
Siang itu Jumat,28 Agustus 2009 adalah Jumat pertama di bulan puasa.Tras mencoba melongok aktivitas Ramadhan di Pulau Penyengat,tepatnya di Mesjid Sultan Riau.Siang itu usai kaum pria melaksanakan ibadah sholat Jumat,Tras bertemu dengan salah seorang pengurus mesjid,Abdurrahman.
Pria berusia 60 tahun itu baru saja hendak keluar dari mesjid.Namun,ketua 2 mesjid itu bersedia diajak berbincang-bincang seputar aktifitas Ramadhan di mesjid tersebut.
Ia mengatakan,seperti mesjid-mesjid lainnya di Tanjungpinang,awal puasa mesjid tersebut selalu penuh dengan umat yang beribadah sholat tarawih.Mesjid yang berkapasitas 300 orang itu,ramai sejak berbuka hingga tarawih bahkan tadarusan.
"Ya,awal-awal puasa memang ramai.Tapi,seperti di mesjid-mesjid lainnya pertengahan ramadhan hingga akhir,ya mulai sepi," tuturnya getir.
Sedangkan untuk aktifitas sholat jumat,Ketua RT 001 RW 04 Kelurahan Penyengat ini mengaku tetap ramai.Bahkan jemaah sholat hingga pelataran yang memang dicadangkan jika jemaah melimpah.
Tras mencoba melongok sebentar ke dalam mesjid.Hanya ada beberapa orang jemaah perempuan yang hendak sholat zuhur dan anak-anak yang juga hendak sholat.
Abdurrahman mengaku jika siang hari,mesjid itu hanya menjadi tempat sholat dan itikaf sejumlah orang.Tak ada kegiatan khusus yang diadakan untuk terus meramaikan mesjid tersebut.
Namun,yang uniknya mesjid tersebut menyediakan makanan berbuka bagi pengunjung dan jemaah yang hendak beribadah malam hari di mesjid itu.Makanan dan minuman dibiayai oleh kas mesjid,yang mana perhari dibutuhkan dana sebesar Rp 400 ribu.
"Kita menyediakan 200 keping kue,makanan seperti bubur dan minuman seperti teh dan kopi susu," jelasnya.
Kue dan makanan itu diurus oleh masing-masing RT yang ditunjuk.Sedangkan minuman dibuat oleh pengurus mesjid.Besarnya dana yang dibutuhkan untuk pengadaan makanan dan minuman tersebut,berasal dari sumbangan donatur dan dermawan,dari dalam maupun luar negeri.
"Alhamdulillah,selalu ada yang menyumbang dalam jumlah besar.Sehingga bisa digunakan untuk menyiapkan makanan dan minuman berbuka puasa di mesjid ini," tuturnya.
Saat ramadhan ini,Mesjid Sultan Riau Penyengat sedikit berbenah dengan membangun kamar kecil dan tempat berwuduk baru.Hal ini mengingat tempat berwudhu bagi pria dan wanita yang lama sudah tidak layak lagi.
Menjawab jumlah kunjungan jemaah ke mesjid itu selama bulan puasa dan hari-hari biasa.Abdurrahman mengaku kurang tahu."Kalau sabtu dan minggu biasanya ramai.Tapi jumlah pastinya saya tidak tahu," katanya.
Abdul Karim Ingin Sampai Hayat di Mesjid
Diantara sejumlah nama pengurus Mesjid Sultan Riau Penyengat,ada nama Abdul Karim.Pria yang masih tampak sehat di usia 79 tahun itu bisa dikatakan adalah bagian umum di mesjid tersebut.Selain bertugas sebagai petugas kebersihan,ia juga merangkap sebagai bilal,wakil imam dan tukang pukul beduk.
Khusus di bulan puasa ini,pria bertubuh kecil itu yang menyiapkan minuman teh dan kopi susu hangat untuk jemaah yang hendak berbuka dan beribadah di mesjid itu.Siang itu,ia tampak sedang sibuk di sebuah bangunan kecil yang terletak di bagian depan samping kiri mesjid.
Ternyata sejak pukul 2 siang,ia sudah menyiapkan satu ketel teh susu dan satu ketel kopi susu hangat.Untuk masing-masing minuman tersebut dibutuhkan 3 kaleng susu.
Uniknya,agar minuman itu tetap hangat hingga waktu berbuka,pensiunan dinas pendidikan itu membungkusnya dengan kain berlapis-lapis."Ini lebih bagus daripada menggunakan termos,yang hanya tahan sebentar panasnya," jelas pria ramah itu.
Pria yang sudah ditinggal meninggal istrinya tersebut mengaku sudah biasa mengurus mesjid tersebut sejak remaja.Bahkan,ia nyaris tiap hari tidur di mesjid itu.Waktu itu di tahun 50 an,mesjid penyengat masih sepi atau belum dikunjungi oleh wisatawan.Bahkan mesjid itu terkesan terabaikan.
"Waktu itu kami bersama-sama kawan-kawan yang suka tidur dan mengurus mesjid ini," kenangnya.
Ketika ia mendapatkan pekerjaan di dinas pendidikan,bapak dua anak ini tetap rajin ke mesjid itu.Namun,ia tidak fokus mengurusnya.Barulah sejak 6 tahun terakhir ia benar-benar kosentrasi mengurus mesjid tersebut.
"Namanya sejak kecil kita sudah akrab dengan mesjid ini,jadi panggilan hati tidak bisa ditolak.Jadi saya kembali mengurusi mesjid ini hingga akhir hayat nanti," tegasnya.
Ia mendapatkan tugas tiap dua hari sekali bergantian dengan rekannya.Jika tidak sedang bertugas mengurus mesjid ia kembali ke rumahnya yang masih dekat mesjid.Atau ia pergi menjenguk anak cucunya di Batam.
"Pokoknya saya merasa senang mengurus dan tinggal di mesjid ini.Malah anak-anak saya melarangpun saya tidak mau," alasannya.
Dengan uang pensiun sebesar Rp 1,1 juta bisa dikatakan melebihi honornya sebagai pengurus mesjid.Namun,ia mengaku tidak melihat imbalan,karena semua ia lakukan dengan niat tulus mengurus rumah Allah.
Ditanya dukanya,ia mengaku tidak ada.Sedangkan sukanya ia mengaku setiap hari selalu suka dan senang."Saya mendapatkan banyak kenalan dan teman.Itu adalah hal yang membahagiakan," cetusnya.
"Kalaupun ada dukanya paling jika ada pengunjung yang masuk mesjid,terus berfoto-foto tanpa izin.Padahal sudah ada larangan dan seolah-olah mereka tidak peduli dengan kita sebagai pengurus.Itu saja," imbuhnya.
Keikhlasan dan hati yang sudah tertambat di mesjid itulah,yang membuat Abdul Karim masih segar di usia yang seharusnya membuat tubuhnya ringkih."Ikhlas,tertawa dan tidak banyak pikiran itu saja kuncinya," jawabnya tentng rahasia panjang umur dan sehat.**INA
Minggu, 30 Mei 2010
Melongok Aktivitas Ramadhan di Mesjid Penyengat
Surat Tatik untuk Almarhum Suami

Surat Tatik untuk Almarhum Suami
Suryatati A Manan melimpahkan kerinduannya pada alm suami tercinta melalui sebuah buku kumpulan puisi berjudul "Surat untuk Suami".Tidak hanya kerinduan pada sang suami,tapi juga untuk kedua orang tuanya yang juga sudah meninggal dunia.Selain itu buku setebal 76 halaman itu juga berisikan perasaan-perasannya kepada orang-orang yang disayanginya,seperti anak,cucu,kakak dan sahabat.
Judul buku Surat untuk Suami dari buku ketiganya itu diambil dari judul puisi yang sama.Dalam puisi ke 130 tersebut Tatik panggilan akrabnya dengan jelas menyatakan perasaan terdalamnya pada almarhum suaminya.
Dengan lugas dan jelas,ia menyampaikan jika ia rindu untuk mengadu tentang berbagai hal sejak ditinggal pergi oleh sang suami.Bagaimana ia merindukan saat bersama sang suami dalam senang dan duka.
Seperti yang tergambar dalam bait puisi :
Berbagai peristiwa pahit setelah kita berjauhan
Membuat aku semakin tua dan larat
Menghadapi sendiri
Dikala aku tertawa gembira
Membuat aku semakin kuat ingat padamu
Tidak hanya itu,Tatik juga menyampaikan bagaimana ia menyatakan kesetiaanya pada almarhum sang suami,dan belum berniat untuk mencari pengganti.Seperti dalam bait puisi :
Tapi,engkau tak usah ragu
Sampai hari ini Aku belum berniat untuk mencari pengganti
Kata-katamu masih terngiang sampak sekarang
"Kalau aku mati,aku tak rela awak tu kawin lagi"
32 judul puisi dalam buku tersebut juga dilengkapi dengan foto-foto pendukung.Uniknya,foto-foto pendukung setiap puisi tersebut juga dilengkapi foto kenangannya bersama sang suami dan keluarganya.Bahkan,pembaca bisa tahu lebih jauh tentang keluarganya dan masa kecil hingga remaja serta menikah dari galeri foto yang ada dalam buku tersebut.
