAAAAAAAAaQ/o-CYmETepwE/S220/Snapshot_20091228_3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/ST97Sc9-ZaI/AAAAAAAAAOo/qgixHh7QXCg/s72-c/S6300877.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5475425510382588459.post-4269671019875241431</id><published>2008-12-10T00:11:00.000-08:00</published><updated>2008-12-10T00:12:47.020-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemko'/><title type='text'>Supaya Tanjungpinang Bisa Seperti Jembrana</title><content type='html'>Kesuksesan sebuah daerah tentu akan membuat daerah lain tertarik untuk mengetahui kunci keberhasilan tersebut.Begitu juga dengan Pemko Tanjungpinang yang tertarik belajar ke Kabupaten Jembrana, Bali.Untuk mengetahui apa saja yang perlu dicontoh dari keberhasilan kota itu menjadi daerah percontohan di Indonesia, Wali Kota Tanjungpinang Dra Hj Suryatati A Manan bersama sejumlah rombongan dari Bappeko, bertamu ke daerah itu pekan lalu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menurut wako, sejumlah hal yang ingin diketahui dan dilihat langsung di kota itu antara lain penerapan KTP gratis, pendidikan gratis, kebersihan, aparatur daerah dan e-government.Penerapan KTP gratis di daerah itu sudah merata untuk semua kalangan. Berbeda dengan Tanjungpinang yang mana KTP gratis masih diprioritaskan untuk warga miskin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian pendidikan gratis juga telah mencapai hingga 12 tahun. Sedangkan Tanjungpinang baru mencapai hingga 9 tahun.Selain itu kebersihan kota tersebut juga menarik perhatian rombongan Pemko Tanjungpinang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kotanya bersih, indah dan nyaman. Pokoknya memang wajar jika menjadi daerah percontohan,” tutur wako. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan dalam masalah aparatur, daerah itu betul-betul membuat klasifikasi CPNS yang betul-betul terseleksi.Sehingga kualitas aparaturnya bisa lebih baik.Begitu juga system e-government yang sudah berjalan di setiap dinas dan insntasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari studi banding itu, wako mengatakan ada banyak hal yang sudah diterapkan di Tanjungpinang, namun hanya perlu lebih ditingkatkan lagi.Seperti masalah kebersihan, KTP gratis, pendidikan dan e-government. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita berharap apa yang telah kita lihat dan pelajari, nantinya bisa menjadi referensi untuk membangun daerah ini lebih baik,” harapnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus dalam masalah kebersihan, wako menyatakan salutnya pada peran serta masyarakat yang tinggi dalam menjaga lingkungan.”Mungkin pengaruh budaya juga yang membuat kota itu bersih, karena bagi warga di sana membuang sampah dalam budaya mereka dianggap dosa,” tandas wako&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5475425510382588459-4269671019875241431?l=berita-ina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berita-ina.blogspot.com/feeds/4269671019875241431/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2008/12/supaya-tanjungpinang-bisa-seperti.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/4269671019875241431'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/4269671019875241431'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2008/12/supaya-tanjungpinang-bisa-seperti.html' title='Supaya Tanjungpinang Bisa Seperti Jembrana'/><author><name>Ruziana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/S0ChSVj2nZI/AAAAAAAAAaQ/o-CYmETepwE/S220/Snapshot_20091228_3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5475425510382588459.post-5035349013250513072</id><published>2008-11-23T23:18:00.000-08:00</published><updated>2008-12-10T00:10:44.958-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemko'/><title type='text'>Naga Merah dari Batam Kembali Juarai DBR 2008</title><content type='html'>Tim perahu naga dari Kota Batam yakni Tim Batam Merah,kembali meraih juara untuk ketiga kalinya dalam Lomba Perahu Naga atau Dragon Boat Race (DBR) Tanjungpinang 2008. Tim yang diketuai oleh Cris ini, sebelumnya juga meraih peringkat pertama pada DBR 2005 dan 2007. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Atas kemenangan itu, Tim Batam Merah tetap memegang piala bergilir Gubernur Kepri,mendapat piala tetap dan uang tunai sebesar Rp 15 juta.Sedangkan peringkat kedua pada DBR 2008 Tanjungpinang ditempati oleh tim dari Kabupaten Paser Kaltim, diikuti oleh tim dari Provinsi Kepri di urutan ketiga dan Tim Lingga di urutan ke empat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutupan DBR 2008 di Ocean Corner pada Senin, pekan lalu dilakukan oleh Gubernur Kepri Ismeth Abdullaha.Sebelumnya pembukaan pada Jumat (14/11) dilakukan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menpora dalam arahannya berharap DBR Tanjungpinang bisa masuk ke dalam program kementrian pemuda dan olahraga.Bahkan ia menyatakan siap membantu agar event ini masuk dalam agenda nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya berharap kegiatan ini bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain.Selain itu ada tiga hal penting yang bisa diambil dari kegiatan ini yakni persahabatan, pengendalian diri dan tidak sombong," ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Wali Kota Tanjungpinang Dra Hj Suryatati A Manan dalam sambutannya menyatakan, tujuan DBR antara lain sebagai sarana promosi untuk meningkatkan daya tarik dan kunjungan wisatawan. Hal tersebut berkaitan dengan keinginan Pemko Tanjungpinang memperbaiki citra pariwisata dan keinginan menjadik kota wisata dan budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Gubernur Kepri Ismeth Abdullah, mengharapkan dengan penyelenggaraan DBR setiap tahun akan lebih mengangkat citra Kota Tanjungpinang yang memang telah masyur sejak abad ke 14 dan 15.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DBR 2008 diikuti 41 tim dari dalam dan luar negeri, memberikan total hadiah Rp 125 juta.Selain dari dalam negeri DBR 2008 Tanjungpinang juga diikuti oleh dari luar negeri seperti Malaysia, Singapura dan Republik Ceko. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran tim dari Ceko itu, ternyata ikut menarik masyarakat guna menyaksikan event tahunan itu.Banyak warga yang sengaja datang hanya untuk melihat dari dekat para anggota tim yang cantik dan ganteng khas bule tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak pelak lagi, berdasarkan keterangan dari Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Tanjungpinang Drs Wan Kamar, DBR 2008 ini telah mampu mendatangkan sekitar 1500 wisatawan ke Tanjungpinang. "Setidaknya event ini telah berhasil mendatangkan 1500 wisatawan, baik dari unsur peserta maupun pengunjung.Dari tolak ukur kemeriahkan, event ini telah berhasil," tutur Wan Kamar&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5475425510382588459-5035349013250513072?l=berita-ina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berita-ina.blogspot.com/feeds/5035349013250513072/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2008/11/naga-merah-dari-batam-kembali-juarai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/5035349013250513072'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/5035349013250513072'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2008/11/naga-merah-dari-batam-kembali-juarai.html' title='Naga Merah dari Batam Kembali Juarai DBR 2008'/><author><name>Ruziana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/S0ChSVj2nZI/AAAAAAAAAaQ/o-CYmETepwE/S220/Snapshot_20091228_3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5475425510382588459.post-251018777936398034</id><published>2008-11-20T22:40:00.000-08:00</published><updated>2008-11-21T02:04:57.493-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Usaha'/><title type='text'>Bermula dari Coba-coba dan Perkakas Pinjaman</title><content type='html'>Siapa sangka jika dari sekedar coba-coba dan perkakas pinjaman, usaha Brownies Kukus Lentera 89 milik Sri Evita saat ini makin berkembang dan diminati orang.Sejumlah bank besar, perkantoran pemerintah dan swasta menjadi pelanggannya, begitu juga dengan sejumlah kelompok arisan yang rutin memesan brownies darinya.Bahkan ia bisa menciptakan lapangan kerja untuk kaum wanita.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ibu dua anak yang semula hanyalah seorang ibu rumah tangga tulen, yang hobi ke tempat kebugaran dan kecantikan, saat ini berubah 180 derajat menjadi seorang wirausaha wanita yang bisa dikatakan sukses. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri dari Deddy Stevano, pegawai Telkom Tanjungpinang ini menceritakan,awal usahanya dimulai dua tahun lalu ketika ia yang hobi membaca buku,tertarik dengan tulisan Safir Senduk- seorang pakar keuangan keluarga- tentang bagaimana mencoba memulai usaha dengan apa yang diminati dan disukai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah membaca buku itu, wanita cantik yang pernah mengecap pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Bung Hatta, Padang, kemudian mencoba mengaplikasikan tips-tips yang ada di dalam buku itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia memilih mencoba membuat kue brownies kukus Dipilihnya kue coklat itu sebagai percobaan, karena ia memang menyukai kue yang enak-enak. "Awalnya memang karena saya suka makanan enak, apalagi kue coklat," tuturnya sambil tertawa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun tidak mempunyai perkakas dan peralatan membuat kue yang lengkap, wanita yang akrab dipanggil Ii ini tidak menyerah, ia meminjam sejumlah peralatan pada tetangga dan teman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian brownies coklat keju percobaaan itu ditawarkan pada tetangga, teman dan kolega suami. Ternyata tanggapan mereka positif dan malah ada yang langsung memesan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggapan positif dan dukungan suami, membuat Ii makin bersemangat. Ia makin rajin melakukan sejumlah percobaan guna mendapatkan rasa yang betul-betul pas di lidah, serta membuat sejumlah pilihan rasa seperti coklat kacang, vanila, keju dan pisang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mempromosikan brownies itu, sang anak yang duduk di bangku SMA pun tak kalah semangatnya. Ia membawa brownies buatan sang mama ke sekolah dan ternyata teman-temannya berminat dan banyak yang memesan, meskipun dalam potongan-potongan kecil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga bulan pertama, produksi brownies itu masih dalam tahap jika ada pemesanan, karena memang pemasarannya masih dari mulut ke mulut.Namun, setelah ada seorang saudaranya yang melihat peluang pasar yang bagus, kemudian mencoba menawarkan door to door ke sejumlah perkantoran pemerintah dan bank. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata lidah konsumen tidak bisa ditipu dan mereka langsung menjadi pelanggan tetap hingga saat ini. Saat ini sudah ada 5 orang "tim marketing" yang uniknya semuanya adalah wanita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ii mengakui untuk menggaet pelanggan, yang pertama ia terapkan adalah kwalitas rasa dan harga yang terjangkau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya ia cuma mematok Rp 25 ribu untuk satu kotak brownies ukuran standar. Kemudian karena ada kenaikan harga bahan baku berubah menjadi Rp 28 ribu dan baru-baru ini juga naik menjadi Rp 30 ribu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Meskipun beberapa kali mengalami kenaikan harga, tapi konsumen mengerti karena kenaikan harga bahan baku. Bagi mereka asal kwalitas dan rasa tidak berubah," tuturnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang,bagi Ii cita rasa adalah hal yang paling utama. Untuk itu meskipun kenaikan harga bahan baku sering naik, ia tidak mengurangi takaran bahan baku, seperti telur dan coklat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini setiap hari ia memproduksi 100 buah brownies kukus dengan 7 pilihan rasa.Bisa dibayangkan berapa omzetnya sehari. Dengan penghasilan rata-rata Rp 30 juta sebulan, ia bisa membayar gaji tujuh orang karyawannya, membayar listrik dan keperluan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari keuntungan itu ia juga sudah membeli perkakas dan perlengkapan membuat kue yang lebih lengkap dan modern, seperti alat pengocok telur, ratusan loyang dan alat pengukus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini sejak beberapa bulan terakhir, usaha Ii yang menggunakan bendera Lentera 89 melebar ke usaha kue basah, catering dan kue kering.Bahkan usaha kue kering untuk lebaran yang baru pertamakali dicoba tahun ini, ternyata mendapatkan pemesan 200 kg lebih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai nama usaha yang menggunakan bendera Lentera 89 Ii menjelaskan, Lentera adalah sekedar nama yang mempunyai arti meskipun apinya kecil tapi tetap bisa menerangi semua, sedangkan 89 adalah angka keberuntungan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya sang suami yang pernah membuka usaha wartel juga menggunakan Lentera 89, dan nama itu saat ini diteruskan brand untuk setiap jenis produk kue dan makanan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu keinginan Ii yang ingin diwujudkannya dalam waktu dekat adalah, mempunyai tempat usaha yang lebih representatif, seperti ruko. Ia berencana di ruko itu akan menjadi tempat produksi dan pemasaran serta sekaligus kafe. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selama ini saya masih menggunakan modal sendiri. Memang ada rencana untuk mengajukan bantuan modal apakah itu dari pemerintah maupun bank, tapi kita masih perlu perencanaan dan perhitungan yang matang," alasannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara menunggu impiannya itu terwujud, Ii makin rajin belajar dan mempraktekan sejumlah resep, baik makanan dan kue.Karena ia percaya mutu dan kwalitas rasa lebih cepat mendatangkan pelanggan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5475425510382588459-251018777936398034?l=berita-ina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berita-ina.blogspot.com/feeds/251018777936398034/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2008/11/bermula-dari-coba-coba-dan-perkakas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/251018777936398034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/251018777936398034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2008/11/bermula-dari-coba-coba-dan-perkakas.html' title='Bermula dari Coba-coba dan Perkakas Pinjaman'/><author><name>Ruziana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/S0ChSVj2nZI/AAAAAAAAAaQ/o-CYmETepwE/S220/Snapshot_20091228_3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5475425510382588459.post-2665501000180201915</id><published>2008-11-20T05:54:00.001-08:00</published><updated>2008-11-20T05:54:36.593-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemko'/><title type='text'>Dinkes Giatkan 3 M Berantas DBD</title><content type='html'>Musim hujan adalah pestanya nyamuk aedes agepty penyebab demam berdarah dengue (DBD).Kondisi musim hujan yang merata di berbagai daerah di Indonesia menyebabkan nyamuk itu berpesta.Tidak pandang bulu umur dan jabatan, nyamuk elit itu menelan anak, orang dewasan hingga pejabat sekelas Wakil Bupati Tanggerang Rano Karno. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Untuk Kota Tanjungpinang sendiri, nyamuk yang suka hidup di tempat bersih khususnya air tergenang ini, sejak Januari hingga Oktober 2008 sudah menelan korban menderita DBD sebanyak 105 orang.Terakhir bulan Oktober lalu berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Tanjungpinang pekan lalu, penderita DBD berjumlah 28 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Dinas Kesehatan Tanjungpinang dr Eka Hanasarianto menjelaskan,dibandingkan dari bulan-bulan sebelumnya jumlah penderita DBD pada Oktober merupakan jumlah tertinggi di tahun 2008. Berdasarkan data yang ada bisa dilihat grafik kenaikan penderita dari Januari hingga Oktober. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Januari  : 7 orang&lt;br /&gt;Februari : 12 orang&lt;br /&gt;Maret   : 8 orang&lt;br /&gt;April  :8 orang&lt;br /&gt;Mei  :6 orang&lt;br /&gt;Juni  :9 orang&lt;br /&gt;Juli  :13 orang&lt;br /&gt;Agustus  :18 orang&lt;br /&gt;September :27 orang&lt;br /&gt;Oktober  :28 orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan jika melihat kasus berdasarkan kelurahan, kasus paling banyak ditemukan di :&lt;br /&gt;Kelurahan Sei Jang 17 kasus&lt;br /&gt;Kelurahan Kampung Baru 16 kasus&lt;br /&gt;Kelurahan Kampung Bulang 16 kasus&lt;br /&gt;Kelurahan Tanjungpinang Barat 14 kasus&lt;br /&gt;Kelurahan Tanjungpinang Timur 11 kasus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika melihat berdasarkan tahun, pada 2008 ini sementara berada pada peringkat ketiga sejak tahun 2003.Peringkat pertama terjadi pada tahun 2003 sebanyak 320 kasus, kedua tahun 2004 ada 117 kasus, ketiga tahun ada 2008, keempat 2007 ada 101 kasus, kelima tahun 2006 ada 72 kasus dan terakhir tahun 2005 ada 60 kasus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan data yang masuk sebelumnya dari setiap Puskesmas dan rumah sakit, pada tahun 2008 ini ada 540 kasus DBD.Namun setelah melalui tes yang dinyatakan positif DBD hanya 105 orang atau 16 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meningkatnya jumlah korban DBD pada bulan Oktober, menurut Eka selain faktor cuaca juga kebiasaan masyarakat yang masih kurang dalam mencegah DBD.Padahal pihaknya melalui berbagai bentuk telah menyampaikan sosialisasi dan himbauan untuk memberantas nyamuk aedes aegepty dan mencegah DBD melalui 3 M (menutup, menguras dan mengubur).