Membaca isi buku yang diterbitkan oleh Yayasan Panggung Melayu itu,membuat pembaca akan ikut larut dengan perasaan Suryatati.Hal ini bisa terjadi untuk semua puisi,seperti puisi "Detik-detik terakhir,Do'a seorang ibu,Emak,Idul Fitri 2007,Kakakku,Kasih,Rindu Emak,Bapakku dan masih yang lainnya.
Secara tidak langsung buku tersebut bagaikan sebuah autobiografi Tatik,namun ditulis dalam bentuk puisi.Pembaca akan ikut hanyut bahkan bisa meneteskan air mata,ketika membaca kalimat demi kalimat ungkapan hatinya yang paling dalam.
"Mualaikum ww. Trims atas apresiasinya untuk buku puisi surat untuk suami. Buku itu memang punya kenangan khusus buat saye .Begitu buku itu selesai dicetak saye betul-betul merasa lega, karena ini merupakan kenangan yang tak terlupakan dalam perjalanan hidup.Sekaligus berbagi rasa dengan kaum ibu atau perempuan atau isteri atau anak bagaimana rasanya kalau orang-orang yang kita sayang pergi disaat kita belum dapat membalas kasih sayangnya dengang maksimal. Trims sekali lagi atas dukungannya na," begitu komentar Suryatati kepada Ruziana dari Tras melalui pesan pribadi di Facebook.
Dalam pengantar buku tersebut,Tatik mengatakan jika bukunya yang diterbitkan Maret 2009 itu,bisa dikatakan adalah puisi keluarga.Karena sebahagian besar isinya mengungkapkan sejumlah perasaan kepada :
1.Perasaan terdalam seorang perempuan (istri) setelah ditinggal pergi untuk selama-lamanya oleh sang suami,yang selama ini dalam susah dan senang
2.Menggambarkan rasa empati seorang ibu,terhadap situasi dan kondisi yang dialami anak-anaknya.
3.menceritakan kenangan seorang anak terhadap kedua orang tua,yang sangat disayanginya dan menyayanginya.
4.Mengingatkan seorang adik kepada kakak semata wayangnya,yang sangat sederhana cara hidupnya dan tak banyak krenah.
5.Melukiskan juga rasa senang dan sedih dari dua orang cucu,ketika salah satunya mendapat sepeda baru***INA
Magnet Kursi PNS Antara Pengabdian dan Jaminan Hidup
Menjadi pegawai negeri sipil (PNS),sejak beberapa tahun terakhir menjadi impian dan harapan bagi para pencari kerja,bahkan bagi mereka yang sudah bekerja dan atau masih menuntut ilmu.Jumlah gaji PNS yang naik setiap tahun sejak beberapa tahun terakhir, serta berbagai tunjangan yang mereka terima,seakan menjadi magnet untuk mereka berlomba-lomba guna meraih sebuah kursi di instansi dan kantor pemerintahan.(insert: Standar Gaji PNS)
Tak heran,jika setiap ada informasi penerimaan CPNS baik untuk formasi daerah maupun pusat,ribuan pencari kerja antusias untuk mengikutinya.Bahkan ada yang rela mencari formasi PNS keluar daerah asal bahkan daerah pemekaran baru,supaya peluang kelulusan lebih besar.
Tidak hanya itu,mereka yang semula sudah punya pekerjaan tetap pun,juga antusias ikut tes CPNS.Berbagai alasan mereka,seperti mendapatkan jaminan hari tua,kerja yang santai,gengsi keluarga dan lainnya.(Baca insert : Mengapa Memilih PNS?)
Tidak hanya itu,bahkan ada yang rela merogoh kocek demi mendapatkan sebuah kursi PNS.Ada yang "berhasil" mendapatkannya kursi itu,tapi ada yang harus rela kehilangan uang puluhan juta rupiah, karena tertipu oleh oknum-oknum yang memanfaatkan ambisi besar mereka untuk bisa menjadi aparatur pemerintah. (baca insert : Tertipu calo PNS)
Bahkan ada yang mencari jalur lain untuk bisa dapat status sebagai PNS,yakni melalui jalur tenaga hononer.Meski sejak tahun 2007 adalah batas waktu pendataan tenaga honorer yang bisa menjadi PNS tanpa melalui tes,tapi ternyata masih ada juga yang hingga saat ini mencoba jalur itu.Berharap ada kebijakan lagi oleh pemerintah,sehingga status hononer mereka dengan mudah menjadi PNS.(Baca insert : Berharap Dari Status Hononer)
Tahun 2009 ini,pemerintah kembali membuka formasi CPNS,baik untuk pusat maupun daerah.Tak terkecuali di Kepri yang mempunyai enam kabupaten dan kota. Pembukaan CPNS yang diikuti oleh ribuan pencari kerja maupun yang sudah bekerja. Bahkan pada 12 Desember 2009 ini sudah diumumkan mereka yang lulus tes tersebut.
Bagi yang lulus tentu berbagai wujud syukur diucapkan,tapi bagi mereka yang tidak lulus,selain keikhlasan ternyata ada berbagai prasangka yang ditujukan kepada pemerintah daerah,khususnya pejabat terkait.
Sebelumnya sebanyak 616 pelamar CPNS di lingkungan Pemko Tanjungpinang telah mengikuti tes tertulis pada 25 November lalu.Lokasi tes tertulis diadakan di di beberapa sekolah seperti, di SMK 1, SMK 2, SMA 2 dan SMP 4 Tanjungpinang.
Seperti yang diungkapkan oleh Kepala BKD Kota Tanjungpinang, Suyatno, jumlah keseluruhan pelamar yang menyampaikan berkas lamarannya berjumlah 2.309 orang. Dari seleksi administratif, ternyata yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti ujian tertulis hanya sebanyak 1.533 orang pelamar. Dari 1.533 pelamar tersebut, hanya 616 orang yang mendaftar ulang dan 915 pelamar tidak mendaftar ulang.
Formasi CPNS yang dibutuhkan oleh Pemko Tanjungpinang sendiri berjumlah 166 orang.Sebelumnya ditargetkan 340 formasi, ditambah 78 honorer database. Namun karena terjadi penurunan dana alokasi umum,jumlah formasi itu harus dikurangi.
Sedangkan untuk Kabupaten Bintan,seperti yang katakan Sekretaris BKD Bintan, Riono,yang mengikuti ujian CPNS hanya hanya 2.352 peserta dari 2.669 yang melakukan pendaftaran. Sementara 317 lainnya tak hadir,” kata Sekretaris BKD Bintan, Riono.
Kuota formasi CPNS yang dibutuhkan oleh Pemkab Bintan pada tahun 2009 ini berjumlah 396 orang. Terdiri dari tenaga guru sebanyak 193 orang , tenaga kesehatan 84 orang , dan tenaga teknis 118 orang.Pelaksanaan ujian tertulis CPNS Bintan dilaksanakan di empat tempat, diantaranya SMKN 3 Tanjungpinang, SMAN 1, dan gedung PSMTI Tanjungpinang.
Sementara untuk Kota Batam,total peserta tes tertulis berdasarkan yang lulus tes administrasi berjumlah 6.300 orang.Terdiri dari formasi teknis 3.327 orang,formasi guru 1.843 orang dan formasi untuk kesehatan 1.097 orang.
Untuk Kabupaten Lingga,peserta ujian tertulis CPNS diikuti oleh 1.319.Sebelumnya
yang lulus administrasi berjumlah 1.514 orang dan yang tak mendaftar ulang 195 orang. Sedangkan formasi CPNS yang dibutuhkan untuk 2009 sendiri berjumlah 513 formasi.
Lokasi pelaksanaan ujian di Lingga, diadakan di SMA Negeri 1 Lingga, SMP Negeri 1 Lingga, SD Negeri 01 Lingga, SDN 11 Lingga, SDN 12 Lingga dan SDN 16 Lingga.
Sedangkan untuk Provinsi Kepri sendiri,ujian tes tertulis diikuti oleh 3.112 peserta. Sebelumnya jumlah pelamar yang mendaftar ulang berjumlah 3.730.Namun pada hari H ada 618 orang yang tidak hadir.Sedangkan formasi yang dibutuhkan oleh Provinsi Kepri sendiri untuk tahun 2009 berjumlah 421 formasi.**INA
Insert
Mengapa Memilih PNS ?
Setiap orang yang mencoba peruntungan menjadi PNS,mempunyai alasan berbeda-beda.Berikut diantaranya alasan sejumlah dari mereka yang berkeinginan menjadi aparatur pemerintah tersebut.
Reza Fahlevi
Karyawan swasta yang berprofesi sebagai wartawan salah satu media di Kota Batam, mengaku ikut dalam tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lingkungan Pemko Tanjungpinang yang berlangsung bulan November 2009.
Tamatan tekniksipil salah satu universitas di Medan beralasan ikut tes CPNS, untuk merubah nasib agar lebih baik dari sekarang.Karena pekerjaan sebagai karyawan swasta bisa dikatakan hanya tidak jauh di atas upah minimum yang ditetapkan pemerintah daerah.
Menurutnya jika lulus dalam tes CPNS dan berhasil sebagai PNS ,ia sangat berharap akan kehidupan akan semakin baik dan mapan. Mengingat jika bekerja sebagai PNS dipastikan mendapat jaminan hari tua berupa pensiun.
Sementara jika tetap bekerja sebagai karyawan swasta ,maka masa depan belum bisa dipastikan berkecukupan. Mengingat bekerja sebagai karyawan swasta sewaktu waktu dapat diberhentikan ataupun berhenti akibat alasan tertentu.
Ia mengakui juga mengalami suka dan duka saat mengikuti ujian CPNS.Seperti mulai tahapan seleksi administrasi hingga berhasil mendapatkan nomor peserta dan mengikuti ujian tertulis. Bahkan sebelumnya ia harus mengumpulkan segala persyaratan seleksi, mulai dari legalisir hingga foto copi surat-surat yang dibutuhkan.Bahkan hingga pelaksanaan ujian tertulis menemui soal yang rumit dan melelahkan.
Chairul
Alumni SMAN 2 Tanjungpinang yang saat ini bekerja sebagai karyawan swasta di salah satu perusahaan di Kota Tanjungpinang, mengaku pernah sekali mengikuti tes CPNS namun gagal. Alasannya mengikuti tes CPNS waktu itu, karena ia punya pandangan pemerintah senantiasa menaikkan gaji PNS dari tahun ketahun.
Rini
Wanita yang bekerja di salah satu radio swasta yang ada di Kota Tanjungpinang,mengaku telah empat kali mengikuti tes CPNS,baik di Pemko Tanjungpinang,Pemkab Bintan dan Provinsi Kepri. Tahun ini,ia tidak lagi mengikuti tes karena usianya yang sudah tidak memadai lagi untuk bisa ikut tes CPNS.
Deci
Wanita yang merupakan tenaga honorer di salah satu kantor instansi di lingkungan Pemko Tanjungpinang ini, mengaku meskipun sudah bekerja sebagai tenaga honorer ia belum puas jika belum berstatus sebagai PNS. Mengingat gaji yang diterima sebagai PNS tentu lebih besar dibandingkan sebagai tenaga honorer.
Menurut Deci, memiliki pekerjaan sebagai PNS adalah impian sebagian besar para pencari kerja. Hanya saja untuk diterima sebagai PNS butuh perjuangan. Bahkan kadangkal harus menuai kekecewan akibat tidak diterima sebagai CPNS. Rasa kekecewaan tersebut mengakibatkan rasa malas untuk mengikuti tes CPNS tahun berikutnya.
Wisnu
Alumni SMA yang sekarang bekerja sebagai karyawan swasta di salah satu perusahaan percetakan di Kota Tanjungpinang ini ,mengaku sudah dua kali ikut dalam seleksi CPNS yakni di Pemko Tanjungpinang dan Pemprov Kepri. Namun tetap saja belum berhasil lulus.
Alasan Wisnu mengikuti tes CPNS karena orang tua menginginkan dirinya bekerja sebagai PNS. Orang tua Wisnu dengan status purna TNI tersebut beranggapan bekerja sebagai PNS akan memiliki masa depan cerah. Karena gaji PNS setiap tahun mengalami kenaikan, belum lagi ditambah tunjangan yang diberikan. Selain itu bekerja sebagai PNS mendapat kepuasan tersendiri, mengingat di mata masyarakat kerja sebagai PNS cenderung dianggap pekerjaan yang bagus dan terhormat.
Wahyu
Meskipun bekerja sebagai karyawan swasta dan mendapat gaji lumayan cukup besar, yakni diatas upah minimum yang ditetapkan pemerintah karena menempati posisi jabatan yang cukup tinggi,tapi ia mengaku belum puas jika belum bekerja sebagai PNS.
Menurutnya bekerja sebagai PNS mendapat jaminan di masa tua, berupa gaji pensiun.Disamping itu gaji PNS menggiurkan dari tahun ke tahun karena selalu meningkat. Pendapatnya jam kerja sebagai PNS sudah diatur sesuai ketentuan dan pekerjaan sebagai PNS memiliki resiko kerja lebih rendah dibandingkan bekerja swasta.
Nur Komariah
Istri PNS di salah satu instansi pemerintah ini, mengaku telah menjalani sebagai guru honor di sebuah yayasan yang ada di kota Tanjungpinang selama 28 tahun. Meskipun berkeinginan kuat untuk menjadi PNS dan sempat mengikuti tes CPNS beberapa tahun lampau, namun hingga sekarang impian tersebut belum tercapai.
Menurut Nur,yang melatarbelakangi dirinya ingin menjadi PNS adalah masa depan sebagai PNS lebih jelas dibandingkan sebagai tenaga honor yayasan. Karena jika bernaung dibawah yayasan,bergantung dengan kondisi yang ada.Jika yayasan tersebut masih mampu bertahan maka masih bisa mendapat pekerjaan. Namun jika yayasan tutup, dipastikan pekerjaan juga hilang dan mencari lagi pekerjaan yang lain.
Meskipun hingga memasuki usia senja belum berhasil sebagai PNS, namun kekecewaan tersebut hilang dengan diterimanya anaknya sebagai PNS di salah satu instnasi pemerintah di Pekanbaru baru-baru ini. “Meskipun saya tidak berhasil sebagai PNS, namun saya bersyukur anak saya berhasil menjadi PNS,”ujarnya.
Ali
Tenaga honorer di lingkungan Pemko Tanjungpinang sudah tercatat mengabdi selama puluhan tahun. Meski sudah mengabdi selama puluhan tahun Ali mengaku hingga saat ini belum diangkat sebagai PNS. Meskipun tidak berhasil sebagai PNS, namun Ali tetap bersyukur dan bekerja dengan senang hati sebagai tenaga honorer.
Impian sebagai PNS adalah impian sebagian besar orang. Karena bekerja di bawah naungan pemerintah bisa menjamin penghidupan.Meskipun bekerja sebagai tenaga honorer selama puluhan tahun tidak masalah, yang penting bisa bekerja di instnasi milik pemerintah.
Ali mengaku bersyukur mendapat pekerjaan sebagai tenaga honorer meskipun hingga saat ini belum diangkat sebagai PNS. Dan dirinya tidak mampu berkata mengapa dirinya tidak bisa menjadi PNS. Padahal, pernah didengarnya, bahwa mereka yang telah mengabdi sebagai tenaga honorer sebelum tahun 2005 termasuk dalam data base dan akan menjadi PNS hingga batas 2009. ***Heni
Insert :
Tertipu Demi Status PNS
Kenaikan gaji PNS yang rutin sejak beberapa tahun terakhir,serta sejumlah fasilitas tunjangan yang diberikan oleh pemerintah daerah maupun pudat,telah menggiurkan banyak orang untuk bisa mendapatkan status sebagai aparatur pemerintah.
Ada yang memilih melalui jalan yang lurus untuk mendapatkan status itu,yakni melalui tes yang diadakan oleh pemerintah daerah.Namun,ada juga yang melalui calo dan oknum yang mengaku bisa menjadikan seseorang berstatus PNS.
Tahun 2005 lalu,masyarakat sempat dihebohkan dengan penipuan oleh salah seorang oknum PNS di salah instansi di Kabupaten Bintan.Bendahara di dinas perhubungan itu telah menipu belasan orang yang berminat menjadi PNS.Belasan hingga puluhan juta uang mereka hilang begitu saja.
Kini oknum PNS yang berjenis kelamin wanita itu harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di Lapas Tanjungpinang,bersama salah satu orang lainnya yang ikut terlibat.
Salah seorang korban,sebut saja namanya Rani mengaku terpaksa berhutang kepada orang tuanya.Karena uang yang dipinjamkan orang tuanya untuk menyogok oknum itu tidak bisa kembali."Saya harus mencicil uang orang tua saya hingga belasan tahun," tuturnya waktu itu.
Lain lagi dengan korban lainnya,sebut saja namanya Linda yang harus menyesal seumur hidup karena rumah orang tuanya harus tergadai hanya untuk meloloskan dirinya menjadi PNS.Tapi semua itu hanya tinggal kenangan dan ia harus mencicil juga agar rumah orang tuanya tidak kena sita.
Baru-baru ini tepatnya pada Oktober 2009 lalu,Polsekta Tanjungpinang Timur mengamankan seorang oknum CPNS golongan II di lingkungan Pemko Tanjungpinang. Oknum bernama Novendri itu ditangkap di kediamannya di Komplek Hang Tuah Permai,karena diduga telah menipu belasan orang untuk bisa menjadi pegawai honorer di lingkungan Pemko Tanjungpinang.