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu melalui tenaga juru pemantau jentik (Jumantik), dinkes juga rutin turun ke setiap kelurahan memberikan pengarahan tentang pencegahan DBD dengan cara 3 M serta membagikan abate. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi masyarakat kita masih belum sadar juga akan pentingnya mencegah. Mereka lebih suka meminta fogging, padahal itu kan sebenarnya tidak bagus untuk kesehatan," tutur Eka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengakui tenaga Jumantik memang masih terbatas yang mana hanya 2 orang untuk setiap kelurahan.Padahal wilayah yang harus dijangkau luas.Untuk itu ke depan melalui pelatihan yang diberikan Jumantik kepada kader PKK dan Posyandu, diharapkan bisa menjadi perpanjangan tangan untuk mensosialisasikan 3 M&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5475425510382588459-2665501000180201915?l=berita-ina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berita-ina.blogspot.com/feeds/2665501000180201915/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2008/11/dinkes-giatkan-3-m-berantas-dbd.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/2665501000180201915'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/2665501000180201915'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2008/11/dinkes-giatkan-3-m-berantas-dbd.html' title='Dinkes Giatkan 3 M Berantas DBD'/><author><name>Ruziana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/S0ChSVj2nZI/AAAAAAAAAaQ/o-CYmETepwE/S220/Snapshot_20091228_3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5475425510382588459.post-844582664032556512</id><published>2008-11-20T05:52:00.000-08:00</published><updated>2008-11-20T05:53:44.885-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Eksbis'/><title type='text'>Dari Sampah Menjadi Uang</title><content type='html'>Bermula dari kejeliannya melihat peluang manfaat yang bisa diperoleh dari sampah organik, berupa limbah dedaunan dari pasar Tanjungpinang, Jamal Adi Susanti sukses menjadi wirausaha di bidang pengolahan sampah menjadi pupuk kompos.Setiap bulannya kelompok kerja pengolahan kompos anak lereng damai (Anledi) di Km 8 yang dipimpinnya, bisa memproduksi 3 ton kompos.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jamal belasan tahun lalu hanyalah seorang petugas kebersihan yang sehari-hari mengangkut sampah dari Pasar Tanjungpinang.Dari pengamatannya ia melihat sampah yang organik berupa dedaunan lama-lama akan lapuk dan hancur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepengetahuannya hal itu merupakan bagian dari proses pembuatan pupuk kompos.Namun, ia tidak mengetahui bagaimana proses yang tepat dan benar.Saat rasa penasarannya untuk bisa membuat pupuk kompos yang benar itulah pada tahun 1992 ada pelatihan pembuatan kompos di Tanjungpinang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan antusias Jamal pun mengikuti pelatihan tersebut.Bahkan ia langsung mempraktekan ilmu narasumber dari IPB Bogor itu. Yang namanya baru belajar, tentu saja ada kekurangannya, namun ia tetap semangat.Bahkan semangatnya itu terbaca oleh pihak Dinas Sumber Daya Alam Tanjungpinang. Ia pun kemudian dikirim sebagai peserta pelatihan untuk pendalaman pembuatan pupuk kompos di IPB Bogor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pelatihan yang mendalam itulah, Jamal makin  mantap dan tahu berbagai hal dalam seluk beluk pembuatan pupuk kompos.Pulang ke Tanjungpinang, Jamal pun kembali mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dari seorang ahli di IPB Prof Dr Sabiham Sufiandi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ilmu yang lebih mendalam, percobaan Jamal membuat pupuk kompos pun lebih berhasil.Berkat bimbingan dari Dinas SDA Tanjungpinang juga ia bisa membuka pemasaran pupuk kompos tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat Jamal pun didukung oleh Wali Kota Tanjungpinang Dra Hj Suryatati A Manan, yang beberapa tahun lalu memberikan bantuan alat pengolah sampah menjadi kompos.Berkat bantuan itu Kelompok Kerja Anledi yang beranggotakan lima orang bisa rutin memproduksi kompos setiap hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memasarkan hasil produksinya, Jamal tidak perlu susah payah lagi memasarkannya karena pembeli yang datang langsung ke tempat pengolahan.Setiap satu sak berisi sekitar 4 kg kompos dibandrol Rp 5 ribu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan produksi rata-rata 30 ton/bulan, Jamal telah bisa membagi keuntungan untuk anggota kelompok kerja dan mengeluarkan biaya produksi lainnya.Sisa bersih untuk dirinya setiap bulannya rata-rata Rp 2 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dilihat sekilas, usaha Jamal ini tidak mempunyai kendala karena bahan bakunya selalu tersedia setiap hari.Namun masalahnya terletak pada sarana angkut bahan baku dari pasar ke lokasi pengolahan yang belum ada.Selama ini ia menggunakan jasa sewa mobil pick up untuk mengangkut sampah-sampah yang akan diolah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau ada mobil angkutan milik sendiri mungkin biaya produksi lebih irit. Tapi saya belum mampu membeli.Tak tahulah nanti ada yang mendukung dan memberikan bantuan," harapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5475425510382588459-844582664032556512?l=berita-ina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berita-ina.blogspot.com/feeds/844582664032556512/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2008/11/dari-sampah-menjadi-uang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/844582664032556512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/844582664032556512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2008/11/dari-sampah-menjadi-uang.html' title='Dari Sampah Menjadi Uang'/><author><name>Ruziana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/S0ChSVj2nZI/AAAAAAAAAaQ/o-CYmETepwE/S220/Snapshot_20091228_3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5475425510382588459.post-460690269806595695</id><published>2008-11-20T05:28:00.000-08:00</published><updated>2008-11-20T05:29:24.345-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PUAN'/><title type='text'>Teladan karena Disiplin</title><content type='html'>Dibesarkan dari latar belakang keluarga yang menerapkan disiplin tinggi, menjadikan Riawati (38) menjadi pribadi yang senantiasa disiplin dalam bekerja.Berkat sikap disiplin yang ia peroleh dari didikan sang bapak yang anggota Polri itu jugalah, Kasubbag Otonomi Daerah di Bagian Tata Pemerintahan Setdako Tanjungpinang ini, mendapat predikat PNS Teladan Pemko Tanjungpinang tahun 2008.Penghargaan itu diberikan Wali Kota Tanjungpinang Dra Hj Suryatati A Manan pada peringatan Hari Jadi Kota Otonom ke 7 pada 18 Oktober lalu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menjadi seorang PNS Teladan, bagi wanita berwajah khas Melayu ini bukanlah sebuah impian.Bagi wanita kelahiran Tanjungbatu, 6 Desember 1970 ini,profesinya sebagai PNS identik dengan pengabdian.Karena itu ia berusaha menjadi seorang aparatur yang bekerja sesuai tugas dan fungsi yang telah digariskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan prinsip tersebut, wanita yang akrab dipanggil Ria ini berusaha memenuhi kewajibannya sebagai PNS, salah satunya adalah apel pagi.Kecuali karena ada tugas ke luar kota, setiap hari ia selalu mengikuti apel pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun hujan rintik harus ditempuhnya dari rumah ke kantor di Senggarang menggunakan sepeda motor, Ria tetap semangat menjalani hari-hari sebagai PNS."Kalau hujan sangat lebat apel pagi memang ditiadakan dan saya juga biasanya tidak ikut apel karena faktor cuaca dan tugas keluar kota," tutur bungsu dari sembilan bersaudara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor disiplinnya mengikuti apel pagi itulah, menurut ibu dua anak ini mungkin menjadi salah satu faktor ia terpilih sebagai PNS Teladan.Sedangkan faktor lain juga ditentukan dengan penilaian tertulis dan kelengkapan isian formulir bagi calon penerima prediket PNS teladan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri dari Purwandi anggota Satpol Air Polresta Tanjungpinang ini menceritakan, jika awalnya ia sedikitpun tidak berharap bahkan tidak menyangka jika dirinya yang akan mendapat penghargaan tersebut.Ketika mengisi dan  melengkapi sejumlah persyaratan, wanita cantik bersikap santai.Bahkan ia tidak memikirkannya dan memilih konsentrasi dengan tugas-tugasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ketika satu hari sebelum hari H pemberian penghargaan itu, ia menerima telepon dari bagian kepegawaian jika ia adalah satu dari dua orang PNS Pemko Tanjungpinang yang menjadi PNS teladan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu ia sempat bingung, kaget dan tidak percaya.Karena ia merasa masih banyak PNS lain yang