Penipuan itu dilakukan oleh pria kurus sejak April 2009. Kepada korbannya ia menjanjikan bisa jadi honorer di Pemko Tanjungpinang, namun harus ada syaratnya,yakni memberikan sejumlah uang.
Dari para korbannya,ia menerima uang berkisar Rp 3 juta sampai 15 juta.Total yang ia kumpulkan berjumlah Rp 115 juta. Aksi Novendri termasuk nekat namun menyakinkan.Karena ia bisa membuat korban percaya kepadanya.Hal itu disebabkan setelah menerima uang,pria ini membuat perjanjian di atas materai yang berisikan pernyataan bisa menjadikan mereka tenaga hononer paling lambat tiga bulan.Jika dalam waktu tersebut apa yang dijanjikan tidak dipenuhi,maka ia akan mengembalikan uang para korban.
Nyatanya,ketika masa waktu yang dijanjikan telah lewat,pekerjaan sebagai tenaga honorer juga belum didapatkan oleh para korban.Uang mereka pun tidak dikembalikan.Karena tidak terima dengan perlakuan Novendri,para korban kemudian melaporkannya ke polisi serta inspektorat daerah Tanjungpinang.
Kini,pria yang baru beberapa bulan mereguk madu pernikahan itu harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.Sebab uang ratusan juta itu ia gunakan untuk berfoya-foya. Selain harus ditahan dan menjalani persidangan,ia juga dipecat sebagai CPNS di lingkungan Pemko Tanjungpinang.
Seperti yang diungkapan oleh Kabag Humas dan Protokoler Kota Tanjungpinang, Sujadi, bahwa sejak awal Oktober 2009, Inspektorat Kota telah menyerahkan SK pemecatan kepada Novendri karena kasus penipuan.
Novendri tercatat menjadi CPNS di Dinas Pekerjaan Umum sejak 2008 dan sudah menjalani latihan Pra Jabatan pada Juli 2008. Namun hingga SK pemecatan diterima, ia belum tercatat sebagai PNS.
Insert
Berharap Aman Dari Status Honorer
Kebijakan pemerintah melalui PP nomor 48/2005 junto PP 43/2007,tentang pengangkatan tenaga honorer menjadi pegawai negeri sipil,ternyata menggiurkan banyak orang untuk bisa melewati jalan aman tersebut.
Humas Badan Kepegawaian Negara di web resmi BKN, menjelaskan rekrutmen PNS dilakukan melalui dua jalur. Pertama melalui jalur pengangkatan tenaga honorer, kedua melalui jalur umum.
Untuk pengangkatan tenaga honorer menjadi CPNS, yang bersangkutan harus ada dalam database BKN dan memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 PP No 48 tahun 2005, yaitu: Tenaga honorer adalah seseorang yang diangkat oleh Pejabat Pembina Kepegawaian atau pejabat lain dalam pemerintahan untuk melaksanakan tugas tertentu pada instansi pemerintah atau yang penghasilannya menjadi beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.
Untuk jalur umum, pengangkatan dilakukan melalui tes seleksi. Tenaga honorer yang tidak masuk ke dalam database, dapat mengikuti seleksi jalur umum sepanjang memenuhi persyaratan yang ditentukan, antara lain usia tidak lebih dari 35 tahun.
Masih menurut Humas BKN yang dikutip dari web resmi,prosedur pengangkatan honorer menjadi calon PNS, dimulai dengan pendataan yang dilakukan sejak November tahun 2005 sampai dengan Desember 2006. Data tersebut dikembalikan oleh BKN ke instansi pada 25 Maret 2005 untuk diverifikasi melalui uji publik dengan mengumumkannya ke publik apabila ada keberatan.
Tanggal 30 Juni 2006 hasil verifikasi dikembalikan ke BKN dan ditetapkan sebagai data final. Pada Oktober 2006 setelah ditetapkan Menpan dan Kepala BKN, data final tersebut diserahkan kembali ke masing-masing instansi serta diumumkan juga melalui website BKN.
Proses pengangkatan dilakukan sampai dengan tahun 2009 secara bertahap sesuai dengan formasi masing-masing instansi yang ditetapkan setiap tahun. Sedangkan data tenaga honorer yang mengundurkan diri/meninggal dunia tidak bisa digantikan oleh tenaga honorer yang lain, karena urutan data secara otomatis bergeser dari bawah ke atas.
Sampai dengan tahun 2009, BKN berkonsentrasi pada penyelesaian pengangkatan tenaga honorer yang dibiayai APBN/APBD yang ada dalam database. Sedangkan untuk tenaga honorer non APBN/APBD hingga saat ini pemerintah belum mengeluarkan kebijakan.
Tapi,kenyataannya sejak tahun 2006 hingga akhir 2009 ini masih ada yang mencoba menjadi hononer dan berharap bisa diangkat menjadi PNS tanpa harus melalui tes.Kenyataannya memang ambisi pencari kerja menjadi honorer direspon oleh sejumlah oknum di lingkungan instansi.
Seperti yang diakui oleh seorang tenaga honorer,sebut saja namanya Anto yang kini mengajar di salah satu sekolah dasar.Pria yang semula hanya wiraswasta ini telah menjadi guru honorer sejak tahun akhir 2007 lalu.
Pria yang hanya lulusan SLTA ini,mengaku menjadi tenaga honorer setelah dibantu oleh seorang pegawai di dinas terkait dan tentunya oleh kepala sekolah.Padahal melihat ijazahnya yang hanya SLTA dan tidak ada pengalaman sebagai guru,pria ini tidak layak menjadi guru.Tapi,karena ada imbalan yang ia berikan,akhirnya ia menjadi tenaga guru honorer.
Menurutnya,uang yang diberikan kepada oknum itu tidak terlalu banyak.Hanya sebagai ucapan terimakasih saja.Dari pekerjaannya sebagai hononer,diakuinya memang jauh dari penghasilan sebagai wiraswsta.Karena ia hanya digaji oleh sekolah tempatnya mengajar.
Tapi,karena keinginannya yang besar menjadi PNS suatu hari kelak,ia tetap bertahan meski gaji sangat kecil dan dikatakan hanya cukup untuk beli bensin motornya."Yang membantu saya itu berjanji memasukan saya ke dalam database tenaga honorer,bahkan masa kerja saya dimundurkan," akunya.
Menurutnya,tidak hanya dia sendiri yang melakukan hal serupa.Banyak rekan-rekannya yang melakukan hal yang sama.Bahkan kondisi itu seakan menjadi "ladang" bagi oknum yang mempunyai kewenangan menunjuk mereka sebagai tenaga honorer.
"Ya kalau ada uang tunjangan atau pelatihan,saya kadang diminta jatah oleh yang membantu saya," akunya.
Kepala BKD Tanjungpinang,Suyatno yang pernah dikonfirmasi mengenai pengadaan tenaga honorer seperti kasus di atas,mengatakan bisa saja itu tenaga guru honorer tidak tetap yang dibayar oleh sekolah.Ia menegaskan,tenaga honor tidak tetap tidak digaji oleh APBD atau tanggungjawabnya oleh sekolah yang bersangkutan.
Begitu juga dengan janji memasukan ke dalam database,ia mengatakan sangat tidak mungkin, karena pendataan berkas-berkas tenaga honorer sangat ketat dan tidak sembarangan.Apalagi yang bersangkutan masuk setelah tahun 2005.
**INA/BKN.go.id
Insert
Standar Gaji PNS
Pemerintah berencana menaikkan gaji pokok pegawai negeri sipil (PNS) pada tahun 2010 sebesar rata-rata 5 persen. Selain itu, pemerintah juga akan menaikkan tunjangan secara signifikan kepada PNS di 12 departemen atau lembaga yang akan menjalankan program reformasi birokrasi.
Mengacu pada Peraturan pemerintah Nomor 8 Tahun 2009 dengan Perubahan Kesebelas atas PP Nomor 7 tahun 1977 Tentang Peraturan Gaji PNS yang diterbitkan awal Januari 2009, pemerintah menetapkan gaji terendah dan tertinggi PNS.
Gaji pokok PNS sendiri paling rendah sebesar Rp 1.040.00 untuk Golongan I a dengan masa kerja 0 tahun. Dan gaji pokok tertinggi sebesar Rp 3.400.000 bagi PNS golongan IV e dengan masa kerja 32 tahun.
Gaji pokok ini tidak termasuk tunjangan yang diberikan kepada PNS.
Berikut ini perincian detail gaji PNS dari golongan terendah ke tertinggi:
Pegawai Golongan Ia dengan masa kerja 0 tahun sebesar Rp 1.040.000
Pegawai Golongan Ia dengan masa kerja 4 tahun sebesar Rp 1.091.700
Pegawai Golongan Ia dengan masa kerja 16 tahun sebesar Rp 1.262.700
Pegawai Golongan II a dengan masa kerja 0 tahun sebesar Rp 1.320.300
Pegawai Golongan II b dengan masa kerja 5 tahun sebesar Rp 1.462.300
Pegawai Golongan II b dengan masa kerja 15 tahun sebesar Rp 1.650.800
Pegawai Golongan II c dengan masa kerja 3 tahun sebesar Rp 1.487.600
Pegawai Golongan II c dengan masa kerja 7 tahun sebesar Rp 1.561.600
Pegawai Golongan II c dengan masa kerja 15 tahun sebesar Rp 1.720.700
Pegawai Golongan II d dengan masa kerja 3 tahun sebesar Rp 1.550.600
Pegawai Golongan II d dengan masa kerja 7 tahun sebesar Rp 1.627.600
Pegawai Golongan II d dengan masa kerja 15 tahun sebesar Rp Rp 1.793.400
Pegawai Golongan III a dengan masa kerja 0 tahun sebesar Rp 1.655.800
Pegawai Golongan III a dengan masa kerja 4 tahun sebesar Rp 1.738.100
Pegawai Golongan III a dengan masa kerja 10 tahun sebesar Rp 1.869.300
Pegawai Golongan IV a dengan masa kerja 0 tahun sebesar Rp 1.954.300
Pegawai Golongan IV a dengan masa kerja 4 tahun sebesar Rp 2.051.400
Pegawai Golongan IV a dengan masa kerja 10 tahun sebear Rp 2.206.200
Pegawai Golongan IV a dengan masa kerja 32 tahun sebesar Rp 2.880.800
Sementara untuk pejabat eselon I, yaitu golongan IV d dan golongan IV e
Golongan IV d dengan masa kerja 0 tahun sebesar Rp 2.212.900
Golongan IV d dengan masa kerja 4 tahun sebesar Rp 2.322.900
Golongan IV d dengan masa kerja 10 tahun sebesar Rp 2.498.200
Golongan IV d dengan masa kerja 32 tahun sebesar Rp3.262.000
Golongan IV e dengan masa kerja 0 tahun sebesar Rp 2.306.500
Golongan IV e dengan masa kerja 4 tahun sebesar Rp 2.421.200
Golongan IV e dengan masa kerja 10 tahun sebesar Rp 2.603.900
Golongan IV e dengan masa kerja 32 tahun sebesar Rp 3.400.000
Sejak tahun 2006,pemerintah telah menaikan gaji PNS sebesar 15 persen. Hal yang sama juga dilakukan pada tahun 2007. Sedangkan pada tahun 2008 sebesar 20 persen pada 2008 dan sebesar 15 persen pada 2009. Dalam rentang waktu yang sama, pemerintah telah menaikkan tunjangan jabatan struktural sebesar 50 persen untuk jabatan eselon III, IV dan V dan sebesar 32,5 persen untuk eselon I dan II pada 2006.
Pada 2007, pemerintah kembali menaikkan tunjangan jabatan struktural sebesar 23,6 persen untuk eselon I, 32,5 persen untuk eselon II, 42,5 persen untuk eselon III, 52,5 persen untuk eselon IV dan 60 persen untuk eselon V.
Sedangkan, kenaikan tunjangan fungsional diberikan sebesar 10 persen pada 2006 dan 20 persen pada 2007.
Perbaikan gaji pokok dan tunjangan sepanjang 2005 - 2009 menyebabkan peningkatan kesejahteraan aparatur negara, dalam bentuk kenaikan take home pay pegawai.
Perinciannya, PNS dengan pangkat terendah (golongan I/a tidak kawin) meningkat dari Rp 674 ribu pada 2005 menjadi Rp 1,721 juta pada 2009. Bagi guru dengan pangkat terendah (golongan I/a tidak kawin) meningkat dari Rp 1 juta pada 2005 menjadi Rp 2,3 juta pada 2009. Sedangkan, bagi anggota TNI/Polri dengan pangkat terendah (tamtama) naik dari Rp 1,27 juta pada 2005 menjadi Rp 2,296 juta pada 2009**Ina dari berbagai sumber.
Minggu, 21 Februari 2010
Bofet Pak Haji Eksis dengan Nasi Goreng yang Melegenda
Bagi warga Tanjungpinang yang hobi berwisata kuliner, salah satu tempat makan favorit adalah Bofet Pak Haji.Bofet makan yang menyediakan aneka makanan tersebut sudah dikenal luas dengan nasi gorengnya yang punya rasa khas nan kaya rempah.Tak heran jika tempat makan tersebut selalu ramai dikunjungi pembeli,khususnya pelanggan setia.
Uniknya para pelanggan setia itu ternyata sudah biasa makan nasi goreng tersebut sejak mereka kecil.Tak jarang ketika mereka sudah dewasa,berdomisili di luar Tanjungpinang, Nasi Goreng Pak Haji -begitu sebutan akrab dari pelanggan-selalu menjadi makanan yang dirindukan.
"Kalau anak Tanjungpinang yang kuliah ke luar daerah,setiap pulang ke sini akan mampir ke bofet kami untuk menikmati nasi goreng.Bahkan,beberapa kali ada yang memesan nasi goreng untuk dibawa ke Jakarta,Bandung dan Tembilahan karena ada yang ngidam," tutur Suryana,SSos,pemilik dan pengelola Bofet Pak Haji.
Suryana yang merupakan anak satu-satunya Alm H Nuswar atau yang dikenal dengan Pak Haji,adalah generasi kedua penerus usaha keluarga tersebut.Wanita cantik kelahiran 17 Mei 1967 itu,kini meneruskan usaha yang dirintis oleh almarhum bapaknya yang meninggal dunia tahun lalu.
Istri dari Hendra Arjuna,SH,MH tersebut menceritakan, usaha nasi goreng tersebut dirintis dari nol oleh alm bapaknya sekitar tahun 1975.Semula usaha itu menyewa tempat terbuka di Akau Jl Pos.
Ketekunan alm bapaknya dalam mencoba berbagai bumbu yang pas untuk menciptakan rasa nasi goreng yang beda dengan nasi goreng umumnya,membuahkan hasil rasa nasi goreng yang khas seperti saat ini.
Rasa yang khas,enak di lidah dan tidak membosankan membuat para pembeli menjadi pelanggan setia.Pelan tapi pasti usaha itu membawa peningkatan kehidupan keluarga.Pada tahun 1988 untuk pertama kalinya alm sang bapak bisa menunaikan ibadah haji.
"Sejak itulah bapak dipanggil pak haji dan nasi gorengnya dikenal dengan nasi goreng pak haji," kenang ibu dua orang anak ini.
Usaha yang makin berkembang kemudian membuahkan hasil dengan pindah ke ruko milik sendiri di Jl. Pemuda sejak tahun 1992 sampai sekarang.Kemudian tahun 2002,Bofet Pak Haji buka cabang di ruko milik pribadi juga di Jl.DI Panjaitan Km 9.
Saat ini bofet yang juga menjual soto padang,martabak mesir,mie rebus dan mie goreng,punya lebih 20 orang karyawan.Bahkan banyak tawaran agar dibuka cabang di daerah lain seperti Batam,Jakarta dan Malaysia.Namun keterbatasan tenaga yang mengawasi usaha itu nantinya,membuat Suryana tidak bisa menerima tawaran tersebut.
"Alhamdulillah usaha yang dirintis alm bapak dari nol sudah membuahkan hasil,dan berkembang serta mengangkat kehidupan kami.Kalau mengenang masa sulit dulusaya sekarang hanya bisa mengucapkan kata syukur," kenangnya berkaca-kaca.
Wanita yang menanamatkan kuliah di Akademi Bahasa Asing,Padang dan Stisipol RHF ini menceritakan,dari usia enam tahun hingga SMA sudah terbiasa membantu kedua orang tuanya berjualan nasi goreng.Seperti menyajikan nasi goreng ke pembeli,mengangkat piring kotor atau menggoreng telur.
Saat masa sekolah itulah ia sering mendapatkan ejekan dari sejumlah teman-teman sekolahnya yang usil."Mereka dulu sering memanggil saya nasi goreng,tapi saya tidak peduli meski kadang minder juga.Namun saya bangga bisa membantu orang tua," tuturnya.
Kesabaran dan ketabahan pada masa kecil itu kini membuahkan hasil.Ia bisa kuliah dan bekerja di bank,meski kemudian berhenti demi memprioritaskan keluarga.Rasa minder pada masa kecil karena sering diejek,membuatnya sangat memperhatikan pendidikan sang anak.
Dua orang buah hatinya,Atika Khaira dan Saskia Nabila yang duduk di bangku kelas 2 SMP dan kelas 4 SD merupakan siswi yang berprestasi di bidang akademis dan ekstrakurikuler,seperti juara renang dan menyanyi."Jangan sampai anak saya mendapatkan ejekan dari kawan-kawannya seperti saya dulu.Tapi alhamdulillah mereka tidak mengalami hal seperti saya," tandas wanita yang aktif di Ikatan Wanita Pengusaha ini.