dirasa lebih pantas untuk menerima penghargaan tersebut."Saya sempat tidak percaya dan bingung, kok saya bisa meraih PNS teladan sementara saya merasa cuma biasa-biasa saja," tuturnya merendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucapan selamat dari atasan dan rekan di bagian pemerintahan dan SKPD lainnya ia terima.Namun, dibalik rasa senang dan bangga, Ria juga merasa ada tanggungjawab dan beban besar yang harus diembannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini adalah tanggungjawab yang amat besar,jadi saya harus bisa menjaga amanah ini dengan menjaga sikap dan tindakan serta bekerja lebih baik," urai wanita yang juga berprinsip hidup jujur ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ria menyadari, prediket PNS Teladan yang ia terima bukan hanya semata karena faktor pribadi dan kinerja sendiri.Melainkan juga berkat dukungan dari atasannya yakni Kabag Pemerintahan Drs Deddy Chandra serta rekan-rekannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya meraskan kami di bagian pemerintahan ini adalah tim kerja yang kompak, saling membantu dan mendukung.Karena itu terimakasih saya ucapkan untuk atasan saya bapak Deddy Chandra serta rekan-rekan semua,"tutur ibu dari Renaldi Anwar Hutomo dan Roy Dwi Oktaviandi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkarir sebagai PNS dilakoni Ria sejak 1 Maret 1990.Semula ia bertugas di Dinas Kesehatan Kabupaten Kepri (Kab Bintan sekarang).Pada tahun 1999 ia pindah tugas sebagai Kaur TU Puskesmas Batu Sepuluh hingga tahun 2006.Selanjutnya tahun 2006 ia bertugas di bagian pemerintah setdako Tanjungpinang menjabat Kasubag Agraria dan sekarang menjabat Kasubag Otonomi Daerah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5475425510382588459-460690269806595695?l=berita-ina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berita-ina.blogspot.com/feeds/460690269806595695/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2008/11/teladan-karena-disiplin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/460690269806595695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/460690269806595695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2008/11/teladan-karena-disiplin.html' title='Teladan karena Disiplin'/><author><name>Ruziana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/S0ChSVj2nZI/AAAAAAAAAaQ/o-CYmETepwE/S220/Snapshot_20091228_3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5475425510382588459.post-2214924563240693514</id><published>2008-11-20T05:26:00.000-08:00</published><updated>2008-11-20T05:27:21.241-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Eksbis'/><title type='text'>Telkomsel Dukung Inisiasi Sekolah Terpencil Berbasis IT</title><content type='html'>Telkomsel mendukung inisiasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam peluncuran program sekolah terpencil berbasis informasi dan teknologi (IT), yang bertujuan meningkatkan mutu pendidikan di daerah terpencil melalui penerapan teknologi informasi. Program ini sekaligus upaya Telkomsel dalam mendukung pemerintah dalam program pemerataan dan kesetaraan mutu pendidikan sekaligus kesenjangan teknologi (digital gap). &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rillis seperti yang disampaikan oleh Manager Corporate Communications Telkomsel Suryo Hadiyanto,peluncuran sekolah terpencil berbasis teknologi informasi di Jawa Barat ditandaidengan teleconference video call 3G antara Wagub Jabar Dede Yusuf bersama Wakil Walikota Cimahi Edi Rahmat, Direktur Utama Telkomsel Kiskenda Suriahardja,  dan GM PLN Distribusi Jabar Banten A. Budiman Bachrulhayat yang berada di SD Negeri Cipageran Mandiri 1 Cimahi dengan Bupati Ciamis yang berada di salah satu sekolah terpencil yakni SD Negeri Bangun Jaya 1, Langkap Lancar yang berjarak sekitar 6 jam dari kota Ciamis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan itu diserahkan bantuan kepedulian pendidikan dari Telkomsel dan PLN berupa bantuan 12 unit komputer, 6 printer, 6 modem USB flash, dan 2 LCD projector bagi 3 SD di Kec. Lankaplancar, Kab. Ciamis dan 3 SD di Kec. Cidaun, Kab. Cianjur. Selain itu didemokanpula proses pembelajaran jarak jauh dan  e-book dari Crayonpedia, yakni program buku-buku sekolah melalui website yang dapat diakses kapanpun dan dimanapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiskenda mengatakan,”Dukungan Telkomsel pada program Sekolah Terpencil Berbasis IT ini selain merupakan bagian program kepedulian kami di bidang pendidikan, juga memiliki kesamaan visi, dimana Telkomsel merupakan satu-satunya operator yang memiliki kepedulian melayani negeri hingga ke seluruh pelosok dan bahkan daerah terpencil.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Melalui program Merah Putih, Telkomsel telah menghadirkan akses komunikasi di daerah-daerah yang sulit dijangkau, perbatasan, daerah terluar dan pulau terdepan, bahkan kapal laut yang sebelumnya sangat sulit berkomunikasi. Kami berharap program kepedulian yang merupakan sinergi antara Pemprov Jabar, Telkomsel dan PLN ini dapat menjadi manfaat bagi dunia pendidikan dalam hal pemerataan dan kesetaraan mutu pendidikan melalui akses dan penerapan teknologi informasi,” ungkap Kiskenda  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sambutannya Wagub Jabar mengucapkan terima kasih pada pihak-pihak yang memiliki kepedulian, dalam hal ini Telkomsel yang mendukung secara infrastruktur teknologi dan jaringan serta PLN yang siap mensuplai listrik. Sinergi ini merupakan salah satu wujud nyata pembangunan di dunia pendidikan untuk ikut mengangkat kesetaraan dunia pendidikan antara daerah pelosok dengan kota, sehingga diharapkan dapat memperkecil disvarietas mutu pendidikan antara daerah terpencil dengan kota. Selain itu, program sekolah terpencil berbasis teknologi informasi diharapkan dapat memotivasi siswa dan guru dalam proses pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wagub menambahkan, “Pemerintah ke depannya juga akan membuat akses menuju lokasi sekolah, tetapi proses tersebut akan memakan waktu 1 tahun. Namun dengan teknologi informasi, proses dapat ditempuh hanya dengan 2 minggu saja. Inilah yang disebut sebagai percepatan dunia pendidikan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahap awal, kedua daerah terpencil yakni Langkaplancar Kabupaten Ciamis dan Cidaun Kabupaten Cianjur akan dijadikan titik sentral IT yang akan menghubungkan daerah-daerah terpencil di Jabar dengan provinsi maupun pusat dalam hal ini dititikberatkan di Cimahi yang memilki visi cyber city sebagai pusat layanan pembelajaran jarak jauh (distance learning) di Jawa Barat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindak lanjut dari program sekolah terpencil berbasis teknologi informasi adalah dibukanya titik-titik lokasi lainnya di 17 kabupaten yang memiliki daerah terpencil, sehingga ke depannya, tidak ada alasan lagi sekolah terpencil tidak terjangkau oleh teknologi informasi dan komunikasi dengan bantuan dunia usaha dan dunia industri&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5475425510382588459-2214924563240693514?l=berita-ina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berita-ina.blogspot.com/feeds/2214924563240693514/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2008/11/telkomsel-dukung-inisiasi-sekolah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/2214924563240693514'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/2214924563240693514'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2008/11/telkomsel-dukung-inisiasi-sekolah.html' title='Telkomsel Dukung Inisiasi Sekolah Terpencil Berbasis IT'/><author><name>Ruziana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/S0ChSVj2nZI/AAAAAAAAAaQ/o-CYmETepwE/S220/Snapshot_20091228_3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5475425510382588459.post-6890084232793564713</id><published>2008-11-20T05:25:00.000-08:00</published><updated>2008-11-20T05:26:01.253-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemko'/><title type='text'>Dedikasi Sampoerna untuk Pendidikan</title><content type='html'>Data dari Depdiknas tahun 2006-2007 menyebutkan sekitar 72,3 persen guru dari jumlah&lt;br /&gt;total 13.377, dan 75 persen dari total 1.021 kepala sekolah di Kepulauan Riau belum dapat memenuhi standar sebagai guru dan kepala sekolah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi yang memprihatinkan itu, mendorong Sampoerna Foundation-sebuah organisasi yang berdedikasi dalam bidang pendidikan-memberikan pelatihan peningkatan kwalitas pendidikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan yang baru pertamakalinya dilakukan di Provinsi Kepri tersebut,akan melatih 90 orang guru dan kepala sekolah dari 15 sekolah dasar hingga menengah atas di Tanjungpinang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelatihan tersebut