Sebagai generasi kedua dari usaha yang sudah dikenal luas,Suryana mengaku berusaha agar usaha alm bapaknya bisa dilanjutkan oleh generasi ketiga,yakni oleh anak-anaknya.
"Mereka boleh bekerja di bidang apa saja,namun nanti tetap mengelola usaha nasi goreng ini,supaya pelanggan setia tidak kehilangan," akhirnya.***INA
Ummi Laundry

Sukses Berawal dari Mesin Cuci Pinjaman
Membuka usaha tidak harus selalu dimulai dengan kelengkapan berbagai pendukung apalagi modal uang.Yang penting adalah niat dan keseriusan untuk memulai usaha tersebut.Karena ketika kemauan itu sudah ada ,jalan untuk melanjutkan niat itu selalu akan terbuka.Setidaknya filosofi itulah yang dijalankan dan dibuktikan oleh Raja Hanafi,pemilik usaha Ummi Laundry.
Pria kelahiran Inhil 15 Januari 1982 ini bisa dikatakan bukan orang baru dalam dunia wirausaha.Sejak duduk di bangku sekolah ia sudah memulai membuka usaha meskipun kecil-kecilan.Bahkan ketika kuliah di STAI Miftahul Ullum Tanjungpinang,ia juga melakukan kerjasama dengan orang lain dalam membuka usaha.
Namun,dari pengalamannya itu banyak pelajaran yang ia peroleh.Sehingga pada April 2009 lalu ia memutuskan membuka usaha sendiri.Pilihannya jatuh pada usaha laundry,dengan alasan kesibukan pekerjaan sehingga banyak orang tidak sempat melakukan aktifitas mencuci dan menyetrika pakaian.
"Usaha laundry ini juga membantu mereka yang sibuk untuk memanfaatkan waktu libur dan senggang dengan kegiatan lain, sehingga biarlah aktifitas mencuci dan menyetrika pakaian diserahkan ke kami,"ujar bapak 1 anak ini,ditempat usahanya di Gang Rajawali ,Jalan Kemboja.
Ketika pilihan usaha sudah ditentukan,bukannya menyiapkan modal dan tempat usaha yang ia lakukan.Namun ia memilih menyebarkan brosur sederhana tentang usaha laundry yang diberi nama Ummi Laundry tersebut.
"Nama ummi dipilih mengingat aktifitas mencuci umumnya dilakukan kaum ibu," alasannya tentang nama usahanya itu.
Berselang dua jam kemudian,ada yang menelpon dan meminta jasa laundry.Saat itulah otaknya baru berpikir keras, bagaimana memberikan pelayanan terbaik kepada calon pelanggan pertama itu.
Namun,sesuai dengan niatnya dan jalanpun terbuka.Suami Anna Aisyah tersebut kemudian menjemput orderan pertama itu.Ia pun menumpang mencuci di mesin cuci milik kakak iparnya.Sedangkan untuk menyetrika dilakukan oleh tetangganya yang kebetulan memang tukang gosok pakaian.
Sukses dengan pemakai jasa pertama, pria yang mengaku bergelar MM SE alias Muda-Muda Sudah Enterpreneur,makin semangat untuk terus menjalani usaha tersebut.
"Akhirnya satu bulan kemudian saya bisa membeli mesin cuci dan tempat usaha dilakukan memanfaatkan rumah keluarga ini," kenangnya.
Hingga saat ini atau selama sembilan bulan berdiri,ia sudah punya empat mesin cuci dengan dryer serta setrika listrik.Selain itu ia juga mempekerjakan empat orang karyawan untuk aktifitas antar jemput orderan dan cuci gosok.
Jumlah pengguna jasa laundrynya hingga saat ini berjumlah 160 orang,dengan pelanggan aktif sebanyak 60 persen.Ternyata para pengguna jasanya itu lebih banyak mengetahui usaha laundry itu dari mulut ke mulut.Rata-rata sehari ia bisa menerima orderan 40 kg dengan tarif Rp 6000 per kg pakaian.
Dari pelanggan tersebut ia bisa mendapatkan omset sekitar Rp 5-7 juta perbulan.Setelah dikurangi biaya operasional dan gaji karyawan ia bisa mendapatkan penghasilan bersih rata-rata sebesar Rp 2 juta per bulannya.
Melihat tarif yang dipatok,pria ramah ini mengaku bersaing dengan usaha sejenis yang mulai tumbuh di Tanjungpinang.Namun,ia percaya usahanya itu tetap bisa tumbuh dengan pelayanan yang terbaik yang terus diusahakan diberikan kepada pelanggan.
Salah satu pelayanan yang diberikan adalah mengutamakan kebersihan pakaian,dengan tidak seratus persen menggunakan dryer untuk mengeringkan pakaian."Kami juga menjemur pakaian di bawah sinar matahari,sehingga betul-betul kering dan tidak rentan kena jamur.Kalau memakai dryer tidak kering sepenuhnya atau masih lembab sehingga rentan kena jamur," alasannya.
Namun,meskipun sudah berusaha memberikan yang terbaik,kendala atau duka dalam setiap usaha selalu ada.Kendala itu diantaranya pada awal usaha baru berjalan adalah komplain pelanggan ketika pakaian tertukar.Namun hal itu segera diantisipasi dengan melakukan pelabelan.
Selain itu yang paling menjadi kendala adalah masalah listrik yang sering mati.Sehingga dalam kondisi tersebut pakaian pelanggan baru bisa diantar 2 hari kemudian."Kita semua tahu kondisi listrik saat ini,jadi kami hanya meminta pengertian pelanggan saja sebab untuk saat ini kami belum memiliki genset," akunya.
Dengan usaha yang sedang tumbuh,ia mengaku akan terus berusaha membesarkan dengan membuka cabang di tempat yang lebih strategis,seperti di ruko.
"Saya sedang menjajaki untuk membuka cabang di ruko yang strategis,selain tetap terus menyebarkan brosur sehingga usaha saya ini makin diketahui masyarakat," tuturnya optimis.
Sebagai enterpreneur muda yang digerakan oleh otak kanan,Hanafi mengaku punya rencana membuka usaha di bidang lain,seperti bidang pendidikan dengan membuka kursus bimbingan belajar.***INA
Epok-epok Bang Khalish
Mengangkat Citra Makanan Kampung jadi Oleh-oleh Khas
Selama ini penganan epok-epok identik dengan makanan kampung.Sebuah penganan yang biasa dibuat kaum ibu sebagai makanan kecil dalam keluarga,acara arisan atau di jual di kedai-kedai penitipan kue.Rasa kue yang berbahan dasar tepung ini biasanya tergantung pada isinya yang umumnya rasa keledek dan abon ikan manis atau pedas.
Cita rasa epok-epok khususnya di daerah Melayu yang selalu terkesan jalan di tempat sejak dulu hingga sekarang, membuat penganan itu hanya dipandang sebagai makanan biasa saja.
Adalah Bang Khalis bersama istrinya Diah Setia Murni, yang kemudian mencoba mengangkat citra epok-epok menjadi penganan kampung menjadi oleh-oleh khas Kota Tanjungpinang.Mereka membuat epok-epok dengan rasa berbeda,seperti isi telor,udang,ayam dan sotong dengan rasa khas bumbu kari.
Pasangan suami istri yang membuka usaha Kedai Kopi Nurul dan menjual epok-epok ini di Jl Basuki Rahmat atau depan SMA 2 Tanjungpinang ini, telah membuat penganan itu tidak lagi dipandang sebelah mata hanya karena rasa yang itu-itu saja.Bahkan,saat ini epok-epok yang diberi "merek dagang" Epok-Epok Bang Khalis" telah mulai menjadi oleh-oleh bagi warga yang berkunjung ke Tanjungpinang.
"Alhamdulillah banyak warga dari Batam atau dari Tanjunguban yang datang ke Tanjungpinang,menjadikan epok-epok kami sebagai oleh-oleh untuk keluarga," tutur sang istri,Diah yang meracik langsung bumbu isi epok-epok tersebut.
Usaha menjual epok-epok dilakoni mereka sejak tahun 2007 ketika memutuskan menetap di Tanjungpinang.Sebelumnya mereka berdomisili di Bekasi dan bekerja di sana.Bang Khalis yang lahir di Tanjungbatu,Karimun mengaku sudah bosan kerja di sektor swasta berniat berwirausaha di kampung halamannya Tanjungpinang.Sang istripun yang ingin tetap dekat dengan keluarga,juga memutuskan pensiun muda sebagai PNS di Pemkot Bekasi.
Sebagai wanita yang sebelumnya tidak pernah memikirkan akan menjadi wirausaha,Diah ternyata menikmati usaha yang dijalaninya saat ini.Bahkan sebelumnya ia tekun mempelajari bumbu dasar pembuatan epok-epok dari sang ibu mertua dan adik iparnya.Kemudian ia mencoba membuat berbagai rasa sehingga jadilah empat rasa epok-epok rasa kari seperti yang ia jual saat ini.
"Menjalani usaha seperti ini jauh berbeda saat kita menjadi bawahan.Karena ini usaha kita,jadi bisa mengaturnya sesuai keinginan kita," alasannya.
Diawali dengan jalan menitipkan ke sejumlah penitipan kue,pelan dan pasti epok-epok Bang Khalis mulai dikenal pecinta jajanan di Tanjungpinang.Setelah itu mereka berani memasang plang nama dan membuatkan konter khusus,sehingga pengguna jalan yang melintas bisa melihat usaha epok-epok tersebut.
"Ternyata banyak dari pembeli yang datang ke sini karena penasaran dengan rasa epok-epok yang kita tulis di konter,selain itu ada yang mengaku tahu dari rekomendasi kawan mereka yang pernah membeli," tutur Diah.
Saat ini rata-rata mereka bisa menjual epok-epok 300 keping perhari,selain itu mereka juga melayani pesanan untuk kue kotak yang pernah mencapai 1500 keping.Harga epok-epok untuk isi telur dipatok Rp 1000/keping dan untuk isi udang,sotong dan ayam Rp 1500/keping.
"Alhamdulillah meski awalnya ada yang mengira harga sebesar itu mahal,tapi ketika mereka mencoba rasanya mereka tidak keberatan membeli dan malah jadi pelanggan," kenang Diah.
Bertahannya pelanggan dan bertambahnya pembeli juga dikarenakan mereka sangat memperhatikan kebersihan.Epok-epok tersebut setiap kepingnya dibungkus dengan kertas khusus dan dimasukan ke plastik.Kemudian minyak untuk menggoreng juga kwalitas bagus dan tidak membuat kerongkongan gatal.Yang tak kalah pentingnya adalah proses penggorengan yang tidak terburu-buru.
Ada keinginan pasangan suami istri yang menangani langsung pembuatan dan pemesan epok-epok ini adalah,agar penganan yang mereka buat itu akan langsung menjadi makanan yang akan teringat oleh wisatawan ketika datang ke kota ini,seperti halnya Sanjai Bukittinggi dan Dodol Garut dan Bakpia JogjaSelain itu mereka juga ingin melebarkan sayap dan punya konter di tempat lain.
"Kita ingin ketika wisatawan datang ke kota ini akan teringat epok-epok kami sebagai oleh-oleh yang harus dibawa pulang.Selain itu kami juga ingin ada cabang di tempat lain,namun untuk sementara masih terkendala dengan tenaga yang akan mengelolanya," aku Diah.**INA
Minggu, 06 September 2009
Said Hamzah Pribadi Low Profile yang Mencatat Sejarah
Penasaran lebih dekat dengan sosok Said Hamzah yang di dalam buku Tanjungpinang Kota Bestari,terbitan Pemko Administratif Tanjungpinang tahun 1997 disebutkan sebagai anggota Panitia 17,yang berperan dalam pembubaran Dewan Riau pada tahun 1950,Tras mencoba kembali menyambangi kediamannya,esok hari,Kamis (20/8).
Siang itu ba'da Zuhur,rumah itu seperti sebelumnya tampak sepi.Bahkan pintu pagar yang sebelumnya terbuka,kini tertutup.Ucapan salam beberapa kali tidak ada yang menjawab apalagi membukakan pintu.
Tras mencoba bertanya ke tetangga sebelah rumah.Dari wanita itulah Tras dapat informasi jika Said Hamzah sedang keluar rumah dengan sepeda motornya.Sebuah pernyataan yang mencengangkan.Diusia yang sudah uzur,ternyata ia masih kuat membawa motor.
"Kalau motor beliau tidak ada,artinya sedang keluar rumah," tutur wanita yang sedang hamil tersebut.
Dari wanita itu juga Tras dapat informasi,jika Said Hamzah saat ini hanya tinggal berdua dengan istrinya.Sebelumnya ada satu anaknya yang tinggal dengannya.Namun karena mendapat kecelakaan,sang anak harus dirawat sementara di rumah abangnya,Said Husin.
Informasi yang sang sedikit itu,ternyata membuka jalan bagi Tras untuk terus menelusuri.Ternyata Said Husin adalah pegawai Pemko Tanjungpinang yang pernah menjabat Kabag Humas Setdako Tanjungpinang.
Melalui sambungan via handphone,Tras mencoba mencari informasi terkait peran sang bapak pada tahun 1950 an sebagai anggota panitia 17.Ia mengaku kurang tahu dan yang ia ketahui cuma bapaknya pernah diundang ke Istana Negara oleh Presiden Soekarno karena mendapat penghargaan,telah membantu korban kecelakaan pesawat milik maskapai India di Sedanau,Natuna,tahun 1955.(baca insert : Perawat itu Tercatat di Sejarah)
"Nanti malam coba saya dampingi untuk wawancara dengan beliau,mudah-mudahan masih ingat atau melalui dokumen nanti bisa ditelusuri," jawab Said Husin via handphone.
Malam itu Tras diterima oleh Said Husin di kediaman orang tuanya.Said Hamzah yang malam itu mengenakan baju koko dan kain sarung plus peci haji,tampak segar.Sedangkan sang istri,Syarifah Zaharah yang juga sudah uzur tampak kurang sehat.
Ternyata memang pria kelahiran 30 April 1928 itu tidak ingat lagi ketika ditanya peristiwa tahun 1950.Bahkan sang anak yang mencoba membangkitkan ingatannya secara perlahan,juga dijawab dengan ucapan "saya lupa dan tak ingat lagi," jawabnya.
Said Husin pun mencoba mencari berkas dokumen di kamar sang ayah.Dari bundelan map yang dipenuhi kertas berwarna kuning kusam,ia berkas mendapati riwayat hidup sang bapak yang pernah tercatat sebagai anggota Panitia 17.
"O..panitia 17,ya saya anggotanya," ujar Said Hamzah yang akrab dipanggil Abah oleh keluarga dan tetangganya.
Namun ketika ditanya apa saja itu Panitia 17,tujuan dan kegiatan yang dilakukan saat itu,kembali Abah mengaku tidak ingat lagi."Saya sudah lupa,waktu itu saya hanya anggota biasa saja," tuturnya dengan ekspresi wajah yang berpikir,seakan mencoba mengingat peristiwa hampir 60 tahun silam tersebut.
Dari berkas riwayat hidup yang ditulis tahun 1974 tersebut,Abah yang pensiunan pegawai RSUD Tanjungpinang mencatat hal-hal sebagai berikut :
1.Tahun 1946:Ia menjadi anggota Badan Kebangsaan Indonesia Riau (BKIR).
Tujuan organisasi itu memberikan penerangan secara berantai kepada masyarakat tentang kemerdekaan RI, dan menyusun kekuatan untuk menghadapi kolonial Belanda.
2.Tahun 1949 : Menjadi anggota Gerakan Pemuda Indonesia (Gepindo),yang bertujuan mengkoordinir seluruh tenaga muda untuk mengacau kekuatan Belanda.
3. Tahun 1950 : Jadi anggota Panitia 17 dengan tujuan menggabungkan diri kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia serta membubarkan Riouw Rood (Dewan Riau)
4.Tahun 1952 : Anggota PNI
5. Pada 11-5-1955 : Menolong kapal terbang India yang jatuh di Sedanau,Bunguran Barat.
6. Pada 11-2-1971 : Keluar dari PNI
7.Pada 1-7-1955 : Menerima surat tanda penghargaan tanda jasa dari Air India Internasional VT-Dep/MISC/1610
8.Pada 22-2-1956 : Menerima tanda jasa dari pemerintahan India.
Tak banyak yang bisa digali secara langsung dari mulut Abah,tentang apa saja yang pernah dilakukannya bersama kawan-kawannya Panitia 17 pada tahun 1950,dengan alasan ia sudah lupa.
Bahkan,nama kawan-kawannya yang bergabung pada Panitia 17 juga ia tidak ingat.Tapi yang jelas,kawan-kawannya itu kini sudah meninggal dunia semuanya.
Tapi,dari sebuah buku tipis setebal 10 halaman yang ditemukan Said Husin di kamar sang bapak,bisa diketahui tentang ikhwal pembentukan pemerintahan di Kepulauan Riau dan bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Buku tanpa sampul itu diawali halaman 245 dan diakhiri halaman 254.Buku itu seakan-akan sengaja dilepas dari sebuah halaman buku utuh.Halaman pertama atau 254 tertulis judul "Pasal 6,di Kepulauan Riau.1 Pemerintahan"
Dalam buku tipis tersebut, diceritakan sejarah ikhwal pembentukan pemerintahan di Kepulauan Riau dari semenjak kemerdekaan hingga terbentuknya NKRI (1950).