ditandai dengan penandatangan nota kesepahaman oleh Sampoerna Foundation dengan Wali Kota Tanjungpinang, di Aula SMK I Tanjungpinang, Selasa (18/11) lalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenneth J Cock, Direktur Sampoerna Foundation Teacher Institute menjelaskan, &lt;br /&gt;program tersebut disponsori oleh Mercy Relief.Sebuah organisasi non pemerintah yang bergerak di bidang kemanusiaan yang berpusat di Singapura, untuk meningkatkan kwalitas pendidikan di dunia.Karena Mercy Relief percaya akses pendidikan berkualitas adalah cara paling efektif untuk menanggulangi kemiskinan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program pengembangan profesionalisme itu akan berlangsung selama dari November 2008 hingga Agustus 2009, yang mana akan berlangsung setiap dua bulan. Pelatihan tersebut bertujuan untuk membangun kualitas dan keberlangsungan pendidikan di masa depan, serta meningkatkan mutu sekolah melalui pemberdayaan komunitas sekolah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program pengembangan kepemimpinan untuk kepala sekolah juga akan melengkapi peserta dengan paradigma baru tentang kepemimpinan sekolah, keahlian manajemen berbasis sekolah, perencanaan dan perancangan anggaran, serta strategi mengembangkan rekanan lingkungan sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan program pengembangan profesionalisme untuk guru akan membahas tentang perubahan paradigma, manajemen kelas, dan pembelajaran interaktif yang berpusat kepada siswa, mulai dari tahap perencanaan hingga penelitian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Guru adalah tonggak utama di dalam sebuah proses pendidikan.Jika setiap datu guru ditingkatkan kualitasnya berarti sekitar 40 siswa dalam satu kelas juga akan ikut meningkat," tutur Kenneth.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wali Kota Tanjungpinang Dra Hj Suryatati A Manan mengharapkan pelatihan guru dan kepal sekolah itu, akan bisa meningkatkan kwalitas pendidikan di Tanjungpinang.Sehingga masa kejayaan pendidikan di kota ini akan bisa terulang kembali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tiga tahun terakhir mutu pendidikan kita berjalan lambat.Semoga melalui pelatihan ini kita akan bisa bangkit lagi. Karena orang yang sukses adalah orang yang berani untuk melakukan perubahan," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Kadis Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Tanjungpinang Drs Ahadi mengatakan, saat ini yang memang perlu difokuskan adalah peningkatan mutu pendidikan melalu tenaga pendidik.Karena untuk hal lain seperti sarana dan prasarana telah memadai, seperti bangunan sekolah yang memadai&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5475425510382588459-6890084232793564713?l=berita-ina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berita-ina.blogspot.com/feeds/6890084232793564713/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2008/11/dedikasi-sampoerna-untuk-pendidikan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/6890084232793564713'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/6890084232793564713'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2008/11/dedikasi-sampoerna-untuk-pendidikan.html' title='Dedikasi Sampoerna untuk Pendidikan'/><author><name>Ruziana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/S0ChSVj2nZI/AAAAAAAAAaQ/o-CYmETepwE/S220/Snapshot_20091228_3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5475425510382588459.post-2541700077967511758</id><published>2008-11-20T05:24:00.001-08:00</published><updated>2008-11-20T05:24:53.378-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemko'/><title type='text'>Gugus Tugas PTPO Mandul</title><content type='html'>Gugus tugas penanganan tindak pidana perdagangan orang (PTPPO) Kota Tanjungpinang yang dibentuk tahun 2006 silam, ternyata tidak berjalan sesuai yang diharapkan.Tim yang terdiri dari lintas instnasi terkait hanya ada di atas kerta, sedangkan tindakan nyatanya tidak tampak.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal inilah yang ditekankan oleh Wali Kota Tanjungpinang Dra Hj Suryatati A Manan saat membuka Rakor Gugus Tugas PTPPO Tanjungpinang, di Hotel Melia pekan lalu.Wako mengingatkan agar gugus tugas tersebut bisa berjalan sesuai tugas yang telah digariskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya berharap gugus tugas PTPPO ini bisa kembali bertugas sesuai yang diharapkan, karena kota ini adalah transit tenaga kerja dari dan kembali dari luar negeri, jadi rawan perdagangan orang," himbau wako.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut wako gugus tugas PTPPO sangat diperlukan untuk Tanjungpinang, mengingat kota ini sebagai daerah transit bagi tenaga kerja baik yang hendak keluar negeri maupun kembali dari luar negeri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wako menilai, dalam penanganan korban perdagangan perlu sinergi antara gugus tugas PTPPO dengan daerah asal korban, sehingga daerah itu punya tanggungjawab terhadap warga mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Bagian Pemberdayaan Perempuan Pemko Tanjungpinang, Erdawati yang dikonfirmasi terpisTanjungpinang akan diaktifkan dan bekerja sesuai potensi setiap kelompok, guna menanggulangi trafiking di Kota Tanjungpinang.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurang aktifnya gugus selama ini menurut Erdawati disebabkanya kurangnya koordinasi antar kelompok. Kedepan koordinasi rutin dan berkesinambungan akan kembali ditingkatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asisten Deputi Urusan Perlindungan Anak Kementrian Pemberdayaan Perempuan Farid Ma'aruf yangh hadir sebagai pembicara pada kegiatan itu menjelaskan, sesuai UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, pelaku sindikat trafiking dikenakan hukuman minimal 3 tahun penjara. Namun kenyataan di lapangan, masih ditemui adanya hakim yang menjatuhkan vonis hukuman kepada pelaku trafiking kurang dari 1 tahun. Hal ini menunjukkan undang-undang belum dilaksanakan sepenuhnya oleh aparat penegak hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5475425510382588459-2541700077967511758?l=berita-ina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berita-ina.blogspot.com/feeds/2541700077967511758/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2008/11/gugus-tugas-ptpo-mandul.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/2541700077967511758'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/2541700077967511758'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2008/11/gugus-tugas-ptpo-mandul.html' title='Gugus Tugas PTPO Mandul'/><author><name>Ruziana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/S0ChSVj2nZI/AAAAAAAAAaQ/o-CYmETepwE/S220/Snapshot_20091228_3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5475425510382588459.post-3997468815481209819</id><published>2008-11-20T05:23:00.001-08:00</published><updated>2008-11-20T05:23:57.451-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemko'/><title type='text'>Tak Mematikan tapi Melumpuhkan</title><content type='html'>Mendengar nama Cikungunya, mungkin masih banyak masyarakat yang awam mendengarnya.Tapi kalau menyebut demam robot, banyak warga yang sudah paham.Karena demam itu berupa kekakuan pada sejumlah persendian badan, sehingga penderita mengalami kaku tubuh seperti robot bahkan lumpuh sedmentara  akibat kondisi yang sudah parah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi inilah yang terjadi di Tanjungpinang, yang mana semula penyakit tersebut hanya menelan korban di Kabupaten Bintan, saat ini juga telah menular ke kota ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Tanjungpinang sudah ada 16 orang yang terkena demam cikungunya.Para penderita diantaranya di Jl Nila,Teluk Keriting dan Gang Pelita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi telah menularnya demam tersebut di Tanjungpinang, menurut Kadis Kesehatan Kota Tanjungpinang dr Eka Hanasarianto berdasarkan laporan dari masing-masing puskesmas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit tersebut memang tidak mematikan seperti demam berdarah, tapi kekakuan yang terjadi beberapa lama akan membuat korban menderita, sebab tidak bisa menggerakan tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pengobatan dan perawatan medis dari pihak puskesmas dan rumah sakit, biasanya penderita akan kembali sembuh dan bisa beraktifitas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit ini biasanya ditandai dengan gejala badan panas, kepala pusing, bintik merah di kulit, mata merah,ngilu persendian dan pembengkakan kelenjer limpa.