Tapi ada sedikit titik terang mengapa Said Hamzah bisa menjadi anggota pada panitia 17 pada tahun 1950.Hal ini ditarik dari awal bergabungnya ia pada sejumlah organisasi pemuda seperti ditulis dalam riwayat hidupnya dan dihubungkan dengan keterangan yang dalam buku yang memakai ejaan lama tersebut.
Dalam perbincangan dengan Tras,Said Hamzah yang cenderung lebih ingat tentang pekerjaannya sebagai perawat di rumah sakit Tanjungpinang (jawatan kesehatan) menyebutkan nama Dr Ilyas yang merupakan orang yang berjasa pada dirinya.Karena sang dokterlah yang mengajarkannya secara otodidak tentang penanganan pasien,merawat serta meracik obat sejak ia masuk bekerja pada tahun 1946.
Dr Iljas sendiri,begitu tertulis dalam buku tersebut,adalah Ketua Badan Kebangsaan Indonesia Riau (BKIR) yang didirikan tahun akhir tahun 1945,di mana Said Hamzah juga menjadi anggotanya.
Jadi,aktifnya dan terlibatnya Said Hamzah dalam sejumlah organisasi pemuda pada zaman kemerdekaan, kemungkinan besar karena ajakan dari sang dokter yang sangat ia hormati tersebut.
Pada halaman 250 buku tersebut,disebutkan pada pertengahan tahun 1946 Dr Ilyas menyampaikan permintaan kepada Residen van Riouw (Dr.J.van Waardenburg) di Tanjungpinang,agar penduduk Indonesia di Kepulauan Riau,dapat dibenarkan mengibarkan bendera Sang Merah Putih pada tiap-tiap peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan RI.Namun,permintaan itu ditolak mentah-mentah oleh residen tersebut.
Perlawanan BKIR yang merupakan organisasi bawah tanah,juga melahirkan organisasi lainnya yang bertujuan serupa,seperti Keinsyafan Rakyat Indonesia Riau (KRIR),Angkatan Muda Indonesia Riau (AMIR) dan Gerakan Rakyat Indonesia Riau (GRIR).
Kemudian keempat organisasi bawah tanah yang melawan Belanda itu,sepakat mendirikan perkumpulan pemuda yang legal dengan nama Gerakan Pemuda Indonesia (Gepindo) pada 20 November 1946,yang punya anggota lebih 2000 orang.
Ketua umumnya ditunjuk MJ Hasibuan dengan program yang mendesak dari Gepindo,berusaha sekuat tenaga agar daerah Kepulauan Riau secepatnya digabungkan dengan negara Republik Indonesia.
Pada awal tahun 1950 Gepindi mengeluarkan resolusi yang diantaranya menuntut :
- Daerah Kepulauan Riau selekas-lekasnya digabungkan dengan RI
-TNI segera didatangkan di daerah Kepulauan Riau
-Menolak daerah Kepulauan Riau dijadikan tempat persinggahan oleh tentara belanda.
Pada waktu itu anggota TNI di Tanjungpinang baru tiga orang,yakni Mayor R Akil Prawiradireja,Kapten Islam Salim dan Letnan Segito.
Karena keadaan yang makin hari makin hangat, pada 12 Maret 1950,atas inisiatif sejumlah pemuda yang progresif berdirilah di Tanjungpinang badan yang diberi nama Panitia 17,yang diketuai oleh Zamachsjari,yang juga merupakan pegawai jawatan kesehatan.
Panitia 17 punya program mendesak yakni :
1.Dewan Riau bentukan kolonial Belanda dibubarkan
2.Menggabungkan Daerah Kepulauan Riau dengan Negara Republik Indonesia.
Kemungkinan besar,keterlibatan Said Hamzah dalam Panitia 17 yang diketuai Zamachsjari,karena mereka berdua sama-sama bekerja di jawatan kesehatan.
Panitia 17 sendiri akhirnya mencatat sejarah,karena berkat desakan organisasi ini yang akan mengancam akan mengadakan rapat raksasa dan demo besar-besaran pada saat Dewan Riau mengadakan sidang pleno yang direncanakan pada 20 Maret 1950,akhirnya Dewan Riau membubarkan diri.
Dewan Riau membubarkan diri pada sidang kilat 18 Maret 1950.Dewan ini membubarkan diri ketakutan dengan ancaman demo besar-besar oleh Panitia 17 dan Gepindo yang akan melibatkan masyarakat banyak.
Gerakan Panitia 17 pada waktu itu bisa dikatakan sangat berani untuk melawan kolonial Belanda yang masih banyak menguasai Tanjungpinang dan Dewan Riau.Tapi,semangat dan perasaan yang kuat untuk bebas merdeka yang ditekan sejak tahun 1945 oleh pemerintah Belanda,tidak bisa dibendung.
Semangat Panitia 17 yang terdiri dari pemuda yang progresif itulah yang membuat Dewan Riau akhirnya membubarkan diri dan akhirnya daerah Kepulauan Riau bergabung dengan NKRI.
Insert
Perawat Itu Tercatat di Sejarah
Meskipun tidak bisa menggali lebih banyak tentang Panitia 17,tapi berjumpa dan berbincang dengan Said Hamzah ternyara menghasilkan informasi yang juga menarik untuk disimak.
Bapak delapan orang anak ternyata hanya tamatan Sekolah Rakyat.Tapi,ia bisa diterima menjadi pegawai di jawatan kesehatan dan bertugas di rumah sakit Tanjungpinang.
Secara otodidak dan kondisi yang darurat pada tahun 1946,ia diajarkan tentang menangani pasien,merawat dan meracik obat oleh dokter Ilyas.Dari sang dokter yang juga aktif di organisasi pemuda itulah,akhirnya kakek dari 25 orang cucu itu bisa dipercaya menjadi perawat di Balai Pengobatan Masyarakat di Sedanau pada tahun 1955.
Saat bertugas sebagai satu-satunya tenaga perawat atau cenderung disebut mantri kesehatan,Said Hamzah bersama sejumlah masyarakat di Sedanau pernah menolong korban jatuhnya pesawat milik maskapai India di perairan Natuna pada 11 April 1955.
Pesawat Kashmir India Airlines itu membawa penumpang usai mengikuti Konferensi Asia Afrika di Bandung.Saat itu hanya 3 orang yang dinyatakan selamat setelah ditolong dan dirawat oleh Said Hamzah dan masyarakat.
Apa yang dilakukannya di sebuah pulau kecil itu ternyata sampai ke Presiden RI,Soekarno dan kemudian ia diundang ke Istana Negara bersama empat orang masyarakat untuk menerima penghargaan dari presiden dan pemerintah India.
"Waktu itu kami diberi uang,oleh-oleh dan seminggu di Jakarta," kenang Abah.
Sebuah medali tanda penghargaan dari pemerintah India masih disimpannya dalam sebuah kotak.Malam itu ia mengeluarkannya dan memperlihatkannya ke Tras."Ini tanda penghargaan itu dan selama ini saya simpan," ujarnya.
Menurut sang anak,Said Husin,mungkin hanya segelintir orang yang tahu kalau sang bapak pernah diundang khusus oleh Presiden Soekarno dan mendapat penghargaan dari Negara India.
"Bapak saya orangnya low profil dan tidak suka cerita banyak," alasannya.
Said Hamzah kembali bertugas di Tanjungpinang tahun 1957.Tahun 1984 ia pensiun sebagai pegawai.Tapi ia tetap diperbantukan sebagai tenaga kesehatan di Puskesmas Dokabu selama 20 tahun.
Kini sejak tahun 2004 ia mengisi hari tua di rumah.Namun bukan berarti ia diam.Ia tetap melayani masyarakat yang memintanya untuk memberikan pengobatan,khususnya para tetangga dan warga yang sejak lama cocok berobat dengannya.
"Abah ini masih bawa motor meski sudah dilarang anak-anak.Tapi sekarang ini hanya untuk jarak dekat saja,"kata Said Husin
Sebagai seorang anak,Said Husin mengaku kagum dengan pengabdian sang bapak terhadap masyarakat.Ia masih ingat ketika duduk di bangku SMP dan SMA sering menemani sang bapak yang diminta tengah malam untuk mengobati warga yang sakit di Pulau Dompak dan Senggarang.
"Abah itu tidak pernah menolak warga yang butuh pertolongan.Sering tengah malam saya menemani beliau dengan sampan dayung untuk menyeberang ke Dompak dan Senggarang," kenangnya.
Pengabdian besar itu masih ditunjukannya saat ini.Warga yang tidak mampu yang sering meminta pertolongannya sering dilayani gratis.Bahkan warga yang mampu pun ia tidak mematok tarif.
Dari cerita sang anak jugalah diketahui kalau Said Hamzah adalah perawat pribadi keluarga Bupati Kepulauan Riau Firman Edi.Selain itu konon banyak pejabat saat ini yang dulu dikhitan oleh sang abah.
Read More......