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Untuk mencegah terjangkit penyakit cikungunya, menurut Eka sama halnya dengan pencegahan demam berdarah yakni 3 M, menguras, menutup dan mengubur.Karena memang demam itu disebabkan oleh nyamuk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita harap warga bisa lebih menyadari upaya pencegahan dengan sistem 3 M tadi.Sedangkan fogging dilakukan hanya jika sudah ada kasus dan permintaan dari warga sekitar," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan ia menegaskan fogging yang banyak diminta warga untuk membasmi nyamuk, bukan langkah yang tepat dalam mencegah perkembangan penyakit tersebut.Karena fogging atau pengasapan itu adalah menyemprotkan zat beracun yang nantinya bisa berimbas pada lingkungan sekitar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5475425510382588459-3997468815481209819?l=berita-ina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berita-ina.blogspot.com/feeds/3997468815481209819/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2008/11/tak-mematikan-tapi-melumpuhkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/3997468815481209819'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/3997468815481209819'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2008/11/tak-mematikan-tapi-melumpuhkan.html' title='Tak Mematikan tapi Melumpuhkan'/><author><name>Ruziana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/S0ChSVj2nZI/AAAAAAAAAaQ/o-CYmETepwE/S220/Snapshot_20091228_3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5475425510382588459.post-9066660835032473442</id><published>2008-11-20T05:21:00.000-08:00</published><updated>2008-11-20T05:22:22.353-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemko'/><title type='text'>Lebih Ramai Karena Bule</title><content type='html'>Kegiatan Dragon Boat Race (DBR) atau lomba perahu naga ke 7 yang diselenggarakan oleh Pemko Tanjungpinang berlangsung lebih ramai dan meriah dari tahun-tahun sebelumnya. Hal ini jelas terlihat pada pembukaan DBR oleh Menteri Pemuda dan Olaharaga Adhyaksa Dault, Jumat (14/11), di pelataran Ocean Corner. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata antusias warga untuk menyaksikan pembukaan dan pertandingan event tahunan itu,disebabkan ada peserta dari luar negeri yakni Republik Ceko. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran peserta yang sebahagian besar berpostur tinggi dan berkulit putih khas bule, ternyata bisa membuat antusias warga lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang dituturkan oleh Yeni yang membawa dua orang anaknya, guna melihat langsung para peserta bule tersebut. "Kalau peserta dari Singapura dan Malaysia itu sudah biasa kita lihat, tapi kalau yang dari Ceko baru sekali ini.Jadi saya mau lihat mereka dan ternyata ganteng dan cantik," alasannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antusias warga tidak hanya untuk melihat para peserta dari Ceko, tapi juga untuk berfoto bersama.Bahkan ketika mereka berfoto bersama dengan menteri, wali kota Tanjungpinang dan Gubernur Kepri, sejumlah warga berusaha ikut berfoto bersama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun aksi nekat sejumlah pengunjung itu cepat diatasi oleh petugas.Setelah para pejabat itu pindah ke lokasi bazaar, pengunjung yang antrusias pun berebut berfoto dan bersalaman dengan peserta dari Ceko itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antusias mereka disambut hangat oleh para tim yang dipimpin Martin Konegny tersebut. Salah seorang anggota tim Ceko mengaku senang dengan sambutan warga Tanjungpinang yang menurutnya ramah dan suka tersenyum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ketua Umum DBR 2008 Raja Izharuddin,total peserta tahun ini sebanyak 41 tim, yang mana tiga tim berasal dari negara luar yakni Singapura, Malaysia dan Republik Ceko. Jumlah tersebut lebih banyak dari tahun 2007 lalu yang mana peserta hanya 33 orang. Seluruh tim yang bertanding akan memperebutkan total hadiah sebesar Rp 125 juta. l&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Wali Kota Tanjungpinang Dra Hj Suryatati A Manan mengatakan, lomba perahu naga adalah event tahunan yang rutin diselenggarakan sejak tahun 2002.Bahkan pada tahun ini DBR akan dimasukan dalam 100 event tahunan guna mendukung kegiatan pariwisataan di Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut sesuai dengan tujuan penyelenggaraannya sebagai sarana promosi untuk meningkatkan daya tarik dan kunjungan wisatawan mancanegara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Gubernur Kepri Ismeth Abdullah berharap kegiatan DBR ini makin membuat Tanjungpinang sebagai kota tua yang sudah lama termahsyur sejak abad ke 14 dan 15, makin lebih terkenal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menpora Adhyaksa Dault sendiri berharap DBR Tanjungpinang bisa masuk ke dalam kementrian pemuda dan olahraga.Bahkan ia menyatakan siap membantu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya berharap kegiatan ini bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain.Selain itu ada tiga hal penting yang bisa diambil dari kegiatan ini yakni persahabatan, pengendalian diri dan tidak sombong," ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai melepas perdana peserta DBR, menpora menyempatkan mengunjungi stand bazaar yang berlokasi di sekitar tempat pembukaan DBR. Bahkan menpora menyempatkan mencicipi sejumlah makanan khas melayu, seperti otak-otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti tahun-tahun sebelumnya jenis lomba DBR 2008 yang berakhir pada 17 November selain lomba perahu naga juga ada renang, kayak, selam, sampan tradisional dan jong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5475425510382588459-9066660835032473442?l=berita-ina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berita-ina.blogspot.com/feeds/9066660835032473442/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2008/11/lebih-ramai-karena-bule.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/9066660835032473442'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/9066660835032473442'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2008/11/lebih-ramai-karena-bule.html' title='Lebih Ramai Karena Bule'/><author><name>Ruziana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/S0ChSVj2nZI/AAAAAAAAAaQ/o-CYmETepwE/S220/Snapshot_20091228_3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5475425510382588459.post-5878461774927112855</id><published>2008-11-20T05:20:00.001-08:00</published><updated>2008-11-20T05:20:46.943-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemko'/><title type='text'>Kalau Kader Posyandu Unjuk Kebolehan</title><content type='html'>Kalau kader Posyandu sibuk menimbang bayi dan lansia itu biasa, tapi kalau kaum ibu yang aktif di kegiatan dasar kesehatan di lingkungan RT dan RW itu ikut pawai sambil membawa atribut Posyandu, ini baru tak biasa. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Begitulah yang terlihat pada Jambore Posyandu yang diadakan oleh Gerakan PKK Tanjungpinang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Tanjungpinang.Para kaum ibu yang aktif itu tidak melewatkan kesempatan untuk menampilkan yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menggunakan kostum Posyandu dan baju kurung melayu, mereka tampil penuh  penuh percaya diri pada defile dihadapan para pejabat dan sejumlah undangan di Lapangan Pamedan, beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kader dari Kecamatan Tanjungpinang Barat tampil dengan kostum olahraga putih hitam.Mereka sengaja membawa sejumlah atribut Posyandu, seperti timbangan bayi dan lansia.Bahkan ibu hamil, lansia dan bayi juga ikut diarak pada defile tersebut. Dihadapan hadirin mereka juga menampilkan cara menimbang bayi, ibu hamil dan lansia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan kader dari Kecamatan Bukit Bestari tampil dengan jumlah peserta lebih banyak.Mereka mengenakan kostum baju kurung dari masing-masing tiap kelurahan.Kecamatan ini lebih menonjolkan kabaret tentang Posyandu dan PKK. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara kader dari Kecamatan Tanjungpinang Timur tampil dengan jumlah peserta yang juga lebih banyak.Bahkan atribut dan alat peraga Posyandu dan PKK ditampilkan seluruhnya. Para pembina di kecamatan pun ikut turun dalam barisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain halnya dengan Kecamatan Tanjungpinang Kota yang menampilkan syair tentang Posyandu. Selain itu juga mereka menampilkan atribut peraga Posyandu dan PKK, bahkan membawa langsung sejumlah apotek hidup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ketua Penggerak PKK Kota Tanjungpinang Wan Fazilah Edward, kegiatan memang sengaja khusus dibuat sebagai ajang unjuk gigi para kader tersebut.Karena dalam jambore itu akan ada sejumlah lomba dan kegiatan yang menunjukan kemampuan SDM mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan dan lomba itu antara lain, lomba berbalas pantun, penyuluhan, cerdas cermat,celoteh, UP2K dan defile. Wan Fazilah mengatakan, kegiatan itu juga sebagai bentuk penyegaran bagi para kader tersebut.Khususnya pada hari puncak kegiatan itu, para kader diberikan kebebasan berekspresi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Wakil Wali Kota Tanjungpinang Drs Edward Mushalli mengatakan, kader PKK dan Posyandu harus bisa menjadi panutan bagi keluarga lainnya di lingkungan setempat. Mereka diminta betul-betul bisa menerapkan 10 program PKK, karena merupakan bagian dasar dalam kehidupan rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Edward, rumah tangga adalah komponen terkecil dari sebuah negara,sehingga rumah tangga yang bagus akan mempengaruhi juga keutuhan negara. Kegiatan yang baru pertamakalinya itu direncanakan akan dilangsungkan setiap tahunnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5475425510382588459-5878461774927112855?l=berita-ina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berita-ina.blogspot.com/feeds/5878461774927112855/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2008/11/kalau-kader-posyandu-unjuk-kebolehan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/5878461774927112855'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/5878461774927112855'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2008/11/kalau-kader-posyandu-unjuk-kebolehan.html' title='Kalau Kader Posyandu Unjuk Kebolehan'/><author><name>Ruziana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/S0ChSVj2nZI/AAAAAAAAAaQ/o-CYmETepwE/S220/Snapshot_20091228_3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5475425510382588459.post-7168240623727150005</id><published>2008-11-20T05:18:00.000-08:00</published><updated>2008-11-20T05:19:37.238-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemko'/><title type='text'>Mereka Kini Tidur Lebih Nyenyak</title><content type='html'>Angin puting beliung beberapa bulan lalu telah menerbangkan atap rumah Asmah (80) tahun.Janda itu terpaksa menumpang di rumah tetangganya, karena tidak mungkin ia tinggal di rumah yang tanpa atap. Selama berhari-hari Asmah hanya bisa berdoa agar ia bisa kembali ke rumahnya. Tapi apa daya ia hanyalah janda kurang mampu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Berkat kesabaran Asmah, tak lama kemudian doanya terkabul. Pemko Tanjungpinang yang sedang membuat program bedah rumah, memasukan rumah Asmah sebagai salah satu rumah yang akan dibedah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia tentu senang, karena bukan hanya atap rumahnya saja yang akan diganti,tapi juga ada rehab pada pada rumah kayu yang berdiri di atas pelantar.Kini Asmah bisa tidur nyenyak di rumah barunya yang telah direhab oleh Pemko Tanjungpinang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyum Asmah pun mengembang ketika Wali Kota Tanjungpinang beserta sejumlah pejabat meninjau rumahnya, di Lembah Purnama beberapa waktu lalu.Dengan penuh rasa syukur ia menyatakan terima kasih kepada wali kota dan jajarannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya sangat terharu dan berterimakasih kepada bu wali, sekarang rumah saya sudah ada atapnya lagi dan saya tidak menumpang tidur lagi di rumah tetangga," tuturnya senang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kebahagiaan yang sama juga dirasakan oleh Amri (60) warga Lembah Merpati,Tanjungpinang Timur.Ia dan istrinya kini bisa tidur lebih nyenyak karena tidak lagi kedinginan.Sebab rumah mereka sekarang lebih layak dari sebelumnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu rumah Amri hanyalah gubuk kayu dan bocor di sana-sini.Setiap malam mereka kedinginan karena angin yang masuk melalui lubang angin dan ketika hujan mereka juga harus rela diterpa tempias hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kini, rumah mereka sudah permanen atas bantuan Pemko Tanjungpinang yang mengadakan program bedah rumah.Amri begitu sumringah ketika Wali Kota Tanjungpinang meninjau rumah barunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terimakasih banyak ibu wali, saya tidak tahu harus mengucapkan apa lagi," tuturnya haru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunjungan yang dilakukan wali kota ke sejumlah rumah warga yang telah dibedah, untuk melihat langsung perubahan pasca rehab.Sebelum direhab wali kota juga pernah melakukan peninjauan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita melihat perubahan yang lebih baik dari sebelumnya,dan mudah-mudahan tahun depan jumlah rumah warga yang masuk dalam program ini bisa bertambah," harap wali kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabag Sosial Setdako Tanjungpinang Said Adnan menjelaskan, tahun 2008 ini ada 18 rumah warga miskin yang masuk dalam program bedah rumah Pemko Tanjungpinang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pada setiap kelurahan ada satu rumah warga yang kita bedah," tutur Adnan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggaran yang dihabiskan untuk membedah 18 rumah itu berjumlah Rp 585.017.900.Setiap rumah menghabiskan anggaran yang berbeda-beda, tergantung dari kondisi setiap rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Memang jumlah anggarannya tidak sama, karena ada rumah yang permanen dan ada yang semi permanen.Intinya biaya kita sesuaikan dengan kondisi rumah," tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu karena sifatnya Pemko Tanjungpinang hanya membantu, rehab rumah itu juga tidak mengalami finishing, seperti tidak dicat atau plester."Sifat kita hanya membantu, jadi kita hanya melakukan perbaikan bukan membangun dari awal hingga sempurna,"alasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjawab persyaratan yang harus dipenuhi untuk bisa mengikuti program bedah rumah itu, Adnan menjawab rumah atau tanah harus milik pribadi dan warga terdaftar dalam data rumah tangga miskin (RTM).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5475425510382588459-7168240623727150005?l=berita-ina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berita-ina.blogspot.com/feeds/7168240623727150005/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2008/11/mereka-kini-tidur-lebih-nyenyak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/7168240623727150005'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/7168240623727150005'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2008/11/mereka-kini-tidur-lebih-nyenyak.html' title='Mereka Kini Tidur Lebih Nyenyak'/><author><name>Ruziana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/S0ChSVj2nZI/AAAAAAAAAaQ/o-CYmETepwE/S220/Snapshot_20091228_3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5475425510382588459.post-731956141331251161</id><published>2008-11-20T05:02:00.000-08:00</published><updated>2008-11-20T05:03:18.914-08:00</updated><title type='text'>Supaya Sampah Lebih Menghasilkan Uang</title><content type='html'>Dalam meningkatkan pendapatan daerah, sejumlah sektor sebagai sumber pendapatan sudah digali oleh Pemko Tanjungpinang. Namun dalam prakteknya hasil yang diperoleh belum maksimal.Seperti dalam pengelolaan sampah pendapatan yang ditargetkan hanya Rp 165 juta setahun.Padahal jika melihat jumlah sumber penghasil sampah baik dari rumah tangga, toko, warung, bengkel, kantor dan bank, jumlah itu harusnya bisa ditingkatkan. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapatan asli daerah (PAD) Tanjungpinang dari persampahan diatur melalui Perda Nomor 3 tahun 2004 tentang retribusi sampah. Dalam perda itu diatur retribusi sampah untuk rumah tangga yang tinggal di pinggir jalan raya Rp 10 ribu perbulan, sedangkan yang tidak dipinggir jalan dipungut Rp 5 ribu.Sementara untuk toko, bank, bengkel dan kantor dipungut antara Rp 15 ribu - 50 ribu perbulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan data dari Dinas Pendapatan Kota Tanjungpinang, hingga Juli 2008 target pendapatan daerah dari sampah baru berjumlah 95 juta.Target yang ingin dicapai dipastikan akan tercapai.Namun Pemko Tanjungpinang khususnya Wali Kota Tanjungpinang Dra Hj Suryatati A Manan menginginkan jumlah target pada tahun berikutnya bisa lebih banyak. Semua itu bisa diwujudkan dengan sistem pengelolaan sampah yang lebih maksimal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadis Pendapatan Kota Tanjungpinang Efiyar M Amin membenarkan kondisi tersebut, dan untuk meningkatkan retribusi sampah dari menurutnya perlu diikuti dengan pelayanan kepada masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelayanan itu tentu berkaitan intensitas pengambilan sampah, tapi kondisi ini tidak didukung dengan jumlah mobil pengangkut sampah yang memadai.Tak jarang warga  mengeluhkan lambatnya pengangkutan sampah yang sudah berbau busuk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan banyak warga dari komplek perumahan yang memilih pengangkutan sampah dengan menggunakan jasa swasembada. Jumlah retribusi yang sama besarnya tapi sistem pengangkutan sampahnya tiap hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi dan persepsi seperti itu, dipandang oleh Wali Kota Tanjungpinang keliru.Karena meskipun sampah itu diangkut oleh warga, tetapi retribusi mestinya tetap harus disetor ke kas daerah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wali Kota menjelaskan, meskipun sampah itu dibuang sendiri warga ke bak sampah yang telah disediakan, tapi mereka tetap dikenakan retribusi.Sebab sampah-sampah itu nanti akan diangkut juga oleh truk sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA) di Ganet. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Memang warga yang membuang sendiri sampah itu, tapi petugas kebersihan yang mengangkut ke TPA.Mereka itu kan perlu kita gaji, belum lagi petugas kita yang mengolah di sana," tutur wali kota beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman akan hal tersebut menurut wako perlu disampaikan ke warga, sehingga tidak ada lagi yang menolak untuk membayar retribusi sampah dengan alasan membuang sendiri ke bak sampah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5475425510382588459-731956141331251161?l=berita-ina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berita-ina.blogspot.com/feeds/731956141331251161/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2008/11/supaya-sampah-lebih-menghasilkan-uang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/731956141331251161'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/731956141331251161'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2008/11/supaya-sampah-lebih-menghasilkan-uang.html' title='Supaya Sampah Lebih Menghasilkan Uang'/><author><name>Ruziana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/S0ChSVj2nZI/AAAAAAAAAaQ/o-CYmETepwE/S220/Snapshot_20091228_3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5475425510382588459.post-7992560917476009075</id><published>2008-11-20T04:59:00.000-08:00</published><updated>2008-11-20T05:01:42.863-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemko'/><title type='text'>Penambahan PNS Pengaruhi RAPBD 2008 Tanjungpinang</title><content type='html'>Penambahan PNS di lingkungan Pemko Tanjungpinang pada tahun 2008 sebanyak 199 orang, berdampak bertambahnya anggaran untuk gaji dan tunjangan.Sehingga kondisi itu mempengaruhi jumlah anggaran belanja tidak langsung pada APBD perubahan 2008. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain gaji, kenaikan jumlah tunjangan beras dan fungsional juga memicu perubahan APBD 2008.Jumlah tersebut cukup besar mengingat jumlah PNS di lingkungan Pemko Tanjungpinang juga besar yakni 3393 orang.Dari jumlah tersebut 1682 berasal dari tenaga guru atau 49,57 persen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wali Kota Tanjungpinang Dra Hj Suryatati A Manan mengatakan,penyesuaian belanja daerah pada perubahan APBD 2008 mengalami kenaikan sebesar Rp 11,928 M atau naik dari Rp 525,206 M menjadi Rp 537,133 M. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi itu menurutnya seperti yang disampaikan pada pidato pengantar perubahan nota keuangan APBDP tahun 2008, disebabkan peningkatan sumber pendapatan.Pada APBD murni 2008, pendapatan daerah hanya berjumlah Rp 386,59 M namun pada perubahan APBD 2008 menjadi sebesar Rp 408,198 atau naik sebesar Rp 21,648 M atau 5,6 persen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wali Kota menjelaskan,pendapatan itu terdiri dari PAD yang semula Rp 28,552 M menjadi Rp 29,654 M, mengalami peningkatan sebesar Rp 1,102 M atau 3,72 persen. Kemudian peningkatan dana perimbangan bagi hasil pajak dan bukan pajak yang juga mengalami perubahan dari Rp 339,003 M menjadi Rp 346,703 M atau naik sebesar Rp 7,7 M.Pendpatan itu bersumber dari penerimaan minyak bumi dan gas tahun 2007. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan pendapatan lain-lain yang sah pada APBD murni 2008 yang semula berjumlah Rp 18,993 M menjadi Rp 31,480 M, naik sebesar Rp 12,840 M atau 40,35 persen.Pendapatan ini bersumber dari pendapatan hasil pajak kendaraan bermotor, bea balik nama kendaraan bermotor, pajak bahan bakar kendaraan bermotor dan pajak pengambilan dan pemanfaatan air bawah tanah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penambahan anggaran yang menyebabkan berubahnya APBD murni 2008 yang semula Rp 525,206 M menjadi Rp 537,133 M lebih digunakan untuk skala prioritas dan menutupi defisit anggaran pada tahun 2007 sebesar Rp 9,7 M. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan anggaran tersebut juga akan dimanfaatkan untuk kepentingan skala prioritas pembangunan yang mengacu program pemerintah pusat, yakni penanggulangan kemiskinan, kesejahteraan sosial, pemberdayaan masyarakat, pembangunan perekonomian masyarakat, revitalisasi perikanan, pertanian, kehutanan dan peternakana, pembangunan bidang pendidikan, pemuda dan olahraga, pembangunan bidang kesehatan, infrastruktur dan lingkungan hidup, aparatur pemerintah, kebudayaan dan pariwisata&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5475425510382588459-7992560917476009075?l=berita-ina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berita-ina.blogspot.com/feeds/7992560917476009075/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2008/11/penambahan-pns-pengaruhi-rapbd-2008.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/7992560917476009075'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/7992560917476009075'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2008/11/penambahan-pns-pengaruhi-rapbd-2008.html' title='Penambahan PNS Pengaruhi RAPBD 2008 Tanjungpinang'/><author><name>Ruziana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/S0ChSVj2nZI/AAAAAAAAAaQ/o-CYmETepwE/S220/Snapshot_20091228_3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5475425510382588459.post-4477856252180602804</id><published>2008-11-20T04:35:00.000-08:00</published><updated>2008-11-20T04:36:32.224-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemko'/><title type='text'>Demi Adipura Tatik pun Rela Potong Rumput</title><content type='html'>Kegagalan Kota Tanjungpinang meraih Adipura pada tahun 2008 ini, sepertinya menjadi lecutan bagi Pemko Tanjungpinang untuk lebih meningkatkan kebersihan, kerapian dan keindahan kota.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Berbagai upaya yang telah dilakukan sebelumnya,kali ini lebih ditingkatkan.Kegiatan gotong royong juga lebih ditingkatkan pada setiap dinas instansi dan sekolah.Seperti pada gotong royong yang diadakan pada Minggu lalu, seluruh pegawai dari semua SKPD turun melakukan gotong royong.&lt;br /&gt;Wali Kota Tanjungpinang Dra Hj Suryatati A Manan yang melakukan goro di Lapangan Pamedan bersama sejumlah unsur muspida, tanpa canggung menggunakan mesin pemotong rumput.Dengan cekatan ia memotong rumput ditengah tatapan takjub mereka yang melihatnya.&lt;br /&gt;Wako sendiri seperti diketahui sangat konsen dengan masalah kebersihan, keindahan dan kerapian kota.Bahkan ia sangat berharap Tanjungpinang menjadi kota berbunga dan asri.&lt;br /&gt;Seperti yang pernah disampaikannya beberapa waktu lalu, wako berharap setiap rumah di lingkungan RT menanam pohon di depan rumah.Selain untuk penghijauan juga mendukung upaya pencegahan pemanasan global yang kini telah terasa.&lt;br /&gt;Urusan tanam menaman merupakan hobi bagi Suryatati, hal itu dibuktikannya dengan lingkungan rumah pribadinya yang rimbun dengan aneka pepohonan.Bahkan dari informasi sejumlah pegawainya, tak jarang ketika ada waktu Suryatati turun sendiri merawat berbagai tanaman tersebut.&lt;br /&gt;Kegagalan Tanjungpinang meraih Adipura pada tahun ini, menurut Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Tanjungpinang, Yulianus Mukhtar beberapa waktu lalu, bukan disebabkan tidak tercapainya nilai yang harus dicapai.Namun ada sejumlah perubahan kriteria penilaian dan standar penilaian, sehingga Tanjungpinang gagal meraih kembali Adipura&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5475425510382588459-4477856252180602804?l=berita-ina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://berita-ina.blogspot.com/feeds/4477856252180602804/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2008/11/demi-adipura-tatik-pun-rela-potong.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/4477856252180602804'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5475425510382588459/posts/default/4477856252180602804'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://berita-ina.blogspot.com/2008/11/demi-adipura-tatik-pun-rela-potong.html' title='Demi Adipura Tatik pun Rela Potong Rumput'/><author><name>Ruziana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_YCoUHFuSbjo/S0ChSVj2nZI/AAAAAAAAAaQ/o-CYmETepwE/S220/Snapshot_20091228